
“Violet Celestine menyambut kedatangan Raja Virmilion!” sapa Violet sembari menundukkan sedikit wajahnya dan menaruh tangannya di dada, tindakan ini juga diikuti oleh Archer Charlotte yang bertanggung jawab atas keselamatannya.
“Jangan bersikap formal begitu menantuku!” sahut Raja Virmilion dengan senyum cerah. “Di mana anak nakal itu?” Dia tak melihat keberadaan Regar Virmilion.
Ekspresi wajah Violet langsung memucat, karena ia belum mendapatkan informasi mengenai suaminya dan Anso De Beleza yang pergi menyelamatkan Pasukan Revolusioner yang terjebak oleh kepungan Pasukan bala bantuan Kerajaan Yakjud.
“Kami tak tahu di mana dia sekarang!” sahut Violet menundukkan wajahnya—tak berani menatap Raja Virmilion yang senyumnya langsung menghilang ketika mendengar kabar tersebut.
Raja Virmilion terdiam cukup lama dan berkata, “Baiklah kita lebih baik mengurus para Goblin-Goblin ini lebih dulu, barulah mencari keberadaannya!”
Dia kemudian terkejut saat melihat wujud asli dari Robot Tempur yang dituliskan oleh Charlotte dalam suratnya.
“Pantas saja anak nakal itu berani menantang Kerajaan Yakjud, ternyata Robot tempur tersebut adalah senjata yang sangat mematikan dan menurutku malah setara dengan Dua Rank SSS untuk satu Robot tempur saja,” kata Raja Virmilion segera melesat ke tengah-tengah medan perang.
...***...
Pangeran Regar Virmilion bersama Pasukan Revolusioner akhirnya tiba di sisi lain Kota Solhell dan mereka terkejut melihat Perang yang sangat brutal serta mengerikan telah dimulai.
Dia mengerutkan keningnya, karena tidak bisa menilai pihak mana yang lebih unggul. Namun, ia juga terkejut melihat ada bendera Kerajaan Akkadia ikut berkibar di tengah-tengah medan Perang.
“Apakah Ayah Anda ikut bergabung dalam Perang ini, Pangeran?” Abraham—Pemimpin Pasukan Revolusioner bertanya dengan senyum bahagia, karena sangat senang Pasukan Kerajaan Sirius mendapatkan bala bantuan yang sangat kuat.
“Apa yang akan kita lakukan?” Abraham langsung panik—karena kini Pasukan Revolusioner banyak yang terluka, begitu juga dengan Robot tempur hanya tersisa sedikit saja yang siap tempur.
“Masuk ke dalam hutan dan mencari jalan memutar untuk bergabung dengan Ratu Violet Celestine!” sahut Regar segera berbalik arah. Namun, tiba-tiba dari arah belakang telah muncul Satu Juta Pasukan bala bantuan Kerajaan Yakjud yang dipimpin langsung oleh Raja Makjud.
Para Elf di Pasukan Revolusioner langsung mengerutkan kening, maju atau mundur—mereka telah masuk ke dalam jebakan dan akan berakhir mengenaskan.
Regar Virmilion tak bergerak dan menatap tajam Raja Makjud yang memiliki tubuh besar seperti Hobgoblin—yang langsung tersenyum ke arahnya, karena sangat mudah mengenali Pangeran Regar Virmilion yang dijuluki Elf terkutuk tersebut.
Dia tidak memiliki telinga runcing dan kulit tubuhnya justru mirip dengan Ras Manusia yang ada di catatan buku kuno.
“Tuan Abraham! Bawalah Pasukanmu menerobos medan perang dan bergabung dengan Pasukan utama Kerajaan Sirius. Aku akan menahan Raja Makjud, lagi pula sudah lama aku merindukan lawan yang kuat. Inilah saatnya menggunakan kemampuan beladiriku yang diajarkan oleh Ras asing, Paman Setiawan ha-ha-ha!” Regar tertawa masam.
Namun, Abraham malah berdiri di depan Regar, begitu juga dengan Pasukan Revolusioner yang tersisa, bahkan Beleza tersenyum cerah merangkul tangannya.
“Kenapa kalian tak mundur?” Regar mengerutkan keningnya.
“Aku ingin bertarung bersama suamiku, kapan lagi kita melakukan kolaborasi bersama dalam sebuah pertarungan!” sahut Beleza.
“Maju dan mundur tetap juga akan mati, maka aku memilih mati saat melawan musuh terkuat dari Pasukan musuh—agar aku dikenang gugur saat bertemu last bos dalam Perang Agung ini ha-ha-ha!” Abraham dan Pasukan Revolusioner tertawa terkekeh-kekeh.