
Kereta kuda yang membawa rombongan Ratu Violet Celestine dan Pangeran Regar Virmilion memasuki halaman istana Kerajaan Sirius. Ribuan penduduk kota Ereck telah menunggu kedatangan mereka.
Regar keluar dari kereta kuda dengan senyum lebar dan melambaikan tangan pada mereka. Namun, para penduduk lansung tercengang melihat wajah Regar yang tampak berbeda dengan mereka.
“Ternyata benar Ratu Violet menikah dengan Pangeran terkutuk dari Akkadia!”
“Tapi wajahnya tidak mirip Goblin, malah sedikit tampan kok, walaupun Sebastian jauh lebih tampan.”
“Kasihan sekali Ratu Violet harus rela menikahi Pangeran terkutuk itu demi mendapatkan bantuan dari Akkadia.”
“Yah, mau bagaimana lagi. Militer kita tak bisa diharapkan lagi.”
Para penduduk kota Ereck malah bergosip dihadapan Regar. Mereka tidak merasa bersalah sedikitpun, kalau di Kerajaan Akkadia mereka sudah digantung di alun-alun kota. Karena telah merendahkan martabat seorang keluarga Raja.
Regar tersenyum masam, ia merasa seperti tak dianggap. Namun ia memakluminya, karena pemerintahan istrinya sangat lemah. Sehingga rakyat biasa saja tak segan padanya.
Para penduduk ini meramaikan halaman istana, karena diberikan hadiah beberapa kantong gandum dan roti kering, yang dijanjikan oleh menteri istana atas perintah Sebastian.
Violet kemudian turun dari kereta kuda, setelah Regar lebih dulu tadi. Ia langsung melambaikan tangan dan penduduk kota Ereck itu langsung bertepuk tangan. Mereka juga meneriakkan yel-yel memuji kecantikannya dan mereka tidak menyebut sepatah katapun tentang Regar yang telah bergandengan tangan dengan Violet berjalan ke dalam istana.
Menteri istana segera mengarahkan Ratu Violet Celestine dan Pangeran Regar Virmilion menuju balkon istana di lantai lima.
Setelah sampai di sana, Ratu Violet dan Pangeran Regar melambaikan tangan pada Penduduk kota Ereck. Di belakang mereka berbaris para menteri, Sebastian dan Kelima komandan Pasukan Pangeran Regar Virmilion dan Charlotte, selaku Wakil tertinggi.
“Terimakasih atas sambutan kalian,” kata Violet mulai berbicara dan suasana menjadi hening, semua mendengarkan perkataannya dengan khusyuk. “Perkenalkan beliau adalah Pangeran Regar Virmilion yang merupakan suamiku.”
Violet diam sejenak, namun tak ada yang bertepuk tangan pada Regar.
“Mulai sekarang ia akan menjabat komandan tertinggi Militer kota Ereck dan aku harapkan semua berkenan berkerjasama dengannya. Agar tercipta keamanan dan ketertiban di kota yang kita cintai ini,” kata Violet Celestine yang disambut tepuk tangan rakyatnya.
Regar dan para menteri terkejut dengan keputusan yang diambil oleh Violet itu. Terutama para menteri, keputusan seperti ini harus melalui persetujuan Panglima Militer, sedangkan Regar malah tersenyum. Ia sangat senang dan tak menyangka Violet malah membukakan jalan dalam rencana yang telah ia dan anakbuahnya rancang untuk menyingkirkan para pengkhianat dari Kerajaan Sirius itu.
Violet melakukan itu agar Regar tak mencari masalah dengan pihak Militer. Karena ia menyadari Regar tak akan mau tunduk pada mereka. Ia takut nanti Regar malah membuat pemerintahannya makin hancur, karena menghadapi dua musuh sekaligus.
Namun Violet tidak menyadari justru telah membuka jalan bagi kedua kelompok untuk menunjukkan ego masing-masing.
Para menteri yang merasa kewenangan mereka diambil dan Regar yang merasa telah menjadi penguasa kota Ereck.
Sebastian menghela nafas dalam-dalam, ia melihat wajah para menteri telah berubah cemberut. Padahal menurutnya, keputusan Violet itu sudah benar. Dengan kehadiran pasukan Pangeran Regar Virmilion, tentunya akan menambah kekuatan mereka dalam mempertahankan benteng ibukota dari gempuran Pasukan Kerajaan Yakjud.
Setelah acara penyambutan kedatangan Ratu Violet selesai, Regar melakukan pertemuan dengan para Komandannya. Membahas siapa yang akan tinggal di asrama Pasukan Pengawal Ratu dan yang akan menginap di Penginapan.
“Aku rasa para Archer saja yang mendampingi Pangeran di sini. Aku dan Hefaistos mencari informasi di luar saja. Lagi pula kami hanya pandai bertarung dan tak paham dengan strategi ataupun masalah yang mengharuskan kita berpikir keras,” kata Alexander.
“Tapi Archer ada 25.000 dan aku meminta mereka menyediakan kamar untuk 10.000 saja,” sahut Regar yang kebingungan menaruh sisa Archer lainnya.
“Kan, satu kamar bisa berdua. Lagi pula Pasukan Pengawal Ratu cuma ada lima ribu saja, yang berarti masih ada kamar kosong 10.000 kamar lagi,” kata Alexander.
“Iya juga, ya. Baiklah, kamu atur saja Penginapan bagi para Swordman. Tiap Penginapan, harus ada satu Rank SSS yang memimpin mereka,” kata Regar menyudahi pertemuan mereka.
“Baik Pangeran!” sahut Alexander dan Hefaistos sembari memberi hormat, kemudian meninggalkan ruangan itu menuju Para Swordman yang telah menunggu di halaman istana.
“Vanessa, Freya dan Isabella ... kalian atur kamar untuk para Archer. Minta salah satu Pasukan Pengawal Ratu menemani kalian. Katakan ini perintah dariku, jika mereka menolak bunuh saja di tempat. Tunjukkan pada mereka, bahwa Pangeran Regar Virmilion tak boleh diremehkan,” perintah Regar. Kemudian ia tersenyum, “Mantan anggota guild Serigala Isfahan ini sudah pernah menggigit Goblin, lho.” Regar bercanda, padahal tadi ia sudah tampak berwibawa.
“Guild lokal saja bangga,” ejek Vanessa tertawa sembari meninggalkan ruangan itu.
“Apa yang harus kulakukan Charlotte?” tanya Regar yang tak tahu mau ngapain lagi. Karena ia tak berpengalaman dalam hal beginian, walaupun ia telah belajar teori beberapa hari yang lalu.
“Pertama Pangeran membuat divisi baru yang dikomandoi Elf lokal. Kami akan mendidik mereka supaya loyal pada Ratu Violet,” sahut Charlotte.
“Pangeran adalah Akkadian ; walaupun sudah menjadi suami Ratu Violet, mereka tak akan mudah percaya padamu. Apalagi dengan kondisi pangeran yang terkutuk begini. Toh, mereka memiliki loyalitas tinggi pada Ratu Violet, Pangeran tetap bisa menggunakan mereka dengan mengatasnamakan Ratu Violet.” Charlotte kemudian membenarkan posisi kacamatanya dan tersenyum tipis. “Hal yang utama adalah Pangeran harus mengendalikan Ratu Violet, jadikan dia pemimpin boneka yang Pangeran kendalikan sesuka hati.”
Regar tersenyum menyeringai, khas antagonis sinetron ikan terbang. Ia sangat puas dengan rencana yang disusun oleh Charlotte itu.
***
Setelah selesai makan malam, Regar tak lansung menuju kamar Violet. Akan tetapi ia menuju Asrama Pasukan Pengawal Ratu, melihat kondisi Archer bawahannya, apakah mereka telah mendapatkan kamar untuk istirahat.
Violet juga beranjak dari tempat duduknya, ia menuju meja kerjanya untuk melihat dokumen yang ditinggalkan oleh Pangeran Frederick.
***
Semua Archer bawahannya mendapatkan kamar, justru Pasukannya Pengawal Ratu memilih meninggalkan asrama dan tinggal di rumah masing-masing. Mereka takut bermasalah nanti dengan Pasukan Pangeran Regar Virmilion itu, belum lagi Rank mereka jauh lebih tinggi, tentu saja Pasukan Pengawal Ratu ini ciut duluan nyalinya.
“Hmm ... tadi Violet mengatakan pergi ke ruangan kerjanya. Aku ke sana sajalah,” gumam Regar.
Namun saat ia sampai di depan pintu, ia mendengar suara Violet tertawa cekikikan mendengar cerita dari Sebastian.
Dengan amarah yang ia pendam, karena merasa cemburu. Regar memasuki ruangan itu tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
“Belum tidur ayang bebeb ....” sapa Regar dengan senyum tipis.
Sebastian yang duduk berhadap-hadapan dengan Violet, hanya meja kerja yang menghalang mereka. Lansung berdiri, ia sangat kaget dengan kemunculan Regar.
“Pangeran! Kenapa kamu tidak mengetuk pintu lebih dulu!” gerutu Violet tidak suka dengan sikapnya itu. “Pasti kamu pikir aku dan Sebastian berbuat aneh-aneh, kan? Kami ini sahabat dari kecil, jadi buang imajinasi liarmu itu.”
Violet lebih dulu memarahi Regar dan menebak dengan benar isi pikirannya.
Regar tersenyum, “kenapa kamu marah begitu? Menurut buku psikologi yang kubaca, sikapmu itu menandakan ada hubungan yang spesial diantara kalian berdua, lho,” ejek Regar duduk di kursi tempat Sebastian duduk tadi.
Wajah Violet memerah, ia sangat marah mendengar ucapannya itu. Belum lagi senyum mengejek yang Regar tunjukkan, seolah-olah telah tahu ia menyukai Sebastian.
“Kamu! apa pangkatmu?” tanya Regar mengabaikan Violet yang tampak hampir menangis tak bisa menjawab pernyataan Regar.
“Kepala Pasukan Pengawal Ratu, Komandan!” sahut Sebastian dengan berdiri tegap, namun kakinya kelihatan bergetar yang berarti ia sedang ketakutan saat ini.
Regar menampar meja dengan keras dengan menggunakan tenaga dalam, Sehingga meja itu hancur berkeping-keping.
“Kamu itu Pengawal! Tak seharusnya berduaan dengan seorang Ratu begini. Kalau ingin mengawalnya, bawa minimal lima Archer dan lima Swordman. Apa kamu masuk dengan menyogok atau menggunakan orang dalam, hah!” bentak Regar.
“Siap komandan saya salah! Saya masuk dengan jalur resmi,” sahut Sebastian dengan wajah memerah.
Violet sangat terkejut dengan reaksi keras dari suaminya itu. Bahkan sebuah kepingan kayu menggores wajahnya hingga mengeluarkan darah.
Air mata Violet mengalir deras, ia sangat iba melihat Sebastian dimarahi oleh Regar. Padahal salahnya lah yang mengajak Sebastian mengumpulkan dokumen, namun ia tidak meminta Pasukan Pengawal Ratu lainnya ikut.
“Sekarang kamu pergi sana! Kamu dihukum, mulai besok bawa semua Pasukan Pengawal Ratu ke benteng ibukota. Bantu pasukan di sana menjaga benteng, Aku akan menyeleksi Pasukan baru menggantikan posisi kalian!”
Bak disambar petir, Violet dan Sebastian sangat terkejut dengan keputusan Regar itu. Hanya dengan kesalahan kecil, ia menyingkirkan semua Pasukan Pengawal Ratu. Seperti telah direncanakan saja olehnya.
Violet yang menangis dalam diam, segera berdiri dan protes keras terhadap keputusan suaminya itu.
Regar kembali tersenyum dan berkata, “Aku adalah Komandan ibukota, kalian mau apa?” Sebuah jawaban yang mengejutkan keduanya.
...⚔️Bersambung⚔️...