
Jenderal Maligno kembali mengalirkan mana ke tubuhnya, sehingga terbentuk Armor energi melindungi tubuhnya. Dia tidak menerima tawaran yang diberikan oleh Pangeran Regar Virmilion, karena ia takut Regar justru akan bertambah kuat dan membahayakan keberlangsungan Ras Goblin.
“Padahal aku telah berbaik hati untuk mengampuni kalian, tetapi kalian malah memilih jalan bunuh diri!” cibir Regar—mengalirkan Mana ke seluruh tubuhnya, sehingga terbentuk Armor energi.
Jenderal Maligno sudah yakin tidak akan memenangkan pertarungan ini, tetapi setidaknya dia bisa membawa Pangeran Regar Virmilion mati bersamanya, sehingga tongkat komando menjadi kosong dan itu akan menjatuhkan moral Pasukan Kerajaan Sirius.
“Anda terlalu banyak bicara!” sahut Jenderal Maligno—langsung mengayunkan Pedangnya ke arah Regar, tetapi tiba-tiba Sepuluh Robot Tempur muncul dari belakangnya dan menebas Jenderal Maligno berulang kali, sehingga ia pun tumbang seperti Goblin lainnya.
Tak lama berselang, suasana Kota Pagan menjadi sunyi. Tak ada suara jeritan saat merasakan tebasan musuh membunuh mereka.
Pangeran Regar Virmilion menengadah menatap kelap-kelip bintang di langit. “Tumpukkan semua mayat Goblin menjadi satu dan jadikan Kota Pagan ini menjadi kuburan mereka!”
“Baik, Pangeran!” sahut Swordsman Kerajaan Sirius yang berada di sebelahnya.
Regar tidak berkata apapun lagi, ia malah berbalik keluar tembok Kota Pagan—menuju tenda Ratu Violet Celestine. Namun, tiba-tiba Robot Tempur R-999 yang mengikuti Pasukan Revolusioner mentransmisikan pesan berisi adegan pertempuran antara Swordsman Evankhell melawan gerombolan Goblin yang lebih kuat.
Pangeran Regar Virmilion menghela nafas panjang dan ia hanya bisa berharap Pasukan Revolusioner lainnya bernasib baik dan tidak disergap oleh gerombolan Goblin.
“Pangeran!” sapa Beleza, sehingga membuyarkan lamunan Regar.
“Kamu belum beristirahat? Jangan terlalu dipaksakan saat bertarung. Nanti terjadi overdosis Mana saat kamu menyerap Mana yang telah terkontaminasi,” kata Regar mengingatkannya, karena Beleza tidak menyimpan Mana seperti para Elf, ia justru menyerap Mana disekitarnya saat sedang bertarung.
“Jangan khawatir, Pangeran!” sahut Beleza dengan senyum cerah sembari memeluk Pangeran Regar Virmilion—sehingga para Swordsman Elf yang ada disekitar mereka tersenyum melihatnya.
“Hmm?” Violet cemberut menatap Beleza yang malah bermesraan dengan Regar.
“He-he-he! Malam ini jatahku, lho!” Beleza menjulurkan lidah mengejek Violet.
Regar mengelus kepala Beleza dan berkata, “Jangan bertengkar! Kita harus beristirahat, karena besok kita harus bergerak menuju Kota Solhell.”
Beleza menganggukkan kepalanya dan Violet langsung duduk di sebelah Regar—membahas rencana apa yang akan berikan pada Pasukan Revolusioner, karena Perang besok akan berganti tempat dan akan semakin dekat menuju ibu kota Kerajaan Yakjud.
...***...
Pagi-pagi di pedalaman tengah Kerajaan Yakjud, Swordsman Abraham sedang bersiap membawa seluruh Pasukan Revolusioner menuju Kota Solhell untuk bergabung dengan Pasukan utama Kerajaan Yakjud, karena Ratu Violet Celestine telah memberikan perintah bergerak pada pasukannya.
“Elamina, kamu bergerak lebih dulu untuk memastikan tidak ada musuh menyergap kita. Bawa Sepuluh Robot Tempur bersamamu!” kata Abraham, karena Elamina adalah Archer Rank SSS yang memiliki jangkauan penglihatan yang sangat jauh dan cocok menjadi tim pengintai.
Abraham sengaja tidak memerintahkan Elf lain yang ikut bersamanya, karena bila ia ketahuan maka Elamina tidak perlu memikirkan keselamatan rekannya. Dia adalah Rank SSS pasti kecepatan larinya sangat cepat dan ada Robot Tempur juga yang melindunginya, Abraham merasa itu sudah cukup.
“Baik tuan Abraham!” sahut Elamina menaruh tangan kanannya di dada dan membungkukkan sedikit kepalanya.
Elamina kemudian menghilang seperti hembusan angin, begitu juga dengan Sepuluh Robot Tempur yang menjadi pengawalnya.