Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Menteri Kehakiman Menerobos Istana



Hanibal memasuki gerbang istana Kerajaan Sirius yang di jaga oleh Archer Rank Platinum dari Pasukan Pangeran Regar Virmilion. Tak ada Prajurit pribumi lagi di dalam istana, karena telah dipindahkan oleh Komandan ibukota yang baru. Tentu saja Komandan itu adalah Pangeran Regar Virmilion.


Hanibal tidak menyapa Penjaga gerbang itu, mereka nyelonong masuk ke dalam. Para penjaga membiarkan mereka, karena kalah jumlah. Belum lagi Hanibal adalah Swordman Rank S, tentu mereka kalah secara kekuatan.


“Ratu Violet!” teriak Hanibal di aula istana. Sehingga pegawai istana yang tersisa menatap kedatangannya dengan keheranan. Mereka tidak menyangka Hanibal berani berteriak begitu, padahal di mata mereka. Ratu Violet Celestine telah menjadi pemimpin tangan besi, menyingkirkan semua yang tidak sejalan dengan pemikirannya. “Cepat keluar!” teriaknya lagi.


Violet yang sedang membaca dokumen yang menunjukkan ke mana aliran dana Kerajaan selama ini mengalir, tiba-tiba di kejutkan dengan suara Menteri kehakiman yang berteriak-teriak dari aula istana.


“Itu menteri kehakiman. Pasti ia protes dengan kebijakan yang kita lakukan,” kata Violet menatap Charlotte.


“Sebaiknya Ratu Violet menemuinya. Aku akan ikut, bila dia bertindak diluar batas, maka aku akan melindungi Ratu Violet,” sahut Charlotte berhenti mengidentifikasi dokumen rahasia yang ia temukan di ruangan menteri istana. “Kalian lanjutkan meneliti semua dokumen, kami akan keluar sebentar!” perintah Charlotte pada bawahannya.


Keduanya menuju aula istana, menemui menteri kehakiman.


Menteri Kehakiman menatap sinis Violet saat ia muncul di hadapannya. Apalagi yang mendampingi Violet adalah Elf dari Akkadia, bukan Sebastian anak jenderal Harrison, yang biasanya menemani Violet ke mana-mana.


***


“Kenapa Anda berteriak-teriak di dalam istana?” tanya Violet menatap Hanibal dengan seutas senyum terpancar dari wajahnya.


“Maaf Ratu Violet. Anda sudah melanggar konstitusi dengan mengambil alih pekerjaan kami selaku Hakim yang berwenang mencegah tindakan kriminal dan korupsi.”


“Lansung saja ke intinya. Tidak perlu bertele-tele!” sela Charlotte yang menatapnya dengan tatapan dingin.


“Baiklah,” sahut Hanibal sembari mengeluarkan sebuah kertas. “Di dalam undang-undang yang tertera di sini. Kami akan mengambil alih penyelidikan kasus yang menimpa menteri istana. Ratu Violet fokus saja pada urusan pemerintahan dan yang lainnya,” kata Hanibal dengan senyum lebar.


“Oo, kamu jangan senang dulu. Mulai saat ini jabatanmu telah dicopot dan kamu akan diadili juga. Tangkap dia!” Charlotte memerintah pada pegawai kehakiman yang datang bersama Hanibal.


Pegawai kehakiman kebingungan, mereka tidak berani menangkap Hanibal dan mereka juga takut pada Charlotte yang merupakan Archer Rank SSS.


“Lancang sekali kamu Akkadian!” bentak Hanibal. “Atas dasar apa aku ditangkap dan tidak ada yang bisa memecatku.” Hanibal dibuat sangat marah dengan tindakan Charlotte itu. “Justru, aku sebagai Menteri kehakiman, akan menahanmu karena mencampuri urusan dalam negeri kami!” Hanibal balik mengancam Charlotte.


Charlotte tersenyum tipis sembari membenarkan posisi kacamatanya.


“Anda telah dipecat oleh Ratu Violet Celestine, karena tidak dapat mencegah kejahatan yang terjadi di kota Ereck ini, belum lagi Ratu Violet Celestine telah menemukan bukti keterlibatan Anda dalam kasus korupsi menteri istana. Dengan begitu secara otomatis Anda telah menjadi tersangka. Keputusan Ratu Violet adalah mutlak dan tak bisa diganggu gugat. Keputusan Ratu lebih tinggi dari undang-undang, siapa saja yang menolak keputusannya akan dicap sebagai pembangkang. Hukuman yang pantas bagi pembangkang adalah hukuman mati!”


Hanibal terkejut mendengarnya, ia tidak menyangka Violet akan berani melakukan itu. Padahal selama ini ia tidak pernah mengusik kaki tangan Militer. Hanibal berpikir Milea telah memulai perlawanan pada Militer.


“Ratu Violet pasti telah di paksa oleh Akkadian ini. Cepat tangkap dia!” Hanibal berkilah menutupi kesalahannya.


“Anda telah dipecat Hanibal. Menyerah saja!” Violet ikut berbicara. Padahal ia tidak pernah memerintahkan penangkapan Hanibal. Namun, ia tahu ini semua telah direncanakan oleh suaminya. Dengan terpaksa ia harus mengikuti permainan Regar untuk keselamatannya juga. Karena ia takut Regar memarahinya lagi.


“Ratu Violet!” gerutu Hanibal pucat, ia tahu tak akan mampu menghadapi Charlotte. “Kalian bunuh dia!” seru Hanibal pada anak buahnya. Sementara ia langsung berlari kabur keluar istana.


“Aaaaaaa!”


Teriak Hanibal, tiba-tiba merasa bahunya menjadi sakit. Ia kemudian mengalirkan tenaga dalam dan mengeluarkan benda kecil aneh dari bahunya itu.


“Benda apa ini?” gumam Hanibal menatap pintu masuk istana.


“Halo Hanibal ... kenapa Anda buru-buru keluar begitu,” ejek Regar dengan senyum menyeringai. “Padahal Aku mau membuat laporan padamu. Kami menemukan begitu banyak kriminal di dalam kota Ereck. Di manakah pegawai kehakiman? Kenapa kriminal kelas teri begitu gampang berkeliaran?”


“Ratuku! Apakah dia telah dijatuhi hukuman mati karena melakukan pembangkangan?” Pangeran Regar Virmilion menatap Violet.


“Benar Komandan Regar. Hanibal telah dijatuhi hukuman mati. Aku akan serahkan penghukuman pada Anda,” sahut Violet.


“Apakah Anda yakin Pangeran mampu melawannya?” Swordman Hercules berbisik padanya. Karena Hanibal adalah Swordman Rank S, sedangkan ia cuma Swordman Rank Gold.


“Nanti suruh Archer Freya menembaknya kalau aku terdesak. Masa kalian biarkan aku mati,” sahut Regar lansung melompat ke hadapan Hanibal, sehingga lantai istana itu hancur berkeping-keping, karena ia terlalu keras mendarat. “Ah, lantainya hancur. Katakan pada bagaian keuangan. Potong gajiku saja untuk memperbaiki kerusakan ini, nantinya.” Regar tersenyum telah merusak keramik lantai istana.


Hanibal juga menarik Pedang dari sarung pedang di pinggangnya. Ia berpikir walaupun mati, setidaknya dapat membawa Pangeran terkutuk yang telah menghancurkan kenyamanan kelompoknya selama ini.


Hanibal mengalirkan mana menjadi baju jirah besi menutupi seluruh tubuhnya. Tenaga dalam ia pusatkan pada Pedangnya dan lansung menyerang Regar.


Regar menangkis tebasan pedang Hanibal. Tubuhnya bergetar hebat, untung saja Mana miliknya telah setara Rank S. Sehingga ia bisa mengalirkan tenaga dalam yang banyak pada pertahanannya.


Regar menendang tubuh Hanibal sehingga mundur beberapa langkah, Regar lansung melompat tinggi dan menebas Pedangnya ke arah kepala Hanibal.


“Booommm!”


Lantai pijakan Hanibal hancur berkeping-keping, karena kuatnya tekanan pedang dialiri tenaga dalam besar. Regar telah menggunakan Mana 100.000 Capacity, itu berarti 90% total Mananya. Ia tak main-main dalam pertarungan ini, karena ingin memperbanyak pengalaman tempurnya.


“Kenapa dia sangat kuat? Padahal cuma Rank Gold. Kalau dia Rank S, aku sudah kalah dari awal,” gumam Hanibal menyeka darah di bibirnya. Ia terlalu meremehkan Regar, sehingga cuma menggunakan 30% Capacity Mana saja. “Sepertinya aku harus menggunakan seluruh Manaku menjadi tenaga dalam. Lagi pula menang atau kalah aku tetap mati,” keluhnya lagi.


Lantai pijakan Hanibal bergetar, energi besar merembes keluar dari tubuhnya. Ia melompat tinggi dan menebas Regar.


Aula istana itu hancur berantakan akibat pertarungan keduanya. Regar merasa kesulitan melawannya. Karena Hanibal jauh berpengalaman darinya.


Baju jirah dari tenaga dalamnya juga sudah dihiasi puluhan tebasan pedang Hanibal, untungnya hanya menggores luka ringan saja.


“Kau hebat juga Pangeran. Tidak salah Pangeran Frederick menikahkan-mu dengan Ratu Violet, dari pada anak jenderal Harrison yang cuma jual tampang saja hahaha ....” Hanibal tertawa lantang sembari melirik Ratu Violet yang tampak tidak senang dengan ucapannya itu.


“Aku rasa cukup sampai di sini saja latihannya, semoga kamu tidak mati kedepankan. Jendral Harrison pasti akan membuat perhitungan denganmu. Karena kamu telah mengirim anaknya ke garis depan.”


Hanibal kemudian menusuk Pedangnya sendiri tepat ke jantungnya. Dan Hanibal tewas seketika dengan posisi duduk. Regar tersenyum mendengar peringatan dari Hanibal, karena ia memang sengaja memancing agar para Jenderal tua itu bergerak.


Charlotte mendekati Regar dan menyerahkan selembar kertas padanya. Regar bingung kenapa ia disuguhkan kertas. Bukannya ditanya apakah merasa sakit atau tidak. Karena jelas-jelas bibirnya mengeluarkan darah dan bajunya penuh sayatan Pedang.


“Ga-gaji dua bulan! Tidakkkk!” teriak Regar sekencang-kencangnya, membuat semua yang ada di aula istana itu tertawa. Karena Regar tak akan mendapatkan gaji selama dua bulan ke depan untuk mengganti biaya kerusakan lantai aula istana itu.


Violet mendekatinya, “Pangeran tidak perlu khawatir. Kan, uang Violet; uang Pangeran juga.” Violet membujuk Regar agar tidak sedih.


Regar menatap Violet dalam-dalam, membuat Elf tercantik di Sirius itu tak berani menatap suaminya itu.


“Sepertinya kamu sedang sakit atau kesambet? Kok tiba-tiba perhatian begini.” Regar menempelkan tangannya ke kening Violet.


“Ih, aku mencoba berperan sebagai istrinya. Dia malah begini,” gerutu Violet dalam hati.


...~Bersambung~...