Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Otoriter



Hari kedua setelah berdirinya Kerajaan Sirius Utara, Raja Harrison membuat propaganda, bahwa Kerajaan Sirius dibawah pimpinan Ratu Violet Celestine adalah boneka Akkadia.


Kerajaan telah dikuasai asing dan pribumi telah dijadikan sebagai babu saja. Dengan bukti, seluruh menteri sementara adalah Akkadian.


Pangeran Regar Virmilion yang mendengar desas-desus itu hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Padahal ia sudah mengurangi keterlibatan Pasukannya dalam pemerintahan Ratu Violet, walaupun posisi penting masih dipegang mereka.


Pasukan pengawal ratu misalnya, telah diisi semua oleh Elf asli Sirius, kecuali pimpinannya saja dari Swordman Rank SSS dari Pasukan Pangeran Regar, karena belum ada Rank tinggi dari Elf Sirius yang bergabung dengan pemerintahan Ratu Violet Celestine.


Pasukan Militer yang lama, tetap setia dengan Jenderal Harrison, yang kini menjadi Raja mereka. Makanya Ratu Violet tampak seperti antek Kerajaan Akkadia, yang merupakan Kerajaan terkuat di daratan Latinesia.


***


“Lapor Pangeran! Banyak Prajurit yang membelok ke barisan Kerajaan Sirius Utara. Beberapa pengacau juga mulai membuat kerusuhan di dalam kota dan beberapa kota kecil yang masih kita kuasai.”


Regar diam sejenak setelah mendapat laporan dari Prajurit itu. Regar teringat dengan ucapan Sebastian, yang mengatakan kalau di saat negara keadaan kacau. Kadang-kadang dibutuhkan pemimpin otoriter untuk menyatukan seluruh penduduk.


Darah akan tertumpah dari pedang tak akan terhindari, tetapi kedamaian akan lebih cepat tercapai.


Regar menatap Prajurit yang berlutut di depannya itu dan bertanya, “Berapa Prajurit tersisa di Kastil?”


“5.000 Prajurit lagi Pangeran!” sahut Prajurit itu.


“Perintahkan 1000 Prajurit membasmi pengacau, bunuh di tempat bagi yang melawan. Jangan sakiti wanita dan anak-anak; utamakan menangkap dalang perusuh itu.”


Regar berpikir sudah saatnya ia memiliki sifat tangan besi untuk meredam gejolak yang ada di kota Ereck.


Kerajaan Sirius sekarang tersisa Provinsi Damaskus saja, itupun bagian timur telah direbut oleh Jenderal Everald. Regar yakin Bagain tengah lambat laun juga akan direbut oleh mereka juga. Apalagi Pangeran Frederick juga harus menghadapi Pasukan Revolusioner yang malah ikut membuat kerusuhan.


Pasukan Revolusioner ini, menurut penyelidikan Pasukan Assasin milik Pangeran Frederick adalah mantan-mantan anggota guild lokal yang tak puas dengan keadaan Kerajaan Sirius dan mereka menginginkan mengubah sistem Kerajaan menjadi sistem demokrasi. Di mana Rank SSS akan dipilih menjadi pemimpin Sirius setiap sepuluh tahun sekali.


“Apa itu tidak akan menimbulkan gejolak lebih parah Pangeran, bila kita membunuh penduduk?” Prajurit itu heran dengan keputusan Regar.


“Kita tak ada waktu mengurus itu. Kalau perlu, bakar rumah mereka yang melawan Kerajaan. Vonis mereka melakukan pembangkangan terhadap pemerintahan Ratu Violet Celestine. Itu sudah lebih dari cukup, membuat mereka ketakutan,” sahut Regar tanpa ada senyum terpancar dari wajahnya. Padahal sebelum-sebelumnya ia selalu tersenyum lebar saat berbicara dengan para Prajurit.


Prajurit itu segera bergegas membawa 1000 Swordman menyelusuri kota Ereck dan sekitarnya untuk mengatasi para pengacau.


***


Proses perawatan robot tempur hampir rampung. Regar tidak mengisi ulang daya mereka dan hanya memperkuat perisai angin saja. Karena akan memakan waktu lebih lama, bila dilakukan perawatan secara menyeluruh.


“Kerajaan ini benar-benar hancur! Untung saja Kerajaan Yakjud sibuk merampungkan penelitian senjata rahasia mereka. Kalau sempat mereka menyerang juga, lebih baik aku mundur saja ke Akkadia dan membiarkan Harrison berperang melawan Goblin. Namun, aku yakin Violet pasti tak mau ikut denganku dan memilih mati di sini,” gumam Regar yang pusing memikirkannya. Karena rencananya selalu kalah selangkah dari musuh.


***


“Pangeran! Matahari sudah mulai terbenam!” Prajurit datang ke ruang bawah tanah mengingatkannya untuk segera kembali ke istana.


“Terimakasih,” sahut Regar berhenti bertarung dengan Robot tempur. “Bagaimana kondisi Kota Ereck sekarang?” tanyanya lagi sembari menaiki tangga ruang bawah tanah. Sedangkan Prajurit itu berjalan di belakangnya.


“Kami menjebloskan 5.000 perusuh dan membunuh 15 dalangnya dan menahan 3.000 wanita. Namun, setelah mendata mereka, kami segera membebaskan para wanita itu, sesuai dengan keinginan Pangeran,” sahut Prajurit itu.


“Bagus!” Regar tersenyum. “Dari 5.000 Pria itu, coba periksa catatan tindak kejahatan masa lalu mereka, dan ambil 20 Pria yang memiliki catatan kejahatan berat, kemudian gantung mereka di alun-alun kota. Untuk membuat yang lain berpikir seribu kali untuk melakukan kerusuhan lagi.”


Prajurit itu menelan ludah mendengarnya, ia tak menyangka ternyata suami Ratu Violet Celestine itu adalah sangat kejam juga. Padahal istrinya adalah Ratu yang lemah lembut.


Setelah sampai di luar, Prajurit itu kembali bertanya, “Apa perlu beberapa Prajurit mengawal Pangeran. Situasi di ibukota sangat rawan, bila bergerak sendirian Pangeran!” Dia khawatir dengan Regar yang selalu menolak untuk dikawal. Padahal, baru saja ia membuat perintah yang menjadikan ia Elf paling dibenci di Kota Ereck.


“Apa kau meragukan kehebatan Robot tempur ini?” Regar bertanya padanya.


“Tentu saja tidak Pangeran. Robot ini setara dengan Rank SS,” sahut Prajurit itu ketakutan, karena ia terlalu banyak bicara sejak tadi. Dia sudah melihat, kalau Pangeran Regar sudah tak suka, dengan gampangnya ia mencabut nyawa Elf tersebut.


“Bagus, Aku hargai kekhawatiranmu. Namun, lebih baik kau usahakan saja, bagaimana caranya Kota Ereck tetap aman dan roda ekonomi tetap berjalan normal.” Regar berkata lagi dan memacu kudanya, tanpa menunggu jawaban dari Prajurit itu.


***


“Ya, dewa matahari. Aku merasa seperti berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa saja,” keluh Prajurit itu segera menuju ruang tahanan mencari Pria yang akan digantung di alun-alun kota Ereck.


Dua Robot tempur berlari mengikuti Regar. Dia sudah memprogram mereka untuk menghalangi setiap musuh yang mendekat, sehingga ia berkuda dengan tenang.


“Kota ini benar-benar kacau!” gumam Regar melewati jalanan kota yang lengang—tersisa hanya ceceran darah, toko-toko yang rusak dan sampah yang berserakan di tengah jalan. “Sepertinya Aku harus meminjam dana besar ke ayah setelah perang ini usai.” Dia akhirnya teringat juga dengan Raja Virmilion.


Robot tempur mendeteksi pergerakan aneh di atap-atap rumah penduduk, sehingga Regar memutuskan berputar ke arah taman kota.


Dia berpikir, kalau ada yang mengincarnya, pasti Rank Elf tersebut diatasnya. Perkiraannya, paling rendah Rank S dan tak mungkin Rank Platinum. Karena kabar ia mengalahkan Swordman Erick Albert, Rank Platinum terkuat di Militer itu telah tersebar luas.


Bayangan hitam melesat dengan cepat keluar dari bangunan terakhir dan lansung melompat ke pepohonan taman kota.


Regar tak bisa melihat wajah Swordman yang ternyata adalah Rank SSS itu, sehingga jantungnya berdebar-debar hebat. Itu lawan yang sangat kuat, untung saja ia membawa Robot tempur yang memiliki perisai angin untuk bertahan.


...~Bersambung~...