
Kini hanya ada Empat Cerberus yang tersisa dan sedang mengepung Robot Tempur R-999, sedangkan Evankhell harus berhadapan dengan Dua Goblin Rank SSS.
“Niu, kamu serang dia dari belakang dan aku akan dari depan!“ seru Goblin Rank SSS.
“Baik Nao!” sahut Niu langsung pergi ke belakang Evankhell yang memegang erat gagang Pedangnya.
Niu langsung mengayunkan Pedang ke arah punggung Evankhell yang langsung membungkuk ke depan, sehingga tebasan Niu hanya mengenai udara kosong. Namun, Nao segera menebas ke arah leher Evankhell, tetapi ia segera meluruskan tubuhnya lagi dan mengayunkan Pedang ke arah Nao—yang langsung menangkisnya, sehingga menimbulkan ledakan energi.
Merasa Niu akan menebas punggungnya, Evankhell mengalirkan lebih banyak mana untuk memperkuat armor yang ia kenakan.
Papan Virtual Evankhell menunjukkan jumlah kapasitas Mana yang ia memiliki menurun drastis, karena Damage yang ia terima sangat besar.
Dua Puluh Swordsman Rank rendah yang datang bersama Evankhell langsung bertumbangan karena kalah jumlah dari Swordsman Goblin yang mengepung mereka.
“Sial! Aku telah menjerumuskan saudara-saudara Elf-ku!” gerutu Evankhell merasa bersalah, sehingga ia langsung mengalirkan 90℅ Mana yang tersisa ke Pedang miliknya dan hanya menyisakan 10℅ saja untuk pertahanannya, karena ia ingin membawa salah satu Goblin di hadapannya tersebut—mati bersamanya.
“Hati-hati Nao!” teriak Niu, karena ada lonjakan energi pada Pedang milik Elf di hadapannya.
Nao merasakan hal yang sama dan segera mengalirkan sepertiga Mana miliknya ke Armor yang ia kenakan—agar tebasan Pedang Evankhell tidak menimbulkan Damage yang besar atau melukai tubuhnya.
Niu tak ingin saudara kembarnya itu terluka parah, sehingga ia langsung mengayunkan Pedang ke arah punggung Evankhell. Namun, Elf tersebut malah berbalik arah dan membiarkan Nao yang telah memperkuat Armor-nya, menebas punggungnya dan tebasan langsung memotong leher Niu yang merupakan titik terlemah dalam pertahanan para Swordsman.
Satu mil dari Desa tempat mereka bertarung, Archer Rank SSS—Elamina merasa khawatir karena Evankhell dan timnya tak kunjung juga berkumpul dengan timnya di titik kumpul yang telah disepakati, sehingga ia langsung menggunakan God‘s Eye Blessing mencari keberadaan Evankhell.
“Gawat!” Elamina terkejut melihat Evankhell telah tumbang ke tanah dan Robot Tempur R-999 sedang dikepung Empat Cerberus. “Aku harus menyelamatkan Robot Tempur itu!” kata Elamina segera mengeluarkan Busur Panahnya dan menciptakan anak panah dari Mana yang dipadatkan.
Sepuluh Archer yang mengikuti Elamina segera menggunakan Busur Panah masing-masing dan menghujani Desa tempat Evankhell bertarung.
Nao segera mundur dan menebas anak panah yang mengarah padanya, sedangkan bawahannya justru bernasib naas karena mereka tak sanggup menahan hujan panah dari Archer Elf tersebut.
Cerberus juga memilih mundur dengan beberapa luka di tubuh mereka, tetapi itu tidak masalah karena mereka bisa melakukan regenerasi menyembuhkan luka yang mereka alami.
Beberapa kemudian, Elamina akhirnya sampai di Desa itu dan menemukan Evankhell tidak bergerak lagi—begitu juga dengan Swordsman lainnya.
Dia menitik air mata, karena tak menyangka Elf tampan yang sering bergurau dengannya itu akan mati mengenaskan dengan luka menganga di punggungnya.
“E ... Evan ... Evankhell!” Elamina menggoyang-goyang tubuhnya. “Ka-kamu hanya sedang kelelahan, kan? kamu tidak pulang untuk bertemu Dewa Matahari, kan?” Namun, tubuhnya tidak merespon panggilan Elamina, sehingga Archer Rank SSS tersebut menangis tersedu-sedu.
Archer Elf lainnya segera mengangkat tubuh para Swordsman Elf yang telah tewas dan membawanya kembali ke tempat persembunyian mereka untuk segera di makamkan.
Mereka tidak meninggalkan tubuh para Swordsman Elf itu, karena takut akan dijadikan makanan Cerberus, sehingga mereka yakin tubuh yang di makan oleh makhluk aneh itu—tidak akan bisa menuju Surga.