Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Ratu Violet Celestine Mengumumkan Perang



“Apa yang kamu genggam itu Beleza?”


Pangeran Regar Virmilion melihat ia memegang bakul dari tadi, tetapi tidak ia tanyakan karena suasana hati keduanya lagi dititik terendah.


“Oh, ini adalah kue yang kami bawa dari istana. Pasti Pangeran belum makan, kan?” tanya Beleza dengan senyum manis.


Regar sebenarnya sudah sarapan pagi di kantin Pangkalan Militer, tetapi untuk menyenangkan hati keduanya dia langsung mengangguk.


Regar mengambil sepotong kue dan memakannya dengan lahap, seperti ia tak makan berhari-hari saja.


“Pelan-pelan Pangeran, nanti tersendat!” Violet menegurnya. “Pelan-pelan saja, kami sudah makan kok, ini semua buat Pangeran.” Violet akhirnya tersenyum melihat tingkah suaminya itu.


“Tidak enak makan sendiri. Kalian harus makan juga, kalau takut gemuk; besok kalian ikut ke Provinsi Athena—Kita akan menyatukan seluruh negeri. Sudah tidak ada waktu berleha-leha. Nanti Kerajaan Yakjud merampungkan semua senjata rahasia mereka dan menyerang kita. Tak mungkin kita harus melawan tiga musuh sekaligus. Bisa kayak donat ini kita nantinya,” sahut Regar lalu menyumpal mulut Violet dengan donat ditangannya.


“Auauauaa ....” Violet menggerutu, entah apa yang dikatakannya, tetapi Pangeran Regar tertawa terkekeh-kekeh dan menoleh ke arah Beleza yang telah menutup kedua mulutnya lebih dulu. Regar menyeringai, membuat Beleza merinding melihatnya. Ternyata tangan Regar menjalar ke are sensitif milik Beleza. Sehingga mahkluk buatan berusia 17 tahun itu mendesah dan mulutnya terbuka. “Kena kau!” ejek Regar memasukkan kue bolu ke mulut Beleza.


Wajah Beleza memerah dan dia juga menggerutu, tetapi entah apa yang dikatakannya. Karena ia berbicara sambil mengunyah kue bolu berukuran besar yang memenuhi mulutnya.


Regar yang berusia 19 tahun 10 bulan itu tertawa terkekeh-kekeh, puas mengerjai kedua istrinya itu. Sedangkan Prajurit yang berada dilantai satu geleng-geleng kepala. Padahal sebelumnya mereka mendengar drama yang menyedihkan, tiba-tiba channel-nya telah berganti menjadi komedi.


“Violet ...,” bisik Regar dan Violet menoleh sambil mengunyah donat di mulutnya. “Sudah seminggu, kan?” Dia menjalarkan tangannya ke area sensitif milik Ratu Kerajaan Sirius itu.


“Pa-pangeran!” Violet terkejut dengan gerakan tangannya, yang membuat Violet mendesah. “Kita ada di Pangkalan Militer, nanti ada Prajurit yang melihat?” Violet berusaha menarik tangan Regar.


“Sudah tenang saja. Aku akan perintahkan Robot tempur menutup akses masuk ke ruang bawah tanah. Yang penting siapa yang duluan?—Sebagai istri pertama, aku akan bertanya padamu.” Regar berbisik di telinga Violet.


“Mungkin Beleza saja, dia belum pernah melakukan itu. Dia pasti penasaran?” sahut Violet dengan suara tersengal-sengal dengan permainan tangan Regar.


“Baiklah, tunggu ronde kedua!” bisik Regar beberapa saat kemudian, setelah Violet terkulai lemas. Dia menarik nafas dalam-dalam, untuk mengatur ritme pernapasannya. “Pangeran nakal!" bisik Violet dengan senyum hangat.


Beleza kaku seperti Robot tempur, ia baru kali ini melihat permainan yang mereka lakukan.


Regar tersenyum melihatnya, karena ia langsung memejamkan mata, saat wajah suaminya itu mendekati wajahnya.


Aduh, maaf semuanya, Komisi Penyiaran Indonesia atau disingkat KPI, melarang tayang adegan selanjutnya. Untuk adegan itu author serah pada imajinasi kalian saja, dan author tidak bertanggung jawab jika menimbulkan pikiran negatif pada kalian hehehe ....


Pukul 15.00 waktu Kerajaan Sirius, Regar dan istrinya keluar dari ruang bawah tanah bersama 100 Robot tempur yang telah selesai melakukan perawatan dan siap untuk bertempur. Namun, Regar kebingungan, tak ada Prajurit di lantai satu.


“Apa mereka mendengar suara ******* Violet dan Beleza, sehingga mereka kabur dari sini,” gumam Regar tersenyum masam. Pasti saat ia bertemu Prajurit, mereka akan berpikiran aneh-aneh nantinya. “Hadehhh ... memang betul yang dikatakan Violet tadi; seharusnya aku melakukan itu di istana saja,” gumam Regar melangkah ke halaman Kastil Pangkalan Militer.


Prajurit baru yang sedang berlatih dibawah bimbingan Prajurit yang Regar bawa dari Akkadia, lansung bertekuk lutut memberi hormat saat melihat mereka.


“Salam Ratu Violet Celestine, semoga panjang umur dan membawa kejayaan untuk Kerajaan Sirius.”


“Salam Panglima tertinggi, Pangeran Regar Virmilion!”


Semua Prajurit serentak memberi hormat dan salam pada Ratu dan Panglima Militer Kerajaan Sirius itu. Tak lupa mereka juga menyapa istri kedua Panglima tertinggi mereka.


Suasana hening sesaat, Regar menoleh ke arah Violet.


“Kenapa Ratu Violet diam saja. Prajurit Anda telah memberi salam.” Regar membuyarkan kesunyian itu.


“Ah, Aku sampai tidak ingat bahwa Aku adalah Elf nomor satu di Kerajaan Sirius,” bisik Violet pada Regar dengan senyum yang dapat membuat jantung pria berdebar-debar hebat saat melihatnya.


Regar geleng-geleng kepala, dan berpikir mungkin ia terlalu hanyut tadi dalam surga dunia yang mencapai beberapa ronde itu.


Bagi Swordman atau Archer, melakukan itu beberapa kali bukanlah hal yang sulit, karena mereka bisa mengisi tenaga kembali dengan mengalirkan Mana menjadi tenaga dalam.


“Aku Ratu Violet Celestine sangat bangga dengan kalian Prajurit baru. Walaupun sudah mengetahui Kerajaan sedang dalam kesulitan, karena ditekan oleh berbagai kekuatan. Namun, kalian tetap memilih mengabdi dan mencintai Kerajaan Sirius ....”


Violet diam sejenak memperhatikan mereka dengan senyuman hangat yang membuat lelah dan letih para Prajurit itu hilang seketika.


“Kalian adalah Pahlawan bagi Kerajaan Sirius dan mulai besok—kita akan menghapus siapapun yang berani berbuat makar di negeri tercinta kita ini. Angkat Pedang dan tarik anak panah kalian!—Jayalah Sirius!” teriak Violet mengepal tangannya ke udara.


“Jayalah Sirius!”


“Hidup Ratu Violet Celestine!”


“Hancurkan musuh Kerajaan Sirius!”


“Habisi pelaku makar!”


Violet Celestine lansung disanjung-sanjung oleh para Prajurit baru yang kebanyakan adalah Rank Silver dan Gold. Belum lagi kebanyakan mereka berasal dari kalangan bawah dari pedesaan dan penduduk pinggiran kota-kota besar.


Total 200.000 Prajurit baru telah dibentuk, mereka ditempatkan di berbagai instansi pemerintahan Kerajaan Sirius. Baik di kementerian atau di perusahaan milik kerajaan, serta yang terbaru di tempatkan di perbatasan provinsi Damaskus dan Istanbul, setelah Goblin makin berani melewati perbatasan dan menewaskan Sebastian, sahabat masa kecil Ratu Violet.


5000 Prajurit baru akan didampingi oleh 50 Swordman Rank Platinum dan 10 Archer Rank Platinum dari Prajurit Pangeran Regar Virmilion. Mereka akan dipimpin oleh satu Swordman Rank S yang juga berasal dari Prajurit Pangeran Regar Virmilion.


Saat ini di Kastil Pangkalan Militer ada 150.000 Prajurit baru yang akan memulai perang pertama mereka bersama Ratu Violet besok. Sedangkan 50.000 lainya tidak ikut, karena ada yang diperbatasan dan membantu instansi pemerintah.


“Hefaistos! Aku serahkan sisanya padamu. Jangan lupa perintahkan 75 Swordman Rank SSS, 15 Archer Rank SSS, 150 Swordman Rank SS, 30 Archer Rank SS berkumpul untuk mengawalku. Aku rasa 35 Rank SSS dan 120 Rank SS Pasukanku lainnya sudah cukup menjaga ibukota ini, kan?”


“Itu sudah lebih dari cukup Pangeran. Hanya Pasukan besar yang bisa mengalahkan mereka, kalau hanya beberapa individu saja, itu sama saja cari mati,” sahut Hefaistos yang merupakan salah satu dari lima komandan tinggi Pasukan Pangeran Regar Virmilion itu.


“Baiklah, kami kembali ke istana lebih dulu bersama dengan 100 Robot tempur ini. Ratu Violet akan berpidato di balkon istana untuk mengumumkan dimulainya perang melawan pemberontak di seluruh penjuru Kerajaan Sirius dan mengumumkan kita telah mendapatkan senjata rahasia. Supaya para pemberontak itu menyerah dan menghindarkan pertumpahan darah yang banyak. Kalau bisa jalan damai buat apa mengambil kekerasan.” Regar berkata lagi.


Hefaistos mengiyakan ucapan Regar dan segera menyusun persiapan untuk pergerakan pasukan yang sangat besar itu. Sedangkan Regar dan istrinya kembali ke istana.


...~Bersambung~...