
Pangeran Regar Virmilion diam saja saat ditanyai oleh Narnia. Ia menggaruk-garuk kepalanya seolah tak mengerti apa yang ditanyakan olehnya itu.
Narnia yang melihat Regar tampak bingung. “Lupakan saja apa yang kukatakan itu, kau kembalilah ke posmu dan jangan katakan apa yang akan kita alami ini, supaya tak terjadi kepanikan,” kata Narnia dengan senyum tipis.
Regar lansung kembali ke posisi semula, ia melihat Silsia masih syok dengan keadaan yang akan menimpa mereka nanti.
“Silsia kau tenanglah, yang penting nanti rapatkan tubuhmu ke dinding, agar tak kena peluru Manjanik itu,” kata Regar dengan senyum tipis yang tak terlihat oleh Silsia karena ditutupi oleh penutup wajahnya.
Silsia dengan tubuh gemetaran mencoba berdiri. “Apa kita akan selamat? Aku tak ingin menjadi pemuas hasrat mereka!” katanya pelan memeluk Regar.
Sontak saja ia kaget dipeluk oleh Silsia, ada rasa nyaman yang tak pernah ia rasakan. Karena sejak kecil ia sudah terpisah dengan ibunya. Entah kenapa, Regar menjadi iba melihat semua Elf wanita yang masih pemula ini akan berjibaku melawan musuh yang jauh lebih kuat dari mereka.
“Narnia ... nanti kau dengarkan ucapanku, saat aku bilang kabur. Kau harus kabur tanpa menoleh ke belakang. Paham!” seru Regar memegang kedua pipi Silsia yang berderaian air mata.
Silsia menganggukkan kepalanya. “Pa-paham!” jawab Elf wanita yang baru kali ini melakukan pertempuran langsung di medan perang itu.
Kembang api kemudian menyala di langit Kota Marseille. Pertanda serangan musuh telah dimulai. Langit yang awalnya tampak biru itu berubah dengan hujan batu besar yang melesat ke Kota Marseille.
“Tembakkkkkk!” teriak Sebastian.
Para Archer lansung menembak batu-batu itu agar tak mencapai Kota Marseille. Namun Archer kalah jumlah dengan batu-batuan yang berdatangan itu, sehingga bangunan-bangunan kota mulai rubuh dihantam batu itu.
Para Swordman tak mau kalah ketinggalan, saat batu-batu itu akan mencapai posisi mereka. Swordman Rank Platinum diantara mereka akan melompat tinggi ke udara dan menghancurkan batu-batu itu dengan pedang atau senjata jarak dekat lainnya, dengan mengalirkan tenaga dalam.
Regar tak ikut menghancurkan batu-batu itu, ia lebih memilih meneropong ke depan. Karena Archer Goblin belum melakukan pergerakan sama sekali.
“Swordman mereka sudah bergerak. Apa itu?” Regar kaget melihat sepuluh Goblin wanita berbaris di depan Manjanik mereka. Kemudian sepuluh anak panah dengan tenaga dalam yang cukup besar melesat ke arah kota Marseille. “Ah, gawat menjauh dari benteng!” teriak Regar menarik tangan Silsia. Ia melompat ke bawah dan berlari menjauh dari benteng kota Marseille itu.
Tindakannya itu diikuti oleh Archer lainnya, sedangkan Narnia mencoba memanah anak panah yang dipenuhi oleh tenaga dalam yang besar itu.
Narnia mengalirkan 10.000 Capacity Mana pada anak panah sebelum merilisnya. Ia berharap itu bisa membelokkan arah anak panah yang ia perkirakan dialirkan 50.000 Capacity Mana.
”Boommmmm!”
Sebuah anak panah dari pihak Archer Rank SSS musuh berbelok ke bawah yang menimbulkan ledakan besar dan meninggalkan kawah di sana.
Sembilan anak panah lainnya menghantam benteng kota Marseille, ada yang jatuh di kantor walikota, yang membuat bangunan itu tak bersisa sama sekali dan beberapa mengenai rumah penduduk.
Kini benteng kota Marseille terbuka lebar setelah dihancurkan oleh anak panah Rank SSS pihak Kerajaan Yakjud itu. Ketakutan dan rasa mencekam menyelimuti para Prajurit dan anggota guild lokal. Kenyataan ini sungguh menyakitkan bagi mereka, karena tiba-tiba langit dihiasi hujan panah oleh Rank Platinum kebawah dari pihak Kerajaan Yakjud.
Swordman dan Archer pihak Ratu Violet Celestine berjibaku menangkis hujan panah itu. Suara tangisan dan erangan kesakitan mulai menggema di kota Marseille itu.
Dalam waktu singkat, setengah Prajurit Kerajaan Sirius hanya tinggal setengah saja. Serangan hujan panah juga berhenti, kini Pasukan Swordman Kerajaan Yakjud mulai bergerak ke arah kota Marseille.
“Sekarang saatnya mundurrrrrr!” seru Narnia.
Prajurit dan anggota guild lokal yang tersisa, lansung berhamburan. Mereka sudah tak peduli lagi dengan rekan-rekan mereka yang terluka parah. Semua lebih mengutamakan keselamatan diri masing-masing.
“Ayo lari Silsia!” seru Regar.
“Aku tak melihat Giorgio?” sahut Silsia melihat kanan-kiri, ia tak mengetahui di mana keberadaan sahabatnya itu.
“Sudahlah, kau cari saat kita tiba di kota Aleppo saja. Waktu kita tak banyak, sebentar lagi Swordman Goblin akan sampai kemari,” ajak Regar menarik tangan Silsia yang masih ingin mencari Giorgio itu.
Saat mencapai gerbang luar, Regar disuguhkan dengan kenyataan pahit. Ternyata kuda-kuda mereka banyak yang mati oleh serangan Archer Kerajaan Yakjud tadi.
“Utamakan Archer yang naik kuda. Sedangkan Swordman berlari saja!” Perintah Sebastian menenangkan situasi yang makin kacau, karena semua berebutan ingin naik kuda yang tersisa.
Beberapa tak mengindahkan peringatan Sebastian, hingga akhirnya Narnia memanah mereka yang membangkang.
Ratu Violet Celestine hanya tersenyum tipis, ia tak bisa berbuat banyak. Kata-katanya juga tak ada yang mau mendengar.
“Kau duluan saja Silsia, kami akan baik-baik saja,” kata Regar menaikkannya ke atas kuda.
“Ikutlah denganku. Kita bisa bertiga disini,” sahut Silsia yang tak tega melihat Regar yang begitu baik padanya harus berlari menuju kota Aleppo, padahal sebentar lagi Swordman Goblin akan memasuki kota Marseille.
“Sudah kau tak perlu memikirkan kami. Sampai jumpa di kota Aleppo!” seru Regar menampar punggung kuda, sehingga kuda itu melaju kencang.
Regar tak mau berlama-lama lagi, ia lansung berlari. Untung saja dulu ia dilatih oleh Setiawan dengan lari maraton berkali-kali. Sehingga Regar dengan mudah melewati beberapa Swordman yang lebih dulu pergi.
Saat Regar sudah menjauh dari kota Marseille, tiba-tiba ia mendengar suara jeritan dari belakang. Sontak saja ia menoleh dan melihat Swordman Goblin berkuda sedang memburu para Swordman Kerajaan Sirius yang lari tunggang langgang.
Regar memperhatikan Swordman Goblin berkuda itu. Ternyata tak ada diantara mereka Rank tinggi, yang mengejar cuma Rank Platinum ke bawah saja.
Regar mengeluarkan Pistol G-2 miliknya dan mulai menembaki kuda mereka, sehingga membuat gerak mereka melambat. Bahkan beberapa Swordman pihak Elf berduel melawan Swordman Goblin.
Regar tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia mulai membabi-buta membunuh mereka dengan menggunakan Pedang Queen E.ve miliknya.
“Hei, bocah Rank Silver! Kau kuat sekali, dengan mudah membunuh Rank Platinum pihak Goblin,” kata Swordman Rank Platinum pihak Elf yang mencoba menahan laju Swordman pihak Goblin agar rekan-rekannya yang lain bisa kabur.
“Kekuatan itu bukan dinilai dari Rank seseorang, tapi bagaimana kau mengasah kemampuanmu hingga ke titik maksimal! hahaha ....” Regar tertawa lebar.
Swordman Goblin Rank Platinum mulai ketakutan mendekatinya, karena ia dengan mudah membunuh mereka walaupun telah dikeroyok ramai-ramai.
Regar mengalirkan tenaga dalam pada jam tangannya dan melihat Papan Informasi Virtual.
...Profil...
Nama : Regar
Rank : Gold
Usia : 19 tahun
Job : Swordman
Mana : 150.000/250.000 Capacity Mana.
...Misi...
Misi sedang berjalan : Tak Diketahui
Misi Diselesaikan : 50
Pendapatan Setelah Dipotong Pajak: 75.000
***
“Hahaha Aku telah naik Rank,” kata Regar tertawa lebar, ia juga merasakan kekuatan yang lebih besar dalam dirinya.
Swordman Rank Platinum yang ada disamping Regar melihatnya. Ia tersenyum tipis dan tak menyangka Regar akan naik Rank di saat situasi seperti ini.
“Ini aku bingung dengan Papan Informasi Virtual milikku, kenapa Mana ada 10.000/15.000?” tanya Regar yang sengaja berbohong dengan jumlah Mana yang ia miliki.
Swordman Rank Platinum itu kaget mendengar ucapannya. “Besar sekali kapasitas manamu itu, padahal baru Rank Gold.” Regar hanya tersenyum lebar menanggapinya. “10.000 itu menandakan Mana yang kau miliki saat ini. Sedangkan 15.000 adalah batas maksimal Mana yang bisa kau kumpulkan,” katanya memberikan penjelasan.
Regar mengangguk tanda mengerti. “Sebaiknya kita mundur juga Paman. Teman-teman kita telah menjauh,” kata Regar memutuskan kabur, mumpung Swordman Goblin tak berani lagi mendekatinya.
...⚔️Bersambung⚔️...