
Pangeran Regar Virmilion menghela nafas panjang saat melihat korban di pihak Pasukan Revolusioner sangat banyak sekali. Kini hanya tinggal Seribu Elf lagi dari puluhan ribu jumlah awal mereka saat meninggalkan Kerajaan Sirius.
Nasib berbeda juga terjadi pada Robot Tempur, kini hanya ada 30 Robot Tempur yang dalam kondisi layak dibawa berperang dan tidak ada lagi yang memiliki Perisai, sedangkan sisanya ada yang hancur serta dalam kondisi rusak.
“Apa yang akan kita lakukan pada Robot Tempur yang rusak ini, Pangeran? Apakah masih bisa diperbaiki?” tanya Elamina.
Pangeran Regar Virmilion mengangkat bahunya dan berkata, “Lupakan saja! Kita akan bergabung ke Pasukan utama Kerajaan Sirius. Takutnya nanti ada bala bantuan Goblin lainnya!”
Abraham dan Elamina menganggukkan kepala.
“Buat tandu darurat untuk Elf yang terluka secepat mungkin!” seru Abraham.
“Baik!”
Elf Pria maupun Wanita segera mempersiapkan tandu untuk Elf yang terluka, sedangkan yang tewas dalam pertempuran langsung dimakamkan agar tidak dijadikan makanan oleh Cerberus.
Satu jam pasir kemudian, Pasukan Revolusioner yang tersisa bergerak menuju Kota Solhell bersama Pangeran Regar dan Beleza.
...***...
Ratusan ribu Pasukan Kerajaan Sirius telah berbaris rapi menghadap tembok Kota Solhell yang di dalamnya telah dimobilisasi hampir Sepuluh Juta Goblin dari Pasukan Kerajaan Yakjud dan Ketiga Belas Suku.
Perang di Kota Solhell ini akan menjadi penentuan nasib Kedua Kerajaan, siapa yang akan menang dan yang kalah tentu akan mengalami genosida. Kerajaannya hanya tinggal dalam sejarah.
Ratu Violet Celestine sangat resah karena tidak ada Pangeran Regar Virmilion di sisinya. Dia takut tak bisa memimpin ratusan ribu Pasukan Kerajaan Sirius bila tiba-tiba Kerajaan Yakjud melakukan serangan lebih dulu.
“Salah satu Prajurit kita didatangi oleh Goblin yang bernama Traidor dan dia mengatakan bahwa dirinya adalah rekan dari Beleza serta yang membawanya kabur ke Kerajaan Sirius,” kata Vanessa.
Charlotte menoleh kearahnya dan berkata, “Aku pernah mendengar tentang dia dari Beleza. Apa yang dikatakannya?”
Semua mata tertuju pada Vanessa, mereka penasaran informasi apa yang telah diberikan oleh Traidor.
“Kalian lebih baik kembali ke perbatasan dan cari Sekutu dari Kerajaan lain untuk membendung serangan Kerajaan Yakjud. Kini Tiga Belas Suku sepakat mengirim Goblin terhebat mereka membantu Pasukan Kerajaan Yakjud melawan kita dan ada Sepuluh Juta Goblin saat ini di dalam Kota Solhell!” sahut Vanessa menghela nafas panjang.
Sulit membayangkan bagaimana cara melawan musuh sebanyak itu walaupun Elf didukung oleh Robot Tempur yang kekuatannya setara dengan Rank SSS.
“Apa kita mundur saja?” tanya Hefaistos—yang bulu kuduknya telah berdiri karena merasa takut duluan karena membayangkan keganasan lawan yang didukung oleh Cerberus dan Siluman burung.
“Kita tak bisa mundur! Kita harus melawan walaupun suamiku belum datang!” sela Ratu Violet Celestine.
“Aku mengusulkan Swordsman untuk bertahan saja dan kita akan mengandalkan serangan dari Archer,” kata Charlotte. “Oh, ya. Aku sebenarnya diam-diam mengirim pesan pada Raja Virmilion saat kita meninggalkan kota Pagan, mudah-mudahan beliau mengirim beberapa Batalion Pasukan Kerajaan Akkadia membantu kita.”
Ratu Violet Celestine tercengang mendengarnya, karena Charlotte cukup berani meminta bala bantuan padanya, padahal Pangeran Regar Virmilion saja sebagai anak Raja Virmilion tidak berani meminta bantuan padanya. “Apakah kamu yakin Beliau akan membantu kita?” Violet penasaran.
“Seharusnya sih, dia akan secara pribadi akan datang, karena aku menulis kata-kata perpisahan dan permohonan maaf dari Pangeran Regar Virmilion. Ha-ha-ha ... tapi tolong jangan beritahu Pangeran, ya! Aku menulis pesan itu atas namanya!” Charlotte tertawa pelan.
Semua tersenyum dan menggelengkan kepala. Entah apa yang akan terjadi bila Pangeran Regar Virmilion mengetahui ulahnya itu.