
Wilayah paling selatan daratan Latinesia atau tepatnya kota Diabhal, sangat ramai dengan lalu lalang Goblin muda. Mereka datang dari segala penjuru Kerajaan Yakjud dan sedang berlatih di sepuluh akademi militer milik Kerajaan. Itulah kenapa Pasukan Kerajaan Yakjud begitu perkasa hanya dengan sebentar saja sudah berhasil mengambil alih Provinsi Istanbul.
Langkah kaki Goblin sepuh, yang juga mantan salah satu Jendral Pasukan Kerajaan Yakjud terburu-buru menuju istana Raja Makjud. Wajahnya tampak tersenyum, beberapa Prajurit penjaga istana juga langsung menghormat saat melihatnya, tetapi Goblin sepuh itu hanya melempar senyum dan terus melangkah ke dalam istana.
“Tuan Cientifica! ada perlu apa? Raja Makjud sedang melakukan pertemuan dengan 13 Kepala Suku membahas invasi besar yang akan Kerajaan lakukan.” Prajurit penjaga istana mencegahnya masuk.
“Tidak bisakah kamu mengatakan bahwa, Laboratorium telah berhasil melakukan penelitian,” kata Cientifica yang merupakan Swordman Rank SSS dahulunya, saat usia senja ia ditunjuk menjadi Kepala Laboratorium oleh Raja Makjud yang berambisi menguasai daratan Latinesia dan memperbudak Elf serta menjadikan Ras Goblin satu-satunya Ras agung.
“Maaf tuan Cientifica, kami dilarang memasuki ruang rapat. Tunggulah sebentar lagi akan selesai,” kata Prajurit itu lagi.
Dengan terpaksa ia harus menunggu rapat selesai baru akan memberitahu Raja Makjud tentang hasil penelitian yang mereka lakukan selama sepuluh tahun ini.
Berkali-kali mereka gagal dan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Namun, mereka tetap bangkit dan terus melakukan ujicoba hingga akhirnya mereka berhasil pada percobaan terakhir.
***
“Aku menerima laporan dari Pasukan di barat Provinsi Istanbul, bahwa Ratu Violet Celestine telah menikah dengan Pangeran Regar Virmilion dari Kerajaan Akkadia.” Raja Makjud memberi tahu ke 13 kepala suku, setelah sebelumnya mereka membahas masalah internal Kerajaan Yakjud, kini Raja Makjud ingin membahas masalah invasi ke Kerajaan Sirius.
Ketiga belas kepala suku itu terkejut mendengarnya, karena sepengetahuan mereka pernikahan itu seharusnya di lakukan tahun depan. Makanya invasi ke Kerajaan Sirius dilakukan tahun ini agar tidak ada bala bantuan datang dari Kerajaan Akkadia.
“Kalau begini, kita tunda dulu saja invasi ke kota Ereck. Aku yakin Pangeran Regar Virmilion itu pasti mendapatkan Pasukan kuat dari Raja Virmilion,” kata Kepala Suku ke-10.
Tiap kepala suku diberi nomor, karena ada tiga belas Suku besar di Kerajaan Yakjud. Kepala Suku ini memiliki peran sama seperti Gubernur di Ras Elf. Karena Ras Goblin memiliki sistem pemerintahan berbeda.
“Apa kau sudah terlalu tua Kepala Suku ke-10, hingga takut dengan Pasukan kecil itu,” ejek Kepala Suku ke-5.
Kepala Suku ke-10 sangat geram mendengarnya, bila sekarang ini bukan pemerintahan Raja Makjud, maka sudah dipastikan akan terjadi perang antar suku. Walau hanya gara-gara hal sepele begitu. Namun, sejak Raja Makjud menggantikan ayahnya sebagai Raja. Ia mempersatukan seluruh Suku dan membatasi kewenangan mereka hanya terpusat pada pemerintahan sipil saja. Sementara untuk Militer diambil alih lansung olehnya.
Raja Makjud membiarkan mereka beradu mulut dan menoleh sekilas ke arah pintu keluar ruangan pertemuan itu.
“Bukankah itu Cientifica? Kenapa dia ke sini,” gumam Raja Makjud. Kemudian ia berkata, “Prajurit! suruh tuan Cientifica masuk!”
Prajurit yang berjaga di pintu ruang pertemuan segera memanggil Cientifica dan menyuruhnya masuk ke ruang pertemuan.
Para Kepala Suku yang tengah berdebat langsung diam melihat Cientifica masuk dengan senyum lebar tampak di wajahnya. Padahal selama ini ia jarang tersenyum begitu.
“Hormat saya Yang Mulia Raja Makjud!” seru Cientifica berlutut.
“Tak perlu sungkan tuan Cientifica. Silahkan duduk, masih ada kursi kosong,” kata Raja Makjud menunjuk kursi kosong di sebelahnya.
“Aku datang membawa kabar gembira Yang Mulia. Bahwa penelitian yang kita nanti-nantikan itu telah berhasil.” Cientifica mengatakan tujuan kedatangannya.
Semua di ruangan itu terkejut mendengarnya, setelah sepuluh tahun ini selalu gagal. Akhirnya membuahkan hasil juga.
“Berarti kita sudah bisa menggunakan mereka dalam invasi ke depannya,” sahut Raja Makjud antusias.
“Untuk saat ini belum bisa Yang Mulia. Kita masih membutuhkan banyak tubuh Elf untuk membiasakan mereka mengidentifikasi mangsanya. Stok tubuh Elf di laboratorium kebetulan habis. Kita harus membiasakan mereka memakan Elf agar tidak menjadi senjata makan tuan,” kata Cientifica.
Raja Makjud terkejut stok tubuh Elf telah habis, apalagi dalam invasi ke provinsi Istanbul kemarin, Pasukannya hanya mendapatkan mayat-mayat Swordman Elf saja. Sedangkan yang hidup hanya sedikit. Padahal laboratorium hanya membutuhkan Elf hidup.
“Prajurit Panggil Panglima Cranio!” seru Raja Makjud dan Prajurit itu lansung bergegas menuju Pangkalan Militer yang berada di dekat Pelabuhan yang jaraknya lumayan jauh dari istana Kerajaan Yakjud.
“Hewan apa yang berhasil kalian kembangkan itu?” tanya Raja Makjud pemasangan. Ia sudah tidak peduli dengan rapat mereka tadi. Begitu juga dengan kepala suku yang juga lebih antusias mendengarkan hasil penelitian pihak laboratory itu.
“Pertama kami menamakan hewan-hewan hasil penelitian ini dengan nama Siluman. Apakah Yang Mulia keberatan dengan nama itu?” Cientifica menatap Raja Makjud, dan ia mengangguk setuju. “ Baiklah, kami berhasil mengembangkan Siluman Burung dengan ukuran tinggi lima meter dan bobot tubuh 500kg.”
“Paruhnya panjang dan runcing, sayapnya seperti sayap kelelawar dan kakinya seperti kaki elang dengan cakar yang tajam seperti pedang, Siluman Burung ini dapat menyemburkan api dari mulutnya. Mungkin kedepannya kita bisa membentuk Pasukan Udara atau mengangkut logistik melewati wilayah yang sulit dilewati jalan darat. Aku rasa masih banyak manfaatnya lagi buat kita.”
Raja Makjud dan para kepal suku sangat senang mendengarnya. Mereka langsung bertepuk tangan dan mengucap selamat atas keberhasilan tim laboratorium itu mengembangkan senjata baru untuk Kerajaan Yakjud.
Masih dengan senyum lebar, Cientifica kemudian berkata, “Untuk siluman kedua adalah Siluman Cerberus, yaitu anjing berkepala tiga dengan tubuh besar dan juga dapat ditunggangi oleh Prajurit. Kepala pertama dapat menyemburkan api, kepala kedua menyemburkan air dan kepala ketiga menyemburkan angin kencang.”
Cientifica dengan bangga mempresentasikan hasil penelitiannya. Raja Makjud juga sangat puas mendengarnya dan tak sabar ingin pergi ke laboratorium untuk melihat langsung Siluman itu.
“Hormat saya Yang Mulia!” sapa Panglima Cranio berlutut di hadapan Raja Makjud.
“Berdirilah Cranio. Aku akan menugaskanmu untuk menyita semua Elf dari para bangsawan atau saudagar kaya. Termasuk milik Kepala Suku. Kita membutuhkan semua Elf yang ada di Kerajaan Yakjud untuk mengembangkan senjata pamungkas kita,” kata Raja Makjud dengan senyum lebar.
“Baik Yang Mulia, saya akan memerintahkan seluruh Prajurit menggeladah rumah penduduk yang memiliki budak Elf,” kata Panglima Cranio.
Saat itu juga ia langsung bergerak menyita Elf dari rumah-rumah penduduk. Terutama dari Goblin kaya, mau tak mau mereka terpaksa menyerahkan budak Elf mereka yang sebagian besar adalah Elf pria yang dikoleksi oleh Goblin wanita. Karena Swordman Elf sering tertangkap saat pertarungan langsung. Tetapi ada juga yang memiliki koleksi budak Elf wanita. Mereka kebanyakan hasil perdagangan gelap yang diselundupkan ke Kerajaan Yakjud.
Para Kepala Suku mendengus kesal mendengar ucapan Raja Makjud, karena mereka memiliki koleksi Elf wanita cantik. Bahkan ada yang sampai mengoleksi sepuluh Elf. Mulai sekarang semuanya akan disita untuk keperluan pengembangan senjata Siluman itu.
...~Bersambung~...