
Kapal angkatan laut Kerajaan Akkadia bersandar di pelabuhan kota Ereck. Pangeran Regar Virmilion berjalan didampingi para komandan Pasukannya menuju Pelabuhan. Para komandan angkatan laut segera memberi hormat padanya dengan seutas senyum terpancar di wajah mereka, walaupun sebenarnya dalam hati mereka tak menyukai Pangeran terkutuk itu.
Puluhan Pasukan Pengawal pribadi Ratu Violet Celestine telah menunggu kedatangan mereka di Pelabuhan itu. Sebastian yang dulu berada di kota Aleppo telah kembali ke kota Ereck, setelah Pangeran Frederick mengambil alih kota itu.
“Selamat datang Ratu Violet Celestine dan suaminya, Pangeran Regar Virmilion!” sambut Sebastian membungkukkan badan yang diikuti oleh seluruh Prajurit dan seluruh menteri, kecuali dari Panglima Militer tak ada yang datang.
“Sebastian!” seru Violet senang berjumpa lagi dengannya, ia ingin berlari kecil menghampiri sahabatnya itu. Namun Regar merangkul tangannya. “Ih, ada apa sih?” bisik Violet menggerutu.
“Kita sedang disambut oleh pejabat pemerintahan, malah sikapmu seperti remaja labil saja. Mana wibawamu sebagai Ratu?” balas Regar dengan senyum tipis.
Dengan terpaksa Violet harus berjalan merangkul tangan Regar dihadapan para Prajurit, para menteri dan Sebastian.
Entah mengapa, dada Sebastian terasa sesak melihat wanita yang ia cintai itu bersanding dengan lelaki terkutuk. Ia merasa Dewa Matahari tak adil memberikan nasib padanya, Violet yang cantik itu mengapa harus bersanding dengan lelaki terkutuk? Pikirannya berkecamuk dan tak terasa setetes air mata jatuh membasahi pipinya.
“Sebastian ... maafkan Aku,” gumam Violet saat melihat Sebastian tampak sedih menatapnya.
Regar tersenyum lebar sembari melambaikan tangan pada mereka, walaupun ia tahu tak ada yang mengharapkan kedatangannya. Namun ia tak perduli akan hal itu. Melihat Sebastian sedih saja, ia sudah merasa puas dan berkata dalam hatinya akan menyingkirkan Elf tampan itu. Kalau tidak, ia akan menjadi parasit nanti dalam hubungannya dengan Violet.
Para menteri segera menyalami Regar, mereka segera mengenalkan diri. Tampak mereka tak terlalu antusias berbicara dengannya. Sehingga Regar berpikir mereka bagian dari antek-antek Militer yang harus disingkirkan juga.
“Pangeran Regar Virmilion,” kata Menteri kehakiman dengan senyum lebar. “Anda membawa Pasukan yang sangat banyak. Kurasa mereka tak akan bisa tinggal di istana. Aku sudah memikirkan tempat yang cocok dengan mereka. Bagaimana kalau untuk sementara mereka akan tinggal di wilayah timur. Di sana ada tanah kosong tak berpenghuni, Pasukan anda bisa membangun tenda di sana,” katanya lagi.
“Eh, bukannya asrama Pasukan Pengawal Ratu cukup luas, kurasa mereka bisa di sana,” sela Violet yang terkejut mendengar ucapan menteri kehakiman itu.
Walaupun ia tak menyukai suaminya, namun Violet tetap takut suaminya kecewa. Karena ia sudah melihat betapa sayangnya Raja Virmilion dan Queen Emanuelle pada Regar. Kalau ia mengadu pada mereka, Violet takut malah mengundang musuh baru untuk Kerajaannya.
“Asrama Pasukan Pengawal Ratu cuma menampung 25.000 Pasukan saja, sedangkan Pangeran Regar membawa 100.000 Pasukan. Muat dari mananya Ratu?” sahut Menteri kehakiman.
“Bagaimana kalau di kastil Pangkalan Militer yang berada di luar kota?” sela Sebastian menengahi perdebatan mereka, karena ia melihat Regar memandang sinis pada menteri kehakiman. Ia takut nanti Regar akan ditahan dan dihukum, karena ia sudah menjadi bagian dari Kerajaan Sirius.
Menteri kehakiman tersenyum pada Sebastian, ia menatap Sebastian dengan penuh hormat. Berbeda dengan tatapannya pada Violet dan Regar, karena Sebastian adalah anak salah satu Panglima militer. Tentu saja ia menaruh hormat padanya.
“Tidak bisa Komandan Sebastian,” sahut Menteri kehakiman. “Butuh prosedur rumit untuk membiarkan Pasukan Pangeran Regar Virmilion menginap di sana. Harus ada persetujuan tertulis dari kelima Panglima Militer, sedangkan untuk saat ini mereka tengah berada di Kastil Pangkalan Militer yang baru di Provinsi Athena dan Torus.”
Charlotte yang berada di belakang Regar, segera berbisik padanya. Ia mengatakan Swordman Hefaistos pernah datang ke kota Ereck dan mengatakan Penginapan di sini cukup murah. Sebagian besar dari mereka akan menginap di berbagai Penginapan di kota Ereck dengan biaya pribadi masing-masing.
Regar lansung mengangguk dan tidak menyanggahnya. Karena tahu Archer Charlotte sudah memperhitungkan dampaknya, sehingga berani mengusulkan itu.
“Anda katakan asrama Pasukan Pengawal Ratu bisa menampung 25.000 Pasukan, kan?” tanya Regar yang dibalas anggukan menteri kehakiman. “Baiklah, aku akan menaruh 10.000 Pasukanku di sana, sedangkan sisanya akan menginap di penginapan. Sebelum kalian membangun tempat untuk pasukanku.”
Menteri kehakiman tak bisa menyanggahnya lagi, ia setuju dengan usulan Regar. Bahkan ia sangat senang, karena tak akan membangun kastil atau asrama untuk mereka dan ia berharap kantong pangeran akan jebol membiayainya. Kalau Regar menggunakan uang negara, ia bisa menuntut Regar dengan pasal korupsi atau menghamburkan uang negara di saat keadaan negara saat krisis moneter begini.
Menteri kehakiman mengedipkan mata pada menteri istana dan menteri lainnya untuk melakukan pertemuan setelah acara penyambutan ini. Mereka ingin menyusun strategi untuk menjatuhkan Pangeran Regar Virmilion dengan kasus yang dibuat-buat nantinya.
Regar memandang Charlotte yang tersenyum padanya. Padahal Charlotte sangat jarang melakukan itu.
Charlotte hanya merasa geli dengan tindakan Elf tua itu yang mengira Akkadian gampang ditekan dengan masalah sepele begitu. Malah ia berencana menyuruh Pangeran Regar sengaja membuat masalah dengan mereka, agar para tua bangka itu dilengserkan dan diganti dengan pejabat yang lebih profesional.
Mungkin para menteri tua itu sudah sedikit pikun, karena melupakan bahwa Akkadian di masa lalu pernah berperang melawan tiga kerajaan sekaligus. Yaitu Kerajaan Assiria, Kerajaan Aratta dan Kerajaan Sumeria. Hasilnya ketiga Kerajaan itu harus menyerah dan membayar upeti selama lima puluh tahun dan baru lunas beberapa tahun yang lalu.
Kerajaan Sumeria dan Aratta bahkan melakukan pernikahan politik dengan menikahkan salah satu Putri Mahkota mereka dengan Pangeran dari Kerajaan Akkadia. Sebagai mahar pernikahan itu, Raja Virmilion menghapuskan pembayaran upeti kedua kerajaan.
Sebastian merasa suasana menjadi tegang, ia belum mengerti dengan sikap Pangeran Regar Virmilion. Apakah ia Elf yang baik atau arogan, takutnya nanti Pangeran Regar Virmilion malah mengerahkan pasukannya dan membantai semua Prajurit Kerajaan Sirius yang ada di kota Ereck ini, yang cuma disii Prajurit pemula dengan Rank paling tinggi adalah Rank Platinum. Sedangkan Pasukan Pangeran Darian yang berada di benteng kota tak mungkin mau terlibat dalam urusan internal begini. Karena mereka ditugaskan hanya untuk menghalau pergerakan Kerajaan Yakjud saja.
“Ratu Violet dan Pangeran Regar ... kami telah menyediakan kereta kuda untuk kalian. Silahkan naik, kita akan menuju istana,” ucap Sebastian.
“Iya, mari kita naik suamiku,” kata Violet ikutan berbicara, ia tak ingin Regar malah membuat masalah dengan para menteri yang merupakan antek-antek Militer itu.
“Hmm ... bilik keretanya cukup luas,” kata Regar saat masuk ke dalam dan duduk disebelah Violet. “Archer Charlotte, Archer Vanessa, Archer Freya dan Archer Isabella. Kalian ikut masuk kemari," katanya lagi.
Sebastian dan Menteri kehakiman yang ingin masuk ke dalam kereta kuda terpaksa gigit jari. Mereka tak mengira Regar malah menyuruh anakbuahnya yang masuk ke dalam. Padahal itu seharusnya di tempati oleh mereka sebagai Kepala Pengawal pribadi Ratu Violet dan Perwakilan menteri.
Menteri kehakiman tampak tidak senang dengan perlakuan Regar itu, untuk menghindari masalah. Sebastian lansung mengajaknya ke kereta kuda yang di tempati Menteri lainnya.
...~Bersambung~...