
Pangeran Regar Virmilion memegang erat Pedang Queen E.Ve, sedangkan Jade, Swordman Rank SSS yang merupakan Assassin itu sepertinya mengeluarkan tenaga dalam lebih besar. Karena Regar makin kesulitan mengikuti pergerakan, apalagi banyak Pohon di taman kota—memudahkan Jade itu berpindah-pindah.
“Sial, lama sekali bala bantuan datang," gerutu Regar dalam hati yang gelisah, karena tak lama lagi perisai angin Robot tempur akan segera hancur.
“Matilah Akkadia terkutuk!” teriak Jade muncul dari balik pepohonan menebas punggung Regar. Namun, Robot tempur segera menghadangnya dan terdengar suara retakan. Salah satu perisai angin Robot tempur hancur, sehingga Robot tempur itu kini hanyalah setara dengan Rank SS biasa saja, tanpa ada yang istimewa.
Melihat situasi itu Regar mau tak mau juga harus bertarung dengan cepat, agar Robot tempur tidak dihancurkan oleh Jade. Dia menebas lengan Jade yang hanya meninggalkan retakan saja pada baju besi miliknya.
Robot tempur R-003 menghadang tebasan bertubi-tubi yang mengandung energi besar dari Jade, pisau tempur dari Robot tempur R-003 hancur berkeping-keping.
“Sepertinya ia memfokuskan satu titik saja dan mengabaikan kami,” gumam Regar yang panik melihat satu persatu lengan Robot tempur R-003 dihancurkan.
“R-004 tarik kakinya dengan ekormu!” Regar mengirim perintah melalui telepati, sedangkan Robot tempur R-003 telah terjadi kerusakan sistem, sehingga tak bergerak lagi dan keluar asap dari dadanya yang hancur oleh tebasan Jade.
Tebasan terakhirnya menuju kepala Robot tempur R-003, yang di mana itu letak Chipset berada, kalau sempat dihancurkan, maka Robot tempur R-003 tak akan dapat diperbaiki.
“Aku harus mengambil resiko besar,” gumam Regar menggunakan 150.000 Capacity Mana yang tersisa dan mengalirkan tenaga dalam terfokus pada Pedang Queen E.Ve yang lansung bersinar sangat terang.
Robot tempur R-004 menarik kaki Jade yang lansung terjungkal dan gagal membelah kepala Robot tempur R-003.
“Kau cukup hebat juga Pangeran!—tetapi trik kecil ini tak akan mengalahkan Aku,” ejek Jade lansung menusukkan Pedangnya ke tanah, agar tubuhnya tak tersungkur mencium tanah.
“Kuat saja tak cukup, tetapi kelicikan juga senjata mematikan!” sahut Regar menusukkan Pedang Queen E.Ve ke perutnya, hingga pegangannya pada Pedangnya lepas dan punggungnya mencium tanah juga.
Robot tempur R-004 menghempaskan Pedang milik Jade jauh darinya, sehingga ia harus bertarung dengan tangan kosong.
“Gawat!” Jade panik berusaha untuk berdiri kembali, tetapi Pedang Queen E.Ve telah menancap ke perutnya, sedangkan Robot tempur R-004 menghujani tebasan ke wajahnya, hingga armor besi di wajahnya retak. Namun, Jade terus mengalirkan Mana yang tersisa untuk melakukan regenerasi pada armor besinya.
Dalam keadaan terdesak begitu, Jade berusaha menangkap salah satu tangan Robot tempur R-004 untuk menghentikan tebasan bertubi-tubi yang menguras Mana miliknya, karena dipaksa melakukan regenerasi terus-menerus, belum lagi energi besar dari Pedang Queen E.Ve merusak satu persatu organ vital dalam perutnya, walaupun ia melakukan regenerasi ekstrim.
Jade berteriak kesakitan, Regar dan Robot tempur R-004 tak membiarkan Jade memulihkan diri.
“Inikah kelebihan Rank SSS, walaupun Aku sudah menancapkan Pedang di perutnya, tetapi tak terjadi ledakan energi. Apakah ia terus melakukan regenerasi dalam organ vitalnya?—Itu cepat sekali,” gumam Regar panik, Mana miliknya sudah menipis, sedangkan bala bantuan belum muncul juga.
Regar mencabut Pedang Queen E.Ve dan berlari kabur ke arah istana, meninggal Robot tempur R-004, karena ia memiliki sedikit Mana saja, ia kini berharap pertolongan Charlotte atau Isabella saja.
Luka menganga di perut Jade beregenerasi kembali, walaupun Robot tempur R-004 sempat memasukkan ekornya ke dalam luka itu, tetapi Jade segera mencabutnya. Mengatasi Robot tempur R-004 tidak terlalu sulit lagi, karena Regar telah kabur.
“Cih, sekarang tinggal 50.000 Capacity Mana lagi yang tersisa. Walaupun aku mati, setidaknya misi ini harus berhasil,” gerutu Jade menyerang Robot tempur dengan tangan kosong, serangannya cukup lemah, karena seluruh tenaga dalam miliknya difokuskan meregenerasi armor besi agar tak retak.
Saat ia berdiri sempurna, ia mengambil kembali Pedang miliknya dan melakukan serangan bertubi-tubi pada Robot tempur R-004 hingga perisai angin dari robot tempur itu hancur. Hanya dalam beberapa gerakan saja Robot tempur R-004 mengalami nasib yang sama dengan Robot tempur R-003.
Regar mendengus kesal, koneksi dengan Robot tempur R-004 telah terputus, itu berarti Jade akan akan menyusulnya.
“Habislah sudah!—Padahal baru juga aku menikmati hidup di dunia luar ini, setelah hanya terkurung di peternakan selama hampir 19 tahun,” keluh Regar berhenti berlari.
Regar menembaki Jade dengan Pistol G-2 miliknya, yang awalnya membuat Jade terkejut, karena dapat menembus armor besi miliknya. Namun, setelah ia memperkuat ketahanan armor besi, peluru dari Pistol G-2 lansung terpental seperti pistol mainan saja.
“Sudah diam dan terima saja kematianmu,” ejek Jade dengan tertawa pelan dan melompat dari atap bangunan, menebas Pangeran terkutuk dari Akkadia itu.
Booommmmm!
Jade terlempar berguling-guling puluhan meter, berhenti setelah menabrak rumah penduduk.
“Apa yang terjadi?” Jade kebingungan, tiba-tiba tanaman merambat menghalangi lompatannya dan malah mementalkannya.
“Apa yang terjadi?” Regar ikutan bingung. “Ta-tanaman merambat!—Apakah ini sihir milik Beleza?” Dia menoleh ke belakang dan melihat Beleza mendekat dengan Pohon raksasa yang bisa berjalan.
“Pangeran!” seru Beleza panik, “Maafkan Aku terlambat,” katanya lagi lansung menarik tubuh Regar keatas Raja Roh Pohon.
Beleza memeluk Regar yang tampak lemah karena Mana miliknya sudah terkuras habis, ia berlari hanya mengandalkan kekuatan fisik saja. Untungnya ia sering berolahraga tanpa menggunakan tenaga dalam dan juga untuk membentuk otot perutnya.
“Tak apa Beleza, syukurlah kau datang tepat waktu,” sahut Regar—air matanya mengalir deras, karena tak menyangka masih diberikan kesempatan hidup oleh Dewa Matahari.
Beleza melepas pelukannya pada Regar dan menatap Jade dengan tatapan murka. Baru kali ini ia merasa ingin membunuh, padahal selama ini ia tak mau menggunakan kekuatannya untuk membunuh makhluk hidup, walaupun disiksa saat berada di laboratorium Kerajaan Yakjud.
Beleza merapal mantra dalam bahasa Galisia, “Arbore Espirito, Destrue Esa Criatura Malvada!” Memerintahkan Roh Pohon membunuh Jade.
Tangan Raja Roh Pohon memanjang mengejar Jade yang berusaha kabur, karena tak dapat melihat Rank yang dimiliki oleh Beleza dan ia berpikir mungkin Beleza itu sangat kuat.
“Sial!—Apa-apaan ini, kenapa bisa sepanjang itu?” gerutu Jade panik, karena tanaman merambat dengan cepat menyusulnya.
Jade menebas tanaman merambat itu, namun berubah menjadi manusia pohon seukuran Elf, setiap ia tebas lagi, muncul manusia pohon—sehingga puluhan manusia pohon mengelilingi Jade dan melingkarinya.
Mereka bersatu kembali dan mengencangkan lilitannya, sehingga terdengar bunyi retakan pada Armor besi ditubuhnya dan saat Jade melakukan regenerasi, kembali lagi terjadi retakan pada Armor besi ditubuhnya, itu terus berulang-ulang hingga Mana milik Jade habis tak tersisa.
“Hah, pada akhirnya misi terakhirku malah kalah ditangan anak bau kencur. Bahkan ia baru Rank Platinum. Kalau rekan-rekanku tahu, mereka pasti akan mengejekku saat kami bertemu di akhirat nanti,” gumam Jade pasrah.
Dia mulai menjerit, saat merasakan tulang-tulangnya retak dan pembuluh darahnya juga hancur. Bola matanya keluar dan darah menyembur dari sela-sela tanaman merambat.
Regar sampai bergidik mendengar suara jeritan Jade, ia tak menyangka istri bertanduk kambingnya itu marah sekali.
...~Bersambung ~...