
Ratu Violet Celestine memasuki balai kota Aleppo bersama ketiga Rank SSS yang mengawalnya dan juga Sebastian. Mereka lansung menuju ruang rapat darurat yang telah dipersiapkan oleh Richard, yang merupakan walikota Aleppo sendiri.
“Selamat datang Ratu Violet Celestine di kota Aleppo,” sambut Richard memberi hormat padanya.
Violet melambaikan tangan dan langsung duduk di kursi yang telah di sediakan. Begitu juga yang lain duduk di kursi masing-masing.
“Apakah ada pesan dari Pangeran Frederick, Walikota?” tanya Violet lansung ke intinya, tanpa berbasa-basi lebih dulu.
Richard berdiri dari tempat duduknya. “Pangeran mengatakan, kita akan mempertahankan Provinsi Damaskus sebisa mungkin. Dia juga mengatakan Provinsi Damaskus akan dibagi menjadi tiga pusat pertahanan.”
“Apa Para Panglima telah setuju mengirim Prajurit dari Pangkalan Militer di utara?” tanya Violet penasaran.
“Sayang sekali, para jenderal tua itu tetap berkepala batu,” jawab Richard.
Sebastian hanya bisa tersenyum masam, karena ayahnya lah, jenderal pembangkang itu.
“Pangeran Frederick akan memimpin Pasukan yang tersisa di ibukota kota, Ratu Violet memimpin pasukan di bagian tengah ini dan Pangeran Darian akan memimpin wilayah atas. Sekarang kita hanya berharap dengan kekuatan yang tersisa ini, kita bisa bertahan.”
Wajah Richard tampak sedih menceritakannya.
“Kenapa Aku yang memimpin bagian tengah Provinsi Damaskus ini? Bukannya Panglima militer menunjuk Sebastian sebagai Komandannya?” tanya Violet kebingungan.
“Ini adalah perintah darurat, jadi Pangeran Frederick bertindak tanpa menunggu persetujuan militer. Karena Sebastian bukan anggota militer dari Pangeran pertama atau kedua. Maka, secara otomatis ia telah gugur menjadi komandan militer. Sekarang status Sebastian hanyalah Kepala Pengawal Ratu saja,” jawab Harry.
Sebastian hanya tersenyum masam, ia tak menyangka akan seperti ini situasinya. Secara tak langsung ia menjadi tawanan secara tak langsung.
Jika Jendral Harrison mencoba menangkap Pangeran Frederick atas tindakannya yang melakukan darurat militer tanpa persetujuan Panglima. Maka ia bisa melakukan negosiasi dengan menangkap balik anak jenderal Harrison, yang merupakan Sebastian sendiri.
***
“Bagaimana Noella, di manakah orang tuamu?” tanya Regar padanya, yang tampak ragu-ragu.
“Ayah dan ibu adalah budak tuan Argen. Aku di suruh Pendeta menyelinap ke gerobak yang di tarik ayah. Namun saat Aku akan naik, tiba-tiba tuan Argen datang. Aku langsung berlari, karena kata ibu, aku tak boleh di lihat olehnya. Lalu aku kembali ke Kuil, tapi sudah tak ada orang di sini.”
“Kenapa tak ikut dengan penduduk lainnya?” tanya Regar lagi.
“Kata ibu, aku hanya boleh bermain dengan orang-orang di kuil, sedangkan orang desa tidak boleh,” sahut Noella yang sedang di gendongnya itu.
“Sepertinya ada sesuatu yang dirahasiakan oleh orangtuanya. Apa mereka takut tuan Argen itu menjual Noella, ya?” Regar menduga-duga penyebab keberadaan Noella dirahasiakan. “Sepertinya itu adalah alasan paling masuk akal, karena orangtuanya adalah budak. Secara otomatis, ia juga budak dan tuan Argen itu bebas mau berbuat apa saja pada Noella,” batinnya lagi.
Keduanya berjalan ke perkebunan dekat desa Evergarden itu. Selain memiliki banyak Peternakan, desa ini juga memiliki perkebunan jeruk, semangka, apel dan jambu-jambuan.
“Kakak, Aku mau turun!” seru Noella ingin segera memetik semangka yang menjalar di tanah.
Regar menurunkannya dan Noella langsung memetik semangka yang besarnya hampir setengah badannya. Tentu saja ia tak sanggup menariknya.
“Hahaha ... mana mungkin kamu sanggup mengangkat itu. Lebih besar semangkanya daripada badanmu,” ejek Regar.
Noella menggembungkan pipinya, ia tampak terus berusaha mengangkat semangka besar itu.
“Sini kakak, potong-potong!” seru Regar mengeluarkan Pisau dan memotongnya kecil-kecil.
“Manissssssssss-nya!” seru Noella memakan buah itu.
Regar memanjat pohon Apel dan memasukkan beberapa biji ke dalam tasnya. Ia juga pergi ke kebun jeruk dan mengisi ke dalam tasnya beberapa lagi.
“Sepertinya su—” Tiba-tiba Regar melihat sepuluh Goblin Rank Platinum sedang memanjat pohon jambu. “Apa mereka sedang berpatroli atau menyusuri apakah ada Elf yang tersisa di desa Evergarden ini,” gumam Regar memperhatikan apakah ada rombongan lain dari Goblin itu.
“Apak kau dengar itu?”
“Apa?”
“Itu, suara Elf, anak-anak sedang bernyanyi, lihat kebunku penuh de—”
“Kenapa kau bernyanyi bodoh! Ayo kita tangkap. Kalau di jual pasti akan mahal itu,” kata Goblin lain dengan semangat, segera menaiki kudanya.
Regar yang mendengar percakapan mereka, segera menghadang Goblin-goblin itu.
“Mau kemana kalian?” kata Regar yang sudah mengalirkan tenaga dalam ke tubuhnya. Sehingga tubuhnya dilapisi tenaga dalam berbentuk baju jirah. “Apa kalian tak mau menagkap aku yang tampan ini? Pasti hargaku sangat mahal kalau di jual ke wanita-wanita Goblin,” ejek Regar memprovokasi mereka.
Melihat Swordman Elf Rank Gold mengejek mereka. Para Goblin tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya. Mereka tak tahu, Regar itu sedang waras atau mabuk. Bisa-bisanya, ia menantang lawan yang jauh lebih kuat dari mereka.
“Komandan Zio, biarkan Aku yang memberikan pelajaran pada anak bau kencur ini. Biar kuperlihatkan padanya batasan antara Rank Platinum dengan Rank Gold,” kata bawahan Zio itu.
“Jangan terlalu serius, nanti harganya malah turun hahahaha ....” Zio tertawa dan mengijinkan bawahannya memberikan pelajaran pada Regar.
Dengan Palu besar ditangannya, Goblin itu lansung menyerang Regar tanpa kekuatan penuh. Ia hanya mengerahkan sepertiga saja kekuatannya, karena jarak Rank mereka cukup jauh.
Pangeran terkutuk itu mengalirkan sepuluh persen Capacity Mana menjadi tenaga dalam. Itu adalah Mana yang ia serap sewaktu di dalam Kuil Matahari.
Tanah pijakannya lansung hancur berantakan, saat ia memasang kuda-kuda beladiri. Zio yang memperhatikan mereka lansung kaget, ia merasa aneh, kenapa bisa Swordman Rank Gold memiliki tenaga dalam yang sangat kuat.
Ia masih berpikir sejenak, namun bawahannya itu telah terpenggal. Tak sampai disitu, Regar terus maju dan mulai menebas bawahannya yang ada di atas kuda.
“Dia sangat kuat!” teriak Zio memperingatkan bawahannya. Namun saat ia melihat sekelilingnya, sudah tak ada lagi yang bernyawa.
“Halooooooo bocil!” ejek Regar berdiri di atas kepala kuda yang Zio tunggangi.
Sontak saja ia sangat kaget, lansung melompat turun dari kuda itu. Ia mengalirkan seluruh Capacity Mana menjadi tenaga dalam. Kemudian ia melakukan perlawanan pada Regar.
Pertarungan mereka cukup sengit, ia bisa bertahan beberapa tarikan nafas. Hingga akhirnya tewas juga di tangan Regar.
“Terimakasih atas kuda-kuda yang kalian berikan ini. Noella, kita akhirnya bisa makan malam,” kata Regar membawa dua ekor kuda itu. Satu untuk ia sembelih dan dijadikan makan malam. Sedangkan satu lagi ia pakai untuk perjalanan ke kota Aleppo.
Regar kembali ke tempat Noella ia tinggalkan tadi.
“Hei, belum kenyang, kah?” Regar mengagetkan Noella yang asyik memakan semangka.
“Ah, perut Noella rasanya mau pecah!” sahut gadis kecil itu.
“Ayo pergi, nanti malam pasti kau akan ngompol terus, karena air semua yang ada dalam perutmu,” ejek Regar, menaikkan Noella ke atas kuda.
Tampak Noella sangat senang, karena ia belum pernah menaik kuda sebelumnya. Orang tuanya dan pihak Kuil Matahari sangat merahasiakan identitasnya, agar tak membahayakan dirinya.
...⚔️Bersambung⚔️...