Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Pangeran Darian Tewas



“Pangeran Darian Celestine—Kerajaan Sirius Utara menjatahuimu hukuman mati!” seru algojo sebelum mengayunkan Pedangnya ke leher kakak kedua Ratu Violet Celestine itu.


“Maafkan aku Violet, tidak bisa menemanimu membawa Kerajaan Sirius ke tangga kejayaan lagi. Bahkan kakakmu yang lemah ini tak bisa melihat pernikahanmu. Selamat tinggal!” gumam Pangeran Darian Celestine tersenyum dan bilah Pedang algojo itu membelah lehernya.


***


Pagi tadi, Jenderal Harrison mengumumkan dirinya menjadi Raja Kerajaan Sirius Utara yang meliputi wilayah Provinsi Athena dan Torus. Kedua gubernur di wilayah itu juga mendukung penuh keputusan Jenderal Harrison itu


beberapa hari sebelum pengumuman pembentukan Kerajaan baru itu. Jendral Harrison telah memobilisasi 100.000 Prajurit menuju perbatasan Provinsi Torus dengan Provinsi Damaskus.


Saat detik-detik proklamasi berdirinya Kerajaan Sirius Utara, Jenderal Everald lansung menyerbu kota Venesia merupakan basis pertahanan Pangeran Darian.


Serangan itu begitu cepat, sehingga 50.000 Prajuritnya tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan Pangeran Frederick yang berada di kota Aleppo hanya bisa bersedih mendengar kabar itu. Dia juga tak bisa mengirim bala bantuan, karena jarak yang cukup jauh. Belum lagi Pasukan Revolusioner mulai berbuat ulah disekitar kota Aleppo.


Raja Harrison, selaku Raja, Kerajaan Sirius Utara segera mengerahkan 300.000 Prajurit ke perbatasan Provinsi Torus dengan Kota Ars, yang tidak begitu jauh dari ibukota Kerajaan Sirius versi Ratu Violet Celestine.


Jenderal Everald sendiri akan segera menyerbu kota Aleppo, begitu perang antara Ratu Violet Celestine dengan Raja Harrison pecah di kota Ars.


Langkah itu ia lakukan, agar Pangeran Frederick Celestine tidak mengantisipasi serangan dadakan mereka dan mengira Pasukannya saat ini telah bergabung dengan Raja Harrison.


***


Regar turun dari kereta kuda bersama Violet dan Beleza. Prajurit yang berjaga di depan pintu istana lansung memberi hormat.


Regar, Violet dan Beleza membalas dengan senyuman hangat dan lansung masuk ke dalam istana. Namun, langkah mereka terhenti, setelah Prajurit pengantar pesan datang bergegas memberikan secarik kertas untuk Violet.


“Kapan ini datang?” Violet tampak panik melihat cap darah pada bagian amplop surat.


“Baru saja Ratu Violet—satu lagi Jenderal Harrison telah membentuk Kerajaan Sirius Utara, dengan dia sendiri sebagai Rajanya dan membentuk Pasukan Militer sebesar 300.000 hingga 400.000 menurut perkiraan telik sandi kita.” Prajurit itu memberikan laporan lain.


Regar terkejut mendengarnya, sedangkan mereka hanya membawa 150.000 Prajurit saja. Itupun banyak yang Rank Silver dan Gold.


“Bagaimana ini Pangeran?” Violet merasa kalah sebelum berperang.


“Tenang saja. Kalau Aku menggabungkan dengan Prajurit dari Akkadia, maka akan terkumpul juga kira-kira 250.000 Prajurit. Kurasa itu sudah cukup seimbang melawan mereka,” sahut Regar menenangkan hati Violet. “Ayo dibuka suratnya; mana tahu Pangeran Darian membutuhkan sesuatu di Kota Venesia," kata Regar lagi.


Sambil berjalan ke dalam istana, Violet membaca surat itu. Namun, ia lansung terkulai lemas.


Dia tak bisa berkata apa-apa, air matanya bercucuran membasahi pipinya. Rasanya dunia menjadi kelam, kenapa orang yang ia cintai menghilang satu persatu. Itu sungguh tak adil.


Regar yang membaca surat itu, ikut juga merasa sedih. Dia tak mengira, Jenderal Harrison begitu cepat melakukan balas dendam.


Jenderal Harrison dengan sengaja menyerang Pangeran Darian lebih dulu, karena ia yang memiliki Pasukan yang lebih sedikit, dibandingkan Pangeran Frederick.


Regar memeluk tubuh Violet, “Kita akan memberikan pembalasan yang lebih besar padanya. Kamu harus kuat sayang ....” Regar berusaha menenangkan Violet yang tengah menangis tersedu-sedu.


“Kenapa harus kakak Darian?” Violet memukul-mukul dada Regar. “Kenapa tidak aku saja yang dibunuhnya. Padahal aku lah sumber masalah di negeri ini.”


Namun, Violet tetap menangis makin kencang, sehingga dengan terpaksa Regar menggendongnya ke kamar, yang diikuti Beleza dari belakang yang tampak sedih juga.


***


“Aku akan menemani kakak Violet di sini,” kata Beleza setelah Violet berhenti menangis, tetapi tatapannya masih kosong.


“Baiklah, kalau ada sesuatu. Panggil saja Prajurit yang berjaga di depan pintu. Kamu juga istirahat saja, biarkan urusan istana—menteri istana saja yang mengurusnya,” sahut Regar menarik selimut menutupi setengah badan Violet. “Aku pergi sebentar, ya, sayang!” Dia mengecup kening Violet yang tak merespon apapun.


“Aku tak perlu!” seru Beleza lebih dulu, ketika wajah Regar mendekatinya. “Pangeran lansung saja,” katanya dengan senyum malu-malu.


Regar tersenyum, ia tahu Beleza masih canggung.


“Baiklah, aku pergi,” sahut Regar melangkah keluar dari kamar Violet.


Regar lansung menggelar rapat darurat, semua komandan tinggi Pasukan Pangeran Regar Virmilion dikumpulkan, saat itu juga.


***


“Bagaimana menurut pendapat kalian tentang Kerajaan Sirius Utara yang dibentuk oleh Jenderal Harrison?” Regar memulai rapat.


“Mereka cepat sekali bertindak—sepertinya kita perlu menunda semua proyek pembangunan yang tengah berjalan. Dan mengalokasi semua khas Kerajaan untuk perang ini,” sahut Charlotte.


“Betul dengan ucapan Charlotte,” sahut Vanessa tetap dengan senyum genitnya. “Menurut telik sandi kita, Raja Harrison hanya membangun pertahanan di dekat kota Ars. Berarti ia belum yakin menyerang Kota Ereck secara langsung. Oleh karena itu aku menyarankan, Pangeran Regar merampungkan dulu perawatan seluruh Robot tempur.”


“Bagaimana kalau mereka melakukan serangan kilat seperti yang terjadi di kota Venesia?” sela Pangeran Regar.


“Hercules dan Hefaistos bisa lebih dulu membawa pasukan utama ke kota Ereck untuk memperlihatkan kekuatan kita saja. Tak perlu melakukan serangan lebih dulu, kecuali mereka menyerang. Kita cukup bertahan saja, apalagi Manjanik yang ditemukan di Kastil Pangkalan Militer belum dikirim semuanya ke perbatasan,” sahut Vanessa lagi.


“Ide yang bagus!” Regar mengangguk setuju. “Ada ide yang lain?” tanya lagi.


“Kalau ahli strategi sudah bicara, kita yang otot besi tulang baja ini menurut saja,” sahut Hercules yang membuat mereka tertawa. Padahal suasana sedang tegang-tegangnya. Eh, ia malah ngelawak.


“Baiklah!” Regar mengambil kesimpulan dari catatan yang ia tulis dari berbagai masukan dari Kelima komandan tertinggi Pangeran Regar Virmilion itu. “Hercules akan memimpin Pasukan utama ke kota Ereck. Hefaistos dan Vanessa akan ikut. Sedangkan Charlotte dan Isabella akan tetap di ibukota mengambil kendali penuh kepemimpinan sementara. Karena aku dan Ratu Violet akan ikut terlibat dalam perang ini.”


“Bagaimana dengan Nona Anso De Beleza?” tanya Vanessa penasaran. Dia sangat menyukai wanita bertanduk kambing itu, tetapi Beleza terlalu lengket dengan Violet, sehingga mereka kesulitan untuk mengajaknya berbicara.


“Tentu dia ikut juga. Tak mungkin istri muda disia-siakan,” sahut Regar dengan senyum lebar.


“Hmm ... Pangeran nanti aku ikutan menjadi yang ketiga lho.” Vanessa kembali menggoda Pangeran, tetapi Dia hanya tersenyum lebar saja. Godaan dari Elf genit tetapi tak laku itu tidak mempan lagi pada Regar yang sudah berpengalaman sekarang.


Rapat pun bubar. Para Komandan itu segera meninggalkan ruangan, karena sibuk mempersiapkan mobilisasi pasukan militer ke kota Ars beserta barang-barang logistik.


...~Bersambung~...