Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Langkah Baru



Pangeran Regar Virmilion cukup puas latihan yang ia lakukan selama seminggu ini. Perkembangannya cukup pesat, ia telah naik ke Rank Platinum.


Regar memperhatikan Papan Virtual-nya:


Profil


Nama : Regar Virmilion


Usia : 19 Tahun


Job : Swordman


Rank : Platinum


Mana : 250.000 Capacity


Misi


Misi Dikerjakan : —


Misi Selesai : —


Pendapatan Setelah Dipotong Pajak : 55.000 Poin


***


“Pangeran!” Seorang Prajurit datang menghampirinya ke ruang bawah tanah. “Ratu Violet dan Nona Beleza datang ke kastil.” Prajurit itu melapor.


“Bawa saja mereka kemari; mungkin mereka rindu padaku,” sahut Regar tersenyum lebar.


Dia tak menyangka mereka akan datang, karena ia menyadari keduanya sebenarnya terpaksa menikah dengannya.


Regar tak begitu peduli, karena ia sendiri tak begitu mengerti tentang cinta. Dia sudah terbiasa sendiri saat berada di peternakan nenek Elisabeth dulu. Namun, setelah menjalani malam pertama bersama Violet, sebenarnya rasa cinta tumbuh juga dalam dirinya, tetapi ia tak mau mengungkapnya.


Setelah Prajurit itu pergi, Regar mulai berpikir, mungkin Violet datang kemari untuk memarahinya. Karena ia juga sudah tahu tentang kematian Sebastian dari Hefaistos.


Saat mendengar kabar itu, hatinya juga bercampur aduk. Entah senang atau sedih. Karena menurutnya, Sebastian adalah Swordman yang memiliki loyalitas tinggi pada Kerajaan Sirius, ia tak pernah membantah perintah darinya. Di lain sisi, ia juga senang, karena pikiran kedua istrinya tak akan lagi tertuju pada Elf tampan itu.


Memikirkannya membuat Regar pusing dan memilih berlatih lebih lama dan tak perlu mempercepat penyerangan ke Provinsi Athena, karena yakin Jenderal Harrison sendiri yang akan datang mencari dan menyalahkannya atas kematian Sebastian.


“Bajuku sudah hancur saat bertarung dengan Robot tempur. Aku harus pakai apa?—Ah, sial aku lupa menyuruh Prajurit mencarikan baju ganti untukku,” gumam Regar yang tak memakai baju lagi.


Pertarungan Regar dan Robot tempur cukup sengit. Regar mencatat skor 5 kemenangan dan 109 kekalahan. Itupun kemenangan diraih oleh Regar setelah naik ke Rank Platinum.


“Aku baru tahu ada ruangan bawah tanah di Kastil Pangkalan Militer ini,” kata Violet yang dipandu oleh Prajurit ke sana.


“Kami menemukannya secara tak sengaja, saat akan memindahkan Manjanik. Karena Pangeran Regar menginginkan Manjanik itu dikirim ke benteng pertahanan di perbatasan,” sahut Prajurit itu.


Violet tersenyum, ia tak menyangka Regar lansung mengirim Manjanik untuk memperkuat pertahanan di perbatasan. Padahal awalnya, ia menyangka Regar hanya akan mengandalkan kekuatan ayahnya saja nantinya. Namun, dugaannya salah; ternyata suaminya itu malah membangun kekuatan baru tanpa bergantung pada Kerajaan Akkadia.


“Ratu Violet dan Nona Beleza cukup menuruni tangga ini saja. Pangeran Regar sedang istrihat di dalam.”


Prajurit itu tidak ikut ke dalam ruang bawah tanah, karena tak ingin menjadi nyamuk pengganggu di sana.


Violet tersenyum padanya yang membuat Prajurit itu sangat senang. Itu adalah hadiah terbesar dalam hidupnya. Elf anak petani berhasil mendapatkan senyuman dari Elf tercantik seantero Sirius.


Violet dan Beleza menuruni tangga, mereka sangat terkejut ada matahari kecil di sana, yang sebenarnya adalah bola lampu dalam bahasa Planet Bumi dari galaksi Bima sakti.


Listrik bola lampu itu bersumber dari Robot mekanik yang dapat menyerap cahaya matahari versi Planet Latinesia dengan cepat. Hanya dalam waktu satu jam saja ia sudah dapat mengisi penuh baterai-nya yang dapat menampung daya sebesar 1.000.000.000 mAh.


***


“Pa-Pangeran!” seru Beleza terbata-bata melihat tubuh six-pack Regar yang lansung berbalik badan dan tersenyum pada mereka.


“Ah, maafkan aku, ya—tak bisa pulang ke istana seminggu ini. Aku sedang sibuk berlatih dan tadi malam telah naik ke Rank Platinum,” sahut Regar.


Violet dan Beleza pura-pura memperhatikan Robot tempur di sebelah mereka, karena malu melihat tubuh suami mereka itu, membuat Regar bingung. Apalagi mereka tak berkata apapun lagi dan wajah mereka tampak memerah.


“Hmm, Aku mengerti kalian malu melihat aku, ya?” Regar menggoda keduanya. “Kalau Beleza wajar dia malu, tetapi Violet kenapa ikut-ikutan malu. Kita sudah pernah sekali bergulat seperti ular sawah!” Dia geleng-geleng kepala melihat tingkah istri pertamanya itu.


“Sudahlah tak usah dibahas lagi. Inikah senjata rahasia yang ditinggalkan Alien itu? Kenapa Pangeran bisa menggunakannya?” Violet penasaran, sedangkan Beleza tetap menundukkan wajahnya tak berani melihat Regar.


“Baiklah aku akan jelaskan, tetapi kalian duduk di sebelahku dulu. Biar enak berceritanya sambil menghirup aroma wangi dari parfum kalian hehehe ....” Regar tertawa kecil menggoda mereka lagi.


Violet menarik tangan Beleza dan duduk disebelah Regar.


“Baiklah, dari mana awalnya aku bercerita, ya?” Regar berpikir sejenak, kemudian berkata, “Saat usia 17, Aku menemukan Alien yang jatuh dari langit dan ia terluka berat saat itu. Aku kemudian merawatnya hingga sembuh,” kata Regar sambil menarik tangan Beleza agar duduk di sebelah kirinya.


Kemudian Regar mengatakan lagi Alien itu berasal dari Planet Bumi dan berasal dari negera Indonesia. Dia mengajari Regar bahasa dan tulisan Indonesia.


Ternyata peninggalan yang ada diruang bawah tanah di Kastil Pangkalan Militer juga berasal dari Alien yang berbahasa Indonesia, tetapi peradabannya lebih maju. Mungkin dari Indonesia yang beratus-ratus tahun kemudian, karena menurut Alien itu, perkembangan teknologi sangat cepat terjadi dalam 150 tahun terakhir.


“Begitulah kira-kira, mengapa dengan mudah Aku menggunakan Robot tempur ini. Dan satu lagi, mengapa aku juga ingin kita memprioritaskan membangun akademi lebih banyak, agar suatu saat ada ilmuwan-ilmuan hebat dari Sirius. Namun, kita kalah selangkah dengan Ras Goblin yang malah sudah bisa menciptakan senjata tempur, bahkan mereka berhasil membuat istri buatku hahaha ....” Regar tertawa menggoda Beleza yang malu-malu kucing.


Wajahnya memerah seperti tomat dan tak tahu harus menjawab apa. Karena ia tak biasa digodain begini.


Violet hanya tersenyum tipis, pandangan seperti kosong, membuat Regar menghela nafas panjang.


Regar menarik tubuh Violet dan menyandarkan kepalanya ke bahunya.


“Maafkan aku sayang ...,” bisik Regar pelan. “Aku tidak bermaksud mencelakai Sebastian. Aku hanya menjauhkan kalian saja, supaya kamu tidak bergantung padanya. Namun, malah berakhir begini ....” Regar diam, karena terdengar isak tangis pelan dari Violet.


Beleza diam saja, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dia memang sudah mendengar kabar Sebastian telah tewas di tangan Goblin. Namun, hubungan antara Violet dan Sebastian ia belum mengetahuinya.


Tangisan Violet makin kencang, ia meluapkan semua kesedihan yang ia pendam selama ini. Sedangkan Regar hanya bisa mengelus-elus kepalanya saja.


“Kamu bisa menghukumku sayang ... terserah kamu mau memberikan hukuman apa?—Mau membunuhku atau mengusirku, silahkan saja. Kali ini, Aku mengakui salah dalam membuat keputusan,” kata Regar lagi tak tega melihat Violet sedih.


Suasana hening cukup lama, hanya terdengar suara tangisan Violet saja. Kemudian akhirnya ia menyeka air matanya dan menatap Regar dalam-dalam, membuat Elf Pria bermata coklat itu gugup dan tersenyum masam.


“Itu sudah takdir ... Aku akan melupakan semuanya dan mulai hari ini bersandar padamu. Aku juga tidak memaksa Pangeran Regar mencintaiku, cukup laksanakan kewajibanmu sebagai suami saja. Mungkin Beleza adalah wanita yang tepat untuk Pangeran Regar, karena ia belum pernah jatuh cinta pada siapapun,” sahut Violet memaksakan diri tersenyum, walaupun air matanya tetap mengalir.


Beleza ikut menangis tersedu-sedu mendengar ucapan Violet. Sedangkan Regar menarik nafas dalam-dalam.


“Kita bertiga adalah makhluk unik. Aku sebenarnya mirip dengan alien atau makhluk bumi yang tersesat ke Akkadia dulu, sedangkan Beleza si cantik bertanduk kambing—”


“Pangeran jahat!” Beleza cemberut.


Regar tersenyum lebar dan mencubit hidungnya.


“Sedangkan Violet, Elf tercantik di Sirius, bahkan aku sudah jatuh cinta saat melihatmu di Kota Marseille dulu. Namun, cintanya sebatas karena kamu cantik saja, tetapi mulai hari ini mari kita saling mencintai dari hati ke hati.”


Regar mengeluarkan kata-kata khas Pangeran dari negeri dongeng yang sering membuat meleleh hati wanita.


Isak tangis Violet dan Beleza pecah kembali, membuat Prajurit yang berada di lantai satu keheranan. Mereka menebak-nebak apa yang terjadi di bawah sana.


...~Bersambung~...