
Pangeran Regar Virmilion dan Ratu Violet Celestine menumpang kapal angkatan laut Kerajaan Akkadia menuju kota Ereck, Kerajaan Sirius.
“Ayang bebeb ... kamu sudah tidur, ya?” bisik Regar meraba betis Violet yang berpura-pura tidur. “Ah, cepat sekali dia tidur. Yah, puasa lagi dong malam ini,” gerutunya lansung keluar dari kamar dalam kapal yang mereka tumpangi.
Padahal matahari baru tenggelam, namun Violet Celestine malah tidur lebih awal. Regar yang belum mengantuk memilih menemui Archer Charlotte, karena katanya malam ini semua komandan akan berkumpul membahas rencana awal mereka saat tiba di kota Ereck nantinya.
Violet melirik Regar yang dengan kecewa meninggalkan kamar. Ia langsung menghela nafas dalam-dalam dan bersyukur Regar tak memaksanya untuk bangun. Padahal ia sempat khawatir saat diraba-raba tadi.
Violet kemudian menarik selimutnya yang sempat ditarik oleh suaminya itu. Ia kemudian berusaha memejamkan matanya walaupun susah untuk tidur akibat kapal yang bergoyang-goyang, karena gelombang laut cukup ekstrim saat ini.
***
“Wah, semuanya telah berkumpul,” kata Regar saat memasuki ruang pertemuan. “Maaf, ya. Habis olahraga dulu sebentar, karena Violet sudah tak sabar ingin punya anak hehehe ....”
Regar tertawa menyeringai, ia sengaja mengatakannya karena keempat Archer yang ada di ruangan itu masih jomblo berkarat. Walaupun mereka sangat cantik, namun Rank mereka yang tinggi itu, membuat para Elf laki-laki tak ada yang berani melamar mereka.
Dua Swordman Rank SSS yang telah berkeluarga ikut tertawa mendengar ucapannya itu. Mereka sebenarnya ingin ikut mengejek, namun mereka takut pada Charlotte yang tak pandai bergurau, jadi mereka lebih memilih tertawa saja tanpa ikut mengompori.
“Ah, teganya dirimu Pangeran tak mengajakku. Kan, Vanessa juga pengen,” sahut Vanessa dengan suara mendesah.
Regar lansung menelan ludah dan mengangguk. “Tenang saja kakak Vanessa, aku akan mendatangi kamarmu nanti,” kata Regar dengan antusias.
“Ehem ....” Charlotte berdehem, ia membenarkan posisi kacamatanya. Kemudian berkata, “Coba saja kalian melakukan itu, aku akan melempar kalian ke lautan dan mengatakan pada Queen Emanuelle, kalau anaknya tak bermoral.”
Regar langsung merinding mendengarnya, ia langsung menuju tempat duduk di sebelah Charlotte. Yang lainnya tersenyum melihat seorang Pangeran malah ketakutan dengan ucapan asisten pribadi dan merangkap sebagai Wakil tertinggi Pasukan Militer Pangeran Regar Virmilion itu.
“Ara-ara ... kamu tak boleh begitu Charlotte pada Pangeran. Kan, ia sudah rela membahagiakan anakbuahnya. Seharusnya kamu ikut bergabung dengan kami, supaya kamu merasakan kenikmatan dunia ini hahaha ....”
Vanessa mengejek Charlotte yang tak menanggapi ejekannya. Charlotte kemudian mengeluarkan dokomen pemberian Pangeran Frederick. Ia membagikan dokumen yang telah disalin ulang itu pada kelima komandan Pasukan Pangeran Regar Virmilion.
Regar membaca dokumen itu, kepalanya lansung pening membacanya. Ia lebih suka bertarung melawan kumpulkan Goblin dari pada melakukan analisa begini.
“Jadi, tindakan apa yang akan kita lakukan Pangeran?” tanya Charlotte melihat Regar tak membaca dokumen yang ia berikan.
Regar berpikir sejenak, ia teringat beberapa ucapan Sebastian mengenai mengatasi masalah yang akan ia hadapi bila menjadi suami Ratu Violet.
“Aku akan memaksa Violet mengangkatku menjadi Panglima tertinggi Militer Kerajaan Sirius dan melakukan pembersihan terhadap tikus-tikus yang menggerogoti pemerintahan istriku,” sahut Regar dengan bangga tanpa memikirkan bahwa tujuannya itu membutuhkan rencana yang tinggi untuk mewujudkannya.
“Yang lain?” tanya Charlotte sembari menoleh ke arah Vanessa yang merupakan ahli strategi, walaupun ia genit begitu.
Menyadari Charlotte melihatnya, Vanessa segera berdiri dan meletakkan dokumen yang ia baca di atas meja. Ia kemudian merapikan sedikit baju seksinya, karena Regar selalu menoleh kesesuatu miliknya yang terbuka sedikit.
“Tujuan Pangeran memang bagus. Tapi bila dilakukan dengan grasak-grusuk malah akan membahayakan nyawa Pangeran sendiri,” kata Vanessa sembari melirik Regar. Ia kini berbicara dengan serius, gaya bicara mesum yang biasa ia lakukan tak tampak lagi. Vanessa malah tampak seperti Charlotte sekarang. Cantik dan berwibawa.
Regar mengambil pena dan menulis intisari ucapan Vanessa, ia juga ingin terlihat sebagai Pemimpin yang berwibawa dan terkesan berwawasan luas.
“Kalau masalah perizinan serahkan saja padaku. Katakan saja apa yang harus kulakukan untuk mewujudkan aku menjadi Panglima tertinggi Militer,” sahut Regar dengan ekspresi wajah serius, yang menandakan ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya itu.
Vanessa tersenyum mendengar ucapan Pangeran. Ia kemudian mengatakan Pangeran tak perlu buru-buru menjadi Panglima tertinggi Militer Kerajaan Sirius.
Langkah pertama adalah membersihkan kota Ereck dari pengaruh Panglima militer tertinggi saat ini, dengan cara mengirim semua pendukungnya ke garis depan medan tempur.
Langkah kedua merebut gudang-gudang logistik dan pertanian hingga ke Provinsi Athena dan Torus. Semua dilakukan atas nama Ratu Violet, agar para Jenderal pembangkang itu tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau mereka bergerak, berarti mereka telah menyatakan Pemberontakan terhadap Ratu Violet.
Kalau jenderal pembangkang itu mengerahkan pasukan militer mereka, berarti Pangeran Regar bisa berpura-pura terkepung dan akan dibunuh oleh mereka.
Dengan demikian, Raja Virmilion pasti akan menggerakkan Pasukan utama Kerajaan Akkadia untuk menyelamatkan Pangeran Regar.
Saat Pasukan besar itu mendarat di Kerajaan Sirius, Pangeran bisa memanfaatkan mereka menghancurkan semua Jenderal pembangkang itu.
Regar tersenyum mendengar perkataan Vanessa itu. Ia tak menyangka Vanessa yang mesum, ternyata sangat pintar menganalisis dokumen yang membuat otak Regar malah pusing membacanya.
“Tapi kita sedang digempur habis-habisan oleh Kerajaan Yakjud, terutama di luar Benteng Ibukota jumlah Pasukan Kerajaan Yakjud justru jauh lebih besar dari pada di Provinsi Istanbul lainnya.”
Charlotte menyela analisa Vanessa dan Regar yang ingin terlihat pintar juga ikut berbicara.
“Betul ucapan wakilku ini! Menurut pandanganku Pasukan Kerajaan Yakjud dari benteng 77 dan dari kota Basque yang kalau digabungkan hampir 200.000 Prajurit itu telah mengepung benteng ibukota.”
Vanessa geleng-geleng kepala mendengarnya. Kemudian berkata, “Inti pernyataan Pangeran itu apa?”
Regar tersenyum cengengesan, ia juga tak paham dengan inti ucapannya itu. Dia hanya berbicara agar terlihat keren saja.
Vanessa tersenyum melihat Pangeran Regar malah kebingungan dengan ucapannya sendiri. Kemudian ia melanjutkan Benteng Ibukota sangat kokoh dan sulit untuk ditaklukkan. Apalagi Pangeran Frederick masih menyisakan 20.000 Prajurit untuk mengamankan ibukota dan ada 5000 Prajurit Pengawal pribadi Ratu Violet dibawah pimpinan Sebastian.
Kalau Pangeran Regar mengambil alih Kastil Pangkalan Militer ibukota, ia juga akan mendapatkan 10.000 Prajurit Kerajaan Sirius di sana.
Dengan 35.000 Prajurit ditambah Prajurit Pangeran Darian yang sekarang menempati benteng Ibukota, maka Vanessa yakin bisa mempertahankan benteng ibukota dalam waktu lama.
“Tapi Prajurit yang ada di ibukota kan, Rank rendah, sedangkan makhluk hijau itu memiliki Rank SSS,” sela Regar.
Kali ini ia bertanya sungguh-sungguh tak berusaha tampak pintar seperti tadi.
“Apa Pangeran tak membaca dokumennya. Pasukan Pangeran Darian itu adalah Prajurit dari kota Basque yang merupakan Pasukan elite yang telah ribuan kali menggagalkan serangan Pasukan Kerajaan Yakjud ke benteng kota Basque. Ada beberapa Rank SSS di dalam Pasukan Pangeran Darian itu,” sahut Vanessa.
Regar tersenyum masam, karena ia memang tak membaca dokumen itu hingga tuntas. Dengan demikian, berarti 35.000 Prajurit dari ibukota dan 40.000 Prajurit Pangeran Darian akan mempertahankan benteng Ibukota. Sedangkan Pasukan Pangeran Regar Virmilion akan melakukan misi rahasia menghancurkan jendral pembangkang dan menjadikan Regar sebagai Panglima militer tertinggi di Kerajaan Sirius.
...~Bersambung~...