
Pangeran Regar Virmilion menghampiri Komandan Randal yang telah mengevakuasi sisa pasukannya ke benteng 77. Mereka kini membiarkan gerbang tujuh sampai satu kosong. Karena percuma mempertahankannya, mengingat jumlah pasukan yang tersisa sangat sedikit.
“Kau tak ikut pulang ke Akkadia?” tanya Komandan Randal saat melihat Regar tetap di benteng 77.
“Hahaha Aku masih ingin bergulat dengan makhluk hijau itu,” jawab Regar.
“Anak yang menarik, tapi jangan terlalu memaksakan diri. Karena kalian tak memiliki kewajiban membela negeri ini mati-matian,” kata Randal lagi.
“Aaasiappppp!” sahut Regar.
Komandan Frank dan lainnya kemudian memasuki benteng 77.
“Randal!” sapa Frank. “Apa yang terjadi? Kenapa guild Serigala Isfahan meninggalkan benteng 77 ini?” tanyanya lagi.
“Serangan skala besar akan terjadi. Pasukan Kerajaan Yakjud telah membangun banyak Manjanik di bukit-bukit sana!” tunjuk Randal ke arah perbukitan.
“Kita harus bertahan selama mungkin. Saya mendapat kabar, bahwa Ratu Violet Celestine akan memimpin langsung bala bantuan dari ibukota,” kata Frank.
“Apaaaa?” Regar terkejut. “Kenapa malah Ratunya yang turun tangan. Bukannya ada Jendral atau para Pangeran?” gumam Regar merasa aneh.
“Para jenderal itu masih acuh tak acuh dengan nasib Kerajaan ini ya,” kata Randal.
“Bagaimana lagi. Ratu kita cuma anak remaja yang tak bisa memimpin. Dia malah mementingkan urusan asmaranya dari pada mempercepat pernikahannya dengan Pangeran dari Akkadia itu,” sahut Frank.
“Betul ... padahal dengan perkawinan politik itu. Ia bisa meminta bala bantuan dari Pasukan Kerajaan Akkadia menyingkirkan para Jenderal pembangkang itu,” kata Komandan Lampard yang berasal dari kota Sevilla itu.
“Hei kalian jangan menjelek-jelekan para Jenderal itu. Nanti ada mata-matanya disini, kalian bisa di eksekusi lho,” sahut Archer Talita yang merupakan Komandan dari kota Malaga.
“Hahaha tak apalah. Lagi pula kita tak tahu, apakah masih hidup besok. Sebentar lagi neraka dunia akan segera tiba. Mudah-mudahan Ratu Violet Celestine membawa pasukan yang banyak,” kata Randal.
“Toootttttttttttttt!” Suara terompet dari Pasukan Kerajaan Yakjud, yang menandakan mereka akan melakukan serangan lansung.
Benteng77 mulai bergetar dibarengi dengan hujan batu besar yang dilemparkan melalui Manjanik itu.
Takut, gugup dan ada yang menangis. Itulah yang terjadi dalam Benteng77 yang kokoh itu. Para Prajurit yang secara terpaksa karena tugas mereka harus mempertahankan Kerajaan mereka dari invasi musuh.
“Para Archer ikuti aku!” Perintah Talita. “Saat serangan Manjanik itu berhenti, kita akan langsung ke atas,” katanya lagi.
1000 Archer kumpulan dari ketiga kota dan ditambah dengan Archer yang dibawa oleh Komandan Randal, siap menerima perintah dari Archer Talita.
“Semuanya bersiap! Angkat senjata kalian!” Perintah Komandan Randal pada Swordman menunggu para Prajurit Kerajaan Yakjud menerobos masuk.
***
Di kota Cordova, Jaxon lansung menemui Walikota untuk membicarakan tentang evakuasi penduduk ke kota Marseille yang harus segera dilakukan.
“Ada apa Swordman Jaxon? Sepertinya anda buru-buru sekali,” tanya Walikota Cordova.
“Evakuasi segera Penduduk kota Cordova ini. Serangan skala penuh akan dilakukan oleh Kerajaan Yakjud di Benteng77. Aku tak tahu apa kita masih punya waktu. Kami akan segera pergi, lakukan segera yang kukatakan. Jangan sampai wargamu mati sia-sia,” sahut Jaxon yang lansung pergi setelah mengatakan itu pada Walikota Cordova.
“Gawat! bunyikan sirene darurat!” Perintah Walikota pada Pengawalnya.
Tak lama kemudian sirena darurat, menggema di seluruh kota Cordova. Para penduduk tampak panik, karena ini pertama kalinya, perintah Evakuasi dilakukan pada kota yang dekat dengan perbatasan itu.
“Apa kita tak membantu mereka untuk evakuasi, ya?” bisik Noella pada Alfira. Karena Jaxon lansung memacu kudanya yang diikuti oleh semua anggota guild Serigala Isfahan menuju luar kota Cordova.
“Itu kan, tugas pihak keamanan mereka,” jawab Alfira.
***
Jaxon segera menghentikan laju rombongannya. Ia kemudian turun dari kuda memberi hormat pada Ratu, Kerajaan Sirius itu.
“Kenapa kalian meninggalkan Benteng77?” tanya Violet.
“Karena akan terjadi perang skala besar, itu diluar kemampuan kami,” jawab Jaxon.
“Apaaaa?” Violet sangat terkejut mendengarnya. “Baiklah ... kalian lanjutkan saja perjalanannya. Terimakasih telah membantu Kerajaan kami sebelumnya,” kata Violet Celestine lagi.
“Sungguh suatu kehormatan bisa membantu Kerajaan yang dipimpin oleh Ratu Violet,” jawab Jaxon sembari menundukkan kepalanya.
Ratu Violet Celestine dan rombongannya kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota Cordova.
“Kau lihat tunangannya Regar tadi. Cantik sekali, ya. Pantaslah dia tak mau denganku,” kata Alfira.
“Tapi sayang sekali. Ternyata Sebastian itu juga sangat tampan. Aku yakin, pernikahan mereka bisa batal,” sela Noella.
“Kalau keadaan Kerajaan ini damai, itu sih, bisa batal. Namun, sekarang kerajaan Sirius sudah diujung tanduk. Sudah pastilah, Ratu Violet akan membuang asmaranya, ia akan menikahi Regar walaupun terpaksa,” kata William.
“Aku setuju dengan pendapatmu,” sahut Drake.
“Kasihan Sebastian, ya. Padahal Violet dan dia saling mencintai, namun Pangeran Frederick malah memisahkan mereka, dengan memaksa adiknya itu menikahi Pangeran Regar Virmilion,” kata Alfira lagi.
“Woi, kau tak membela temanmu sendiri. Walaupun ia adalah Pangeran terkutuk hahaha ...” kata Drake bercanda.
“Kalau mereka tak nikah kan, Pangeran Regar bisa menikahiku. Nanti aku akan menjadikan kalian sebagai pengawal pribadiku hahaha ....” Alfira tertawa terkekeh-kekeh setelah mengatakannya.
“Aku akan menjadi istri kedua. Toh, dia tampan juga hahahaha ....” Noella ikutan bercanda, sehingga anggota guild Serigala Isfahan lainnya menoleh pada mereka.
“Hei, pelankan suara kalian,” sela Drake. “Mudah-mudahan Regar menikahi Ratu Violet lah, supaya kalian tak sombong nantinya,” kata Drake cemburu Noella menyukai Regar.
“Cei-cie cemburu!” ejek Alfira.
“Tapi bagaimana kondisinya sekarang, ya?” kata Costantino membuat mereka terdiam. Kini suasana kembali hening. Memikirkan Regar yang memutuskan tinggal di Benteng77, padahal sudah jelas kekuatan musuh sangat besar.
***
“Ratu ... Ribuan Penduduk sedang mengarah kemari,” lapor Sebastian yang berkuda di barisan depan, ia kembali ke barisan tengah untuk melaporkan kejadian itu.
Awalnya Sebastian ingin berkuda di samping Violet, namun saat di gerbang luar ibukota. Tiga Rank SSS yang dikirim oleh Pangeran Frederick bergabung dengan mereka. Dengan terpaksa Sebastian menjaga jarak dengan Violet, karena ia tahu Pangeran Frederick tak suka padanya.
“Berarti betul yang dikatakan oleh rombongan guild Serigala Isfahan itu. Pacu kuda kalian, kita harus segera ke kota Cordova. Jangan sampai Benteng77 hancur!” Perintah Ratu Violet Celestine.
5000 Pasukan dibawah Komando Sebastian itu segera memacu kuda mereka. Para penduduk lansung bersorak gembira saat melihat Ratu mereka telah datang memberikan bantuan.
***
Di Benteng77, lontaran batu besar dari Manjanik musuh telah berhenti. Regar memanjat tower Benteng77 melihat apa yang akan dilakukan oleh para Goblin itu selanjutnya.
“Itu?” Regar sangat terkejut melihat pemandangan di depan sana yang dilihatnya. “Serangan Swordman Goblin telah datang!” teriak Regar tanpa memberi tahu mereka bahwa, jumlah yang datang itu seperti semut yang sedang mengerumuni sepotong kue saja.
“Nona Talita! kalian tembak saja perbukitan didepan sana,” kata Regar sambil turun dari tower itu.
“Tembakkkkkk!” Perintah Talita tanpa bertanya lagi, ia juga sebenarnya melihat juga apa yang ada di depan sana secara samar-samar. Karena jangkauan penglihatannya tertutup oleh asap yang sengaja dibuat para Goblin untuk menyamarkan posisi mereka, sehingga sulit untuk dibidik oleh para Archer pihak Elf.
...⚔️Bersambung⚔️...