Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Pasukan Revolusioner; Bala Bantuan



Ratusan Siluman Burung menukik dari langit sembari menyemburkan Api ke arah puncak bukit tempat Elamina dan Archer Pasukan Revolusioner berada.


“Sial! Padahal kami hampir memenangkan Perang ini!” gerutu Abraham sedih melihat para Archer berusaha melakukan perlawanan pada serangan Siluman Burung milik Pasukan Kerajaan Yakjud tersebut.


Dari arah depan, tiba-tiba pepohonan bergetar hebat dan bala bantuan lain dari Kerajaan Yakjud muncul dengan Ratusan Cerberus sebagai senjata utama mereka.


Swordsman Pasukan Revolusioner yang telah kelelahan langsung merasa hidup mereka sudah berakhir. Kini tanpa aba-aba dari Abraham mereka langsung menerjang ke depan, setidaknya sebelum mati mereka berharap dapat membawa satu Goblin bersama mereka.


Satu persatu Archer Elf terbakar oleh semburan Api Siluman Elf, sehingga Elamina sebagai yang terkuat diantara Elf wanita Pasukan Revolusioner merasa sangat bersalah. Kenapa ia tidak bisa menolong rekan-rekannya.


Hal yang sama juga terjadi pada Swordsman Elf Pasukan Revolusioner. Satu persatu Elf laki-laki tersebut tewas dibunuh Cerberus walaupun ada Seratus Robot Tempur yang mendampingi mereka. Jumlah Goblin yang mereka hadapi terlampau banyak 1:20, ini benar-benar tidak seimbang.


Pepohonan tiba-tiba berubah menjadi hidup dan berjalan ke arah terjadinya Perang antara Pasukan Revolusioner Elf dengan Goblin.


Semua bingung apa yang terjadi, begitu juga dengan Elamina dan Archer lainnya—karena Pohon-Pohon itu malah memanjat tebing.


Pohon yang lebih besar yang mirip dengan Manusia Pohon melemparkan Pohon yang mirip dengan Manusia juga ke arah Siluman Burung. Namun, ukurannya lebih kecil dan Pohon tersebut langsung melilit tubuh Siluman Burung.


“Mereka di pihak kita, syukurlah!” Elamina menghela nafas lega—karena awalnya ia mengira akan diapit musuh dari segala arah.


Pohon-Pohon yang mendekat ke arah Cemberus juga melilit mereka, sehingga Robot Tempur dan Swordsman Elf dengan mudah memotong ketiga kepalanya.


“Mundurrrrrr!”


Para Goblin bergegas mundur ke arah Kota Solhell, benteng terkuat Kerajaan Yakjud yang dipersiapkan membendung serangan Kerajaan Sirius.


“Ternyata kamu jauh lebih kuat saat berada di hutan belantara!” kata Pangeran Regar Virmilion yang membawa Anso De Beleza bersamanya untuk membantu Pasukan Revolusioner—setelah mereka melihat ada kembang api yang ditembakkan oleh Goblin tak jauh dari Kota Solhell yang kebetulan sekali Pasukan Kerajaan Sirius baru sampai ke sana.


“Tentu Pangeran, Kan alam adalah kekuatanku. Di Kerajaan Sirius aku tidak bisa memaksimalkan potensi kekuatanku karena di sana sangat jarang sekali ada hutan,” sahut Beleza sangat senang dipuji oleh suaminya tersebut.


Siluman Burung segera mundur setelah Goblin yang ada di darat justru lari kocar-kacir meninggalkan medan perang. Siluman burung tersebut segera kembali ke Kota Solhell, walaupun sebagian diantara mereka dipaksa mendarat darurat karena tubuh mereka dililit oleh Pohon yang tiba-tiba bisa bergerak.


Sebagai Rank SSS, Abraham tak menyangka hanya butuh satu Wanita aneh yang tidak mirip Elf maupun Goblin tersebut untuk memenangkan Perang ini.


Abraham segera mendekati Pangeran Regar Virmilion yang berdiri di sebelah Beleza. Dia menaruh tangan kanannya di dada dan menundukkan wajahnya. “Abraham, Pimpinan Pasukan Revolusioner menyapa Pangeran Regar Virmilion!”


Regar tersenyum dan berkata, “Tidak perlu bersikap formal begitu. Lagi pula Ratu Violet Celestine tidam bersama kita.”


“Ah, eh! Ya,” sahut Abraham—gugup.


Elamina juga ingin menyapa Regar dengan sikap hormat. Namun, melihat suami Ratu mereka tersebut malah tidak mau disapa dengan sikap formal membuat Elamina sangat senang sekali.