Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Kemenangan Kerajaan Sirius



Terjadi keributan di luar tenda Raja Harrison, beberapa Prajurit pengawal Raja berusaha menahan puluhan Rank SSS yang berusaha menerobosnya masuk.


“Apa yang terjadi di luar?”


Raja Harrison keheranan, saat ini ia sedang memikirkan strategi menghadapi musuh, malah diganggu oleh keributan itu.


“Aku juga tak tahu, aku akan melihatnya,” sahut Jenderal Leon.


Jenderal Areez muncul dari barisan belakang kumpulan Rank SSS itu, ia menampar pengawal Raja Harrison.


“Minggir kau! Kami telah mengambil alih pimpinan Pasukan Kerajaan Sirius Utara!” gertak Jenderal Areez lagi.


Pengawal itu ketakutan dan membiarkan mereka memasuki tenda, yang kebetulan Jenderal Leon keluar tenda dan kedua jenderal itu saling bertemu.


“Ada apa ini Areez?” tanya Jenderal Leon dengan tatapan tajam, ia merasa ada yang janggal dengan kedatangannya.


“Tahan dia!—Aku mengambil alih komando. Kalian hanya membuat kematian prajurit kita makin tak terbendung,” kata Jenderal Areez.


“Areez, kurang ajar kau! Mau melakukan kudeta, langkahi dulu mayatku,” ancam Raja Harrison muncul di hadapan mereka.


“Hahahaha ... terlambat untuk menunjukkan taringmu Harrison. Lihat ketidakpuasan dari mereka. Giring keduanya dan kibarkan bendera putih di benteng.”


Jenderal Areez tertawa mendengar ancaman Raja Harrison. Bahkan para Rank SSS lainnya ikut tertawa.


Raja Harrison dan Jenderal Leon tak berkutik lagi, keduanya digiring oleh Swordman Rank SSS menuju luar benteng, sedangkan Prajurit berpangkat rendah hanya menonton saja, karena mereka tak bisa mencampuri urusan militer berpangkat tinggi.


***


“Hentikan serangan panah dan Manjanik!” seru Vanessa saat melihat berdera putih telah dikibarkan di benteng Kerajaan Sirius Utara. Kemudian ia berkata pada Violet, “Ratu Violet, Pasukan Kerajaan Utara sudah menyerah. Kemungkinan terjadi kudeta militer di sana, Raja Harrison telah dipajang di luar benteng.”


Violet terkejut mendengarnya, karena jarak antara kota Ars dengan benteng Kerajaan Sirius Utara cukup jauh, Violet kemudian menggunakan teropong militer milik suaminya untuk melihat apa yang terjadi di benteng musuh tersebut.


“Kemungkinan Jenderal Areez telah berkhianat,” gumam Violet melihat Jenderal Areez tidak ikut dipajang di sana, ia malah ikut dibarisan para Rank SSS.


“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Ratu Violet?” tanya Vanessa.


“Bunyikan terompet tanda pasukan musuh menyerah. Selanjutnya, biarkan Pangeran Regar yang menentukan nasib mereka,” sahut Violet.


Kini Violet Celestine merasa sedikit lega, Elf yang membuat kedua kakaknya tewas telah menyerahkan diri. Kebencian dalam hatinya pada Raja Harrison telah terbayarkan.


“Toooottttttttttt!” Terompet panjang pertanda musuh menyerah terdengar ke telinga Regar.


“Ternyata Jenderal tua itu bermental lemah. Baru kalah sekali saja, mereka sudah menyerah.” Regar berkata dengan senyum menyeringai, yang membuat Beleza berpikir Regar akan melakukan pembantaian lagi di sana nanti.


“Pangeran!—Senyumanmu mengerikan,” sela Beleza.


“Eh, betulkah? hahaha ....” Regar tertawa, diikuti oleh para Swordman Rank SSS lainnya.


“Itu bagus Pangeran, supaya tidak ada lagi yang berani bersikap sok kuat dihadapan Anda,” sahut Alexander.


“Salah dikit mati!” canda Hercules juga.


“Tidak-tidak! Aku tak menyukai penampilan seperti itu. Aku ingin dipandang sebagai Panglima Militer berhati lemah lembut,” kilah Regar.


“Kalau begitu Pangeran akan dikelilingi gadis-gadis cantik,” sahut Vin, ikut-ikutan bercanda, tetapi malah membuat Beleza merajuk—dia menatap tajam pada Regar, karena ia melihat Regar tersenyum mendengar ucapan Vin.


Regar merasa bulu kuduknya berdiri, lantas ia menoleh kearah Beleza.


“Hehehe ... jangan khawatir sayang, aku tak akan menambah istri lagi, kok,” rayu Regar agar ia tak merajuk.


“Ehemmm ....” Alexander berdehem. “Panglima yang gagah berani; dapat mengalahkan Rank SSS itu, ternyata SSTI hahaha ....” Dia tertawa terkekeh-kekeh.


“Apa itu SSTI?” tanya Hefaistos.


“Suami-suami takut istri hahaha ....” Alexander kembali tertawa.


“Bukannya Nyonya Alexander lebih galak dan gajinya saja 90% dikirim ke kampung. Bahkan mau minum arak saja, ngambil dari gelas Elf lain,” sela Hefaistos menyindir Alexander.


Semua pun tertawa, termasuk Regar dan Beleza. Mereka tak menyangka Alexander malah menyindir dirinya sendiri.


***


“Pasukan Sirius sudah mendekat Jenderal!” lapor Archer Rank SSS pada Jenderal Areez. “Pasukan yang menyerah sebelumnya juga ikut dalam barisan Pasukan mereka.”


“Jangan ada yang mengangkat senjata. Kita akan aman dan diperlukan dengan baik nantinya, karena Ratu Violet Celestine itu berhati lemah lembut,” sahut Jenderal Areez.


Dia yakin akan bernasib sama dengan para Prajurit yang menyerah, tetapi ia tidak memperhatikan bahwa dalam Pasukan yang menyerah itu, tak ada Rank SSS atau Jenderal Buckingham.


Regar turun dari kudanya dan menyeringai menatap Raja Harrison.


“Jadi, kau ayah Sebastian Harrison. Elf tampan yang gugur dalam menjalankan tugas sebagai Prajurit Kerajaan Sirius.” Regar menyapanya.


“Kurang ajar kau Akkadian terkutuk!” sahut Harrison, darahnya mendidih dan ingin sekali mencabik-cabik wajahnya.


“Aaaaa, aku takut!” ejek Regar dengan senyum lebar.


Regar melihat ke arah Prajurit Kerajaan Sirius Utara yang sudah tak memegang senjata. Begitu juga dengan Jenderal Areez yang bertekuk lutut bersama Rank SSS lainnya.


“Bagi Rank SS kebawah, kalian boleh menentukan pilihan. Bergabung dengan kami atau menjadi warga negara biasa. Mungkin kalian nanti bisa menjadi anggota Guild, bertani atau berdagang; itu terserah kalian.”


“Kami setia pada Pangeran Regar Virmilion!” sahut mereka serempak dan bertekuk lutut dan hanya ribuan saja yang masih berdiri.


“Kalian mau menjadi warga sipil?” tanya Regar pada Swordman berumur empat puluhan.


“Saya ingin kembali ke desa Pangeran. Bertani dan beternak, sudah lama saya tidak berkumpul dengan keluargaku,” sahutnya.


“Bagus, Anda dan yang ingin menjadi warga sipil silahkan meninggalkan barisan. Sedangkan yang setuju bergabung dengan militer Kerajaan Sirius, menuju barisan belakang kami.”


“Siap Pangeran!” sahut mereka serempak dan meninggalkan benteng.


Kini tinggallah Raja Harrison dan Jenderal tua lainnya, beserta Swordman Rank SSS maupun Archer Rank SSS.


“Pangeran!” seru Beleza saat Regar akan mengatakan sesuatu.


“Ya, Beleza!” sahut Regar.


Para petinggi militer Kerajaan Sirius Utara bertanya-tanya, kenapa mereka dipisahkan dengan Prajurit berpangkat rendah.


“Apakah kami akan dieksekusi?” gumam Jenderal Areez, akhirnya menyadari tak ada Jenderal Jeffery maupun Buckingham di barisan Rank SSS pasukan Kerajaan Sirius. “Ah, sial! Aku telah melakukan kesalahan fatal,” gerutu Jenderal Areez mengumpati kesalahannya.


Beleza berbisik pada Regar untuk mengampuni Archer Rank SSS, karena sulit mengumpulkan pemanah jarak jauh. Jadi, sayang sekali kalau mereka ikut dieksekusi.


Regar juga berpikir begitu, lagi pula peran Archer dalam militer dipandang sebelah mata. Kecuali dalam pasukannya, yang justru Wakil tertinggi adalah wanita, begitu juga dengan tiga komandan tinggi lainnya—hanya dua laki-laki menjadi komandan tertinggi.


“Para Archer Rank SSS, silahkan bergabung dengan kami; sedangkan sisanya lenyap kan!” seru Regar lansung berbalik badan.


“Pangeran!”


“Pangeran ampuni kami!”


“Ini semua gara-gara Jenderal Harrison!”


Para Swordman Rank SSS memohon ampunan padanya, tetapi Regar sudah memberikan pilihan; tak akan ada belas kasih lagi—semua lansung dibunuh di tempat.


“Hahaha ... lihatlah kebodohan kalian. Mana mungkin dia memaafkan pengkhianat seperti kita.” Harrison tertawa keras.


Sedangkan Jenderal Areez hanya menunduk saja diumpati oleh Swordman Rank SSS lainnya. Karena dia adalah otak dibalik kudeta terhadap Raja Harrison.


...~Bersambung~...