
“Siapa wanita itu?” Violet bertanya pada Regar yang datang bersama seorang wanita yang menggenggam erat tangan kirinya.
Regar berpikir ini pasti sulit menjelaskannya, walaupun tak ada larangan beristri banyak, tetapi wanita mana yang mau diduakan. Mereka pasti tak mau, kecuali lelakinya memiliki kedudukan tinggi, sehingga mereka tak bisa berbuat apa-apa.
Regar menoleh ke arah Alisa, “Katakan pada Charlotte apa yang terjadi di perbatasan. Aku akan berdiskusi secara pribadi dengan istriku.”
“Baik Pangeran!” sahut Alisa lansung pergi ke ruangan kerja Charlotte.
“Sekarang kita ke kamar saja, aku akan menjelaskan di sana. Jangan langsung marah-marah, dengarin dulu baik-baik baru ambil kesimpulannya.” Regar mengajak Violet, sementara Beleza diam saja, ia merasa gugup dan tak tahu harus berbuat apa di lingkungan barunya itu. Andri menoleh ke belakang. “Beleza ikut kami juga,” ajaknya.
Beleza berlari kecil mengikuti mereka, sementara Violet tampak cemberut. Mungkin ia sudah mengerti siapa Beleza itu, karena suaminya tampak perhatian padanya.
***
Charlotte tampak kaget mendengar penjelasan dari Alisa, ia tak menyangka situasi di Sirius ini sangat genting. Dia kemudian meminta saran pada Vanessa, strategi apa yang perlu mereka gunakan, karena Vanessa adalah ahli strategi paling hebat di Pasukan Pangeran Regar Virmilion.
Vanessa menyarankan untuk mengambil alih Militer lebih dulu, baru mengurus Pasukan Revolusioner dan Kerajaan Yakjud, bila masalah internal di Kerajaan Sirius dibiarkan berlarut-larut, maka akan sulit membentuk Pasukan militer yang baru, belum lagi apabila senjata rahasia Kerajaan Yakjud telah selesai, mereka pasti akan memulai invasi militer yang baru.
Charlotte setuju dengan usulannya dan mulai menyusun rencana pengambilan alihan militer dari para jenderal tua pembangkang yang kini berada di Provinsi Athena dan Torus.
***
Violet makin bingung, Beleza ikut masuk ke dalam kamarnya.
“Sekarang cepat katakan!” seru Violet sembari berkacak pinggang.
Regar merasa ia seperti suami-suami takut istri saja, padahal baru beberapa hari yang lalu ia membuat menangis sosok Ratu tercantik di Kerajaan Sirius itu.
“Dia sama sepertiku—Ras terkutuk, makanya aku menikahinya agar tidak ada yang menyakitinya,” sahut Regar mengelus-elus pundak Violet.
Bak disambar petir, Violet terkejut mendengarnya. Bisa-bisanya suaminya itu malah menikah lagi tanpa persetujuannya.
“Apa Pangeran sudah tak menganggapku lagi? Tega-teganya kamu melakukan itu!” bentak Violet sambil memukul-mukul dada Regar yang pasrah saja menerima pukulan itu.
“Bukan begitu, alasannya panjang. Coba dengarkan pelan-pelan, ya. Barulah ambil kesimpulan aku pria brengsek atau tidak?” kata Regar lagi dan ia mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Beleza, tetapi ia tak menceritakan tentang Sebastian padanya.
Beleza hanya duduk di sudut ranjang yang sangat mewah milik Violet itu—mendengarkan Regar bercerita pada Violet Celestine, walaupun sang Ratu itu tetap menangis tersedu-sedu, hingga akhirnya ia menerima keberadaan Beleza juga sebagai istri kedua Pangeran Regar Virmilion.
Malam harinya ketiganya tidur satu ranjang, Regar berada di tengah-tengahnya. Violet memunggungi suaminya itu, begitu juga dengan Beleza yang jantungnya berdebar-debar hebat, takut menjalani malam pertama.
“Hmm ... merepotkan, aku jadi bingung memulai dari yang mana?” gumam Regar melihat tak ada yang siap malam ini atau memang ia yang kurang pengalaman. “Ah, tidur sajalah, aku lelah,” gumamnya lagi memejamkan mata.
“Apa dia memilih istri barunya itu? Menyebalkan,” gerutu Violet yang pura-pura tidur sejak tadi.
Keduanya yang penasaran akhirnya membalikkan badan dan terkejut ternyata suami mereka malah terlelap tidur. Beleza bernafas lega, sedangkan Violet tampak menghela nafas panjang, apakah kecewa atau yang lainnya. Hanya dia yang tahu.
***
Keesokan paginya, ketiganya berjalan beriringan menuju ruang rapat darurat. Karena Charlotte akan memberi tahu strategi baru yang akan Kerajaan Sirius lakukan.
“Ara-ara ... bikin iri saja, kenapa aku tidak diajak Pangeran masuk koleksi harem.” Vanessa menggodanya.
Regar tersenyum lebar, sedangkan Ratu Violet Celestine lansung duduk di kursinya dan memulai rapat, tanpa membiarkan Regar berbasa-basi lebih dulu.
“Setelah mendengar situasi di perbatasan, maka kami mengusulkan kepada Ratu Violet dan Pangeran Regar untuk mengambil alih segera Pasukan Militer dari jendral pembangkang itu,” usul Charlotte.
“Apa kita sudah siap melakukan perlawanan. Prajurit baru yang direkrut kemarin tidak ada yang berlevel tinggi,” sahut Violet meragukan kemampuan militernya.
“Tidak khawatir Ratu Violet—kita akan memancing mereka ke kota Ereck ini,” kata Charlotte lagi dengan senyum tipis. “Anda hanya perlu mengumumkan Pangeran Regar Virmilion menjadi Panglima militer yang baru dan mengumumkan para Jenderal tua itu bukan lagi bagian dari militer. Anda juga mengumumkan pada Pasukan militer yang ada di Pangkalan Militer kota Athena dan Torus agar kembali ke Pangkalan Militer ibukota dalam waktu sepekan. Kalau mereka tidak kembali, berarti dinyatakan telah keluar dari Militer atau di cap sebagai pemberontak.”
Violet merasa usulan itu beresiko tinggi, ia kemudian menoleh ke arah suaminya dan Regar mengangguk setuju. Dengan berat hati, Violet menyetujui usulan Charlotte.
Setelah itu dibuatlah pengumuman ke seantero Kerajaan Sirius. Berbagai macam respon muncul di masyarakat setelah pengumuman itu. Ada yang berpendapat akan terjadi kudeta pada Ratu Violet Celestine oleh Jenderal Harrison, ada juga yang berpendapat mungkin Kerajaan Akkadia akan membantu Ratu Violet Celestine, karena suaminya adalah Pangeran dari Akkadia.
***
“Sayang ... tolong buatkan surat tugas, Aku akan membawa seribu Swordman untuk mengambil alih Kastil Pangkalan Militer ibukota dari bawahan jendral tua bangka itu,” kata Regar pada Violet Celestine yang sedang sibuk di ruang kerjanya mengurus administrasi pembentukan perusahaan milik kerajaan yang baru terbentuk.
“Lansung bergerak sekarang? Kenapa tidak bantu aku mengurus administrasi Kerajaan dulu, masa aku sendirian saja,” sahut Violet yang selalu sibuk bekerja sejak menikah dengan Regar. Padahal dulu, selalu menteri istana yang mengurus administrasi, makanya ia tak tahu ada korupsi besar-besaran di dalam pemerintahannya.
“Kan, ada Charlotte dan yang lainnya. Aku sekarang Panglima Militer—tentunya mengurus keamanan dan membangun kekuatan militer Kerajaan ini agar kuat.” Regar enggan berurusan dengan masalah administrasi. “Ajak Beleza saja, agar kalian akrab. Tak baik diam-diaman terus, kalian harus saling terbuka satu sama lain.”
Beleza kaget mendengarnya, sejak menjadi istri Regar, ia tidak pernah jauh dari suaminya itu. Kemana saja Regar pergi, ia pasti mengekor. Padahal para Archer telah mengajaknya bergabung dengan mereka, tetapi ia tetap juga mengekor terus, mungkin efek tidak pernah bergaul dengan sembarangan Goblin saat masih di Laboratorium.
“Aku ikut Pangeran,” sela Beleza buru-buru. “Nanti siapa yang menjagamu, kalau ada musuh yang menyerang.” Beleza berkilah.
Regar tersenyum, “Kan, ada Swordman Rank SSS yang selalu melindungiku,” sahut Regar memegang pundaknya. “Sudah belajar bergaul dengan Violet, nanti kamu akan merasakan betapa asyiknya memiliki banyak teman,” rayu Regar agar ia mau bersama Violet.
“I-iya ... nanti aku ajarin kok,” sahut Violet ragu-ragu, ia sebenarnya juga penasaran dengan Beleza. Apakah ia betul-betul senjata rahasia atau hanya bualan suaminya saja.
Beleza akhirnya mau tinggal bersama Violet dan Regar membawa surat tugas dari Ratu Violet untuk mengambil alih Kastil Pangkalan Militer ibukota. Dia membawa seribu Swordman bersamanya untuk melakukan tugas itu.
...~Bersambung~...