
Hari ini adalah hari bahagia untuk Pangeran Regar Virmilion. Karena ia akan menikah dengan Ratu Violet Celestine dari Kerajaan Sirius.
Raja Virmilion mengadakan pesta besar-besaran, seluruh penduduk kota Arpad dipersilahkan ikut merayakan pesta itu, hanya dengan datang ke halaman istana Kerajaan. Karena di sana telah disediakan berbagai macam jamuan makan dan hiburan lainnya.
Namun diluar ekspektasi mereka, ternyata yang datang hanya beberapa penduduk saja. Kebanyakan yang datang adalah penduduk miskin yang ingin merasakan masakan buatan istana.
Stigma Pangeran terkutuk masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar penduduk kota Arpad itu.
Queen Emanuelle hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Baru kali ini pesta pernikahan anaknya sepi pengunjung begini. Padahal mereka telah menyiapkan pesta yang meriah.
Untuk mensiasati hal itu, Raja Virmilion memerintahkan Prajurit yang sudah berkeluarga untuk membawa keluarga mereka menghadiri pesta itu dan mereka boleh liburan dua hari tambahan sebagai kompensasinya.
Menjelaskan tengah hari halaman istana sudah dipadati oleh Prajurit yang sudah berkeluarga. Mereka bersorak gembira saat Pangeran Regar Virmilion berjalan didampingi oleh Queen Emanuelle menuju Altar Kuil Matahari.
“Panjang umur Pangeran Regar Virmilion!”
“Hidup Pangeran Regar Virmilion!”
“Wah, ternyata Pangeran Regar Virmilion sangat tampan, walaupun ia tak mirip Elf!”
“Yah, kalau tahu begini. Aku akan melamar menjadi Prajurit divisi Pangeran Regar Virmilion!”
“Pangerang jangan lupa minum obat kuat cap banteng, biar tahan lama!”
“Hahahaha ....” Tawa pecah saat salah satu Swordman bercanda pada Pangeran Regar yang tersenyum menanggapinya.
“Jangan-jangan kamu lemah syahwat, ya?” ejek Swordman lain pada Swordman yang bercanda pada Regar itu.
“Hei, aku ini kuat di ranjang lho, lihat hasilnya tiga Elf imut-imut ini,” sahutnya tak terima diledekin temannya.
“Ah, Betulkah kak?” tanya Elf itu lagi pada istri Elf tadi.
“Apaan, dia sering minta ampun kalau diajak beberapa ronde,” sahut istrinya yang membuat gelak tawa makin pecah.
Sword itu lansung mencubit pelan istrinya, karena mempermalukan dirinya dihadapan teman-temannya.
***
Ratu Violet Celestine sangat gugup, mendengar suara Prajurit yang berteriak keras mengatakan pengantin pria akan memasuki Altar Kuil Matahari.
Ratu Violet Celestine yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih itu melirik kakaknya Pangeran Frederick.
“Kakak ... Aku gugup sekali!” bisiknya dengan tatapan mata berkaca-kaca.
Pangeran Frederick tersenyum. “Itu wajar, kakak dulu juga begitu. Namun saat kalian selesai mengikat janji suci, maka kalian akan lega dan bahagia setelahnya,” sahut Pangeran Frederick.
Ratu Violet Celestine hanya ditemani oleh Pangeran Frederick, beberapa menteri, tiga Swordman Rank SSS dan dua Archer Rank SSS saja. Sedangkan Pangeran Darian, kakak keduanya tak ikut. Karena ia sibuk menghalau invasi militer Kerajaan Yakjud di utara Provinsi Damaskus.
“Maafkan aku Sebastian, aku tak bisa bersamamu lagi,” gumam Violet Celestine yang berat melupakan sahabat yang ia cintai itu.
Violet Celestine kemudian melihat sosok Elf Pria yang tak mirip Elf sama sekali, karena rambutnya hitam pendek, warna kulit sawo matang dan telinganya tak runcing.
Violet sedikit lega, ternyata tunangannya itu tak seburuk yang ia bayangkan. Walaupun menurutnya Sebastian masih jauh lebih tampan.
Violet Celestine melempar senyum palsu yang ia paksakan. Itu karena Pangeran Frederick membisikkannya agar tersenyum, sebab dari tadi ia kebanyakan melamun, sehingga wajahnya tampak kusut.
“Wah tampan sekali anakku ini,” kata Raja Virmilion yang lebih dulu berada di Kuil Matahari bersama Pendeta Kerajaan, yang akan memberkati pernikahan mereka.
“Ya, iyalah kau puji anakmu sendiri. Jauh lebih tampan Sebastian lagi,” gumam Violet Celestine saat mendengar pujian berlebihan Raja Virmilion pada Pangeran Regar.
“Tentu saja Aku sangat tampan, gen ayah mengalir padaku. Hahahaha ....” Regar tertawa lebar mendengar pujian ayahnya. “Tapi aku akan melampaui ayah,” katanya lagi.
“Maksudmu?” tanya Raja Virmilion kebingungan mendengarnya.
“Lansung saja aku tak paham maksudmu,” sela Raja Virmilion.
Regar mengalirkan tenaga dalam pada pita suaranya. Kemudian berkata dengan lantang, “Bagi para Archer yang telah mencapai Rank SSS boleh mengajukan diri menjadi Selirku, dari mana saja kalian. Baik yang ada di divisiku atau divisi lain. Maupun dari Kerajaan lainnya juga. Aku akan membangun kekuatan dengan pernikahan politik.”
Raja Virmilion yang mendengarnya hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia tak menyangka anaknya akan kepikiran sejauh itu. Padahal Ratu Celestine mau menikah dengannya saja sudah syukur. Ini malah sok-sokan ingin menjadi Pangeran Harem.
Para tamu undangan tertawa mendengar ucapannya itu. Begitu juga ribuan Elf yang memadati halaman istana.
“Hei berlatihlah dengan giat, agar kamu bisa menikah dengan Pangeran Regar,” canda Elf wanita pada temannya.
“Nanti aku malah dikutuk juga, berubah menjadi Goblin,” sahut Elf wanita itu tertawa cekikikan.
Ratu Violet Celestine hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, ia sangat kesal mendengar ucapan suami terkutuknya itu. Belum juga resmi menikah, sudah sok-sok ingin nambah.
“Baiklah ... kedua mempelai silahkan maju ke sini,” ucap Pendeta.
Upacara pemberkatan pernikahan mereka akan segera dimulai.
Pangeran Regar Virmilion segera berjalan ke altar, begitu juga Violet Celestine yang berjalan dengan senyum masam.
“Apakah Pangeran Regar Virmilion menerima Ratu Violet Celestine sebagai pasangan hidupmu, dan menerima ia apa adanya,” kata Pendeta Kuil Matahari.
“Aku berjanji atas nama Dewa Matahari, menerima Violet Celestine dengan sepenuh hatiku dan mencintainya apa adanya,” sahut Regar dengan senyum lebar. “Ini bukan apa adanya, malah rejeki nomplok. Elf paling jelek di Planet Latinesia, malah mendapatkan Elf tercantik di Sirius,” katanya lagi dalam hati.
“Bagaimana para saksi?” tanya Pendeta itu pada Raja Virmilion dan Pangeran Frederick yang menjadi saksi di upacara pernikahan itu.
“Sah!” sahut Raja Virmilion.
“Sah!” sahut Pangeran Frederick juga.
Semuanya lansung bersorak gembira dan tepuk tangan di seantero halaman istana itupun pecah.
Salah satu Swordman bertubuh gempal kemudian berkata, “Cium Ratu Violet Celestine!”
“Cium!”
“Cium!”
“Cium!”
Kata-kata itu menggema di halaman istana Kerajaan Akkadia itu.
“Ini yang kuharap, kan.”
Regar memegang pundak Violet Celestine tanpa menunggu persetujuan darinya.
Raja Virmilion yang melihat anaknya malah nyosor tanpa meminta persetujuan lebih dulu, kembali gelang-gelang kepala. Ia merasa malu dengan tindakannya itu dan juga memakluminya, karena mereka telah mengkarantina Regar sejak kecil di peternakan nenek Elisabeth. Jadi wajar ia tak paham tata krama.
“A-apa yang kamu lakukan,” ucap Violet Celestine dengan suara bergetar, tubuhnya menggigil ketakutan.
Regar tersenyum menyeringai. “Tentu saja melakukan permintaan rakyatku yang tak sabar ingin melihat kemesraan kita,” sahut Regar berkilah.
Violet ingin berkata sesuatu, namun bibinya telah disambar oleh Elf terkutuk itu. Ia bahkan kesulitan bernafas dibuatnya.
“Hei, kamu ingin membunuhnya, hah!” Queen Emanuelle menjewer telinga Regar membuat gelak tawa kembali menggema di halaman istana Kerajaan Akkadia itu. “Kamu tidak boleh menyentuhnya sampai kalian kembali ke Sirius. Mulai nanti, ibunda akan mengajarimu masalah pernikahan. Apa yang boleh dilakukan dan tak boleh dilakukan,” kata Queen Emanuelle lagi.
Regar hanya bisa menghela nafas panjang, padahal ia merasa tak salah. Karena telah diajari oleh Swordman Rank SSS bawahannya. Padahal ada satu hal yang ia tak sadari, bahwa yang diajarkan oleh Swordman Rank SSS itu adalah ajaran sesat. Tak ada hal baik yang terkandung di dalamnya. Termasuk mengenai koleksi Harem yang ia katakan tadi juga berasal dari bualan mereka.
Acara pesta pernikahan itu berlangsung meriah, tak ada lagi hal-hal aneh yang dilakukan oleh Regar, karena Queen Emanuelle berdiri disebelahnya. Sehingga Violet Celestine merasa lega, walaupun ia sedikit risih harus merangkul tangan Regar sepanjang pesta itu.
...~Bersambung~...