
Dari Kota Aleppo, Ratu Violet Celestine memimpin pasukan menuju kota Sevilla, tetapi mereka heran tak ada pasukan Kerajaan Yakjud yang mereka temui.
“Sepertinya mereka telah mundur lebih dulu,” kata Ratu Violet Celestine—sedih melihat pemandangan kota Sevilla telah menjadi puing-puing bangunan dihancurkan oleh para Goblin itu sebelum meninggalkan kota itu.
“Raja Makjud cukup cerdas juga, ia mungkin sudah tahu kita memiliki Robot tempur dan Beleza yang merupakan andalan kita,” sahut Pangeran Regar Virmilion. “Kita lanjutkan saja perjalanan menuju kota Granada berkumpul dengan rombongan Hefaistos.”
Ratu Violet Celestine mengangguk, lagi pula kota Sevilla sudah tak bisa dijadikan tempat persinggahan.
***
Pasukan Revolusioner yang dipimpin oleh Abraham juga memasuki kota Cordova dan mereka tercengang melihat kondisi kota yang telah dihancurkan.
“Sepertinya Dewa Matahari berpihak pada kita, sehingga kita tak perlu bertempur mati-matian merebut kota ini,” kata Archer Elamina dengan senyum lebar.
“Ini baru permulaan, tantangan yang lebih mengerikan adalah saat menginjakkan kaki di hutan belantara Kerajaan Yakjud, kita harus waspada dengan taktik gerilya dari Goblin-Goblin yang telah terbiasa dengan kondisi hutan tropis, berbeda dengan kerajaan kita yang cuma hamparan padang rumput—Rank Platinum kebawah pasti akan merasakan kesulitan nantinya,” sela Swordman Evankhell, Rank SSS lainnya dari Pasukan Revolusioner.
Elamina berhenti tersenyum, kemudian berkata, “Bagaimana dengan 100 Rank SSS bala bantuan dari Ratu Violet Celestine itu? Apakah belum sampai juga? Karena kita membutuhkan mereka saat menyeberangi Benteng77, firasatku mengatakan para Goblin itu bertahan di sana, semua pasti tahu Benteng77 adalah benteng yang paling sulit ditaklukkan—mengingat medannya yang terjal.”
Tiba-tiba 100 Robot tempur memasuki kota Cordova, membuat anggota Pasukan Revolusioner terkejut dan bersiap-siap menyerang, tetapi mereka ragu-ragu karena merasakan kekuatan Robot tempur itu setara Rank SSS.
Robot tempur dengan santai berjalan melewati para anggota Revolusioner yang ketakutan. Robot tempur malah melambaikan tangan pada mereka, karena pikiran mereka terhubung dengan Regar.
“K-kenapa makhluk aneh itu melambaikan tangan?”
“Bukankah itu Robot tempur yang berjasa besar mengalahkan Jenderal Harrison dulu.”
“Eh, betulkah. Berarti mereka akan bertempur bersama kita, ya.”
Anggota Pasukan Revolusioner Rank rendah saling berbisik, membicarakan Robot tempur.
Kabar kedatangan Robot tempur sampai juga pada Abraham dan petinggi Pasukan Revolusioner lainnya. Mereka langsung menyambut Robot tempur tersebut, tetapi mereka kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka.
Robot tempur melambaikan tangan dan memberikan sebuah kertas pada Abraham.
“Bila Pasukan Revolusioner ingin berkomunikasi dengan Ratu Violet Celestine, maka katakan saja pada Robot tempur, karena pemikiran mereka terhubung dengan Pangeran Regar Virmilion.” Itulah yang tertulis dalam kertas itu. “O, jadi begitu ... syukurlah,” kata Abraham senang.
“Halo Pangeran!” sapa Elamina dengan senyum manis.
“Buat apa kau tersenyum pada Robot tempur itu? Pangeran Regar Virmilion tak akan melihat wajahmu, karena suara kita saja yang akan sampai padanya,” sela Evankhell geleng-geleng kepala melihat tindakan Elamina.
“Tidaklah, buktinya dia tahu yang mana pemimpin kita,” sahut Elamina masih senyum-senyum menatap Robot tempur.
“Terus buat apa kamu senyum-senyum menatap mereka? Apakah kamu berharap menjadi istri ketiganya? Jangan bermimpi menjadi Cinderella,” ejek Evankhell dengan seringai tipis diwajahnya.
Elamina langsung melotot menatap Evankhell, ia tak menyangka niat tersembunyinya diketahui. Dia memang cukup yakin dengan kecantikannya dapat membuat lelaki takluk.
“Sudah jangan berdebat hal yang tak perlu, mari kita mula bergerak menuju Benteng77 sekarang juga,” kata Abraham menyela perdebatan Elamina dengan Evankhell.
Anggota Pasukan Revolusioner pun berkumpul dan langsung bergerak kearah Benteng77. Tampak wajah mereka sangat khawatir dalam menghadapi pertempuran hidup mati itu.
Saat mereka memasuki Benteng77, lagi-lagi tak ada Pasukan Yakjud di sana, tentu itu sangat aneh. Kenapa bisa mereka mundur begitu saja.
“Tuan Abraham, apakah ini tidak aneh? takutnya mereka telah mempersiapkan jebakan di dalam hutan sana!” Nyali Evankhell menciut, belum lagi hutan belantara di wilayah Kerajaan Yakjud itu mengeluarkan suara-suara aneka macam hewan yang membuatnya tampak seram.
“Kita ini adalah Pasukan Revolusioner yang berani melawan ketidakadilan dan ini saatnya kita membuktikan kehebatan kita!” sahut Abraham memotivasi anggotanya itu.
“Yah, kamu lemah sekali sebagai Elf lelaki, kita harus melenyapkan Ras Goblin agar kedamaian Kerajaan Sirius tercipta!" seru Elamina dengan semangat sambil melirik Robot tempur, ia berharap Regar memuji keberaniannya.
Robot tempur tiba-tiba menunjukkan jempol padanya, sehingga ia tersenyum lebar dan berteriak, “Pasukan Revolusioner, jangan takut! Ayo kita serang!”
Para anggota Revolusioner kebingungan dengan instruksi dari salah satu pimpinan mereka itu. Jelas-jelas tak ada musuh di depan selain hutan belantara, sehingga mereka menuruni Benteng77 dengan hati-hati agar tak tergelincir jatuh, karena gerbang tujuh hingga satu telah dihancurkan oleh Pasukan Kerajaan Yakjud.
Robot tempur langsung melompat dari ketinggian menuju lereng Benteng77 di sisi Kerajaan Yakjud untuk menyisir wilayah itu apakah ada jebakan atau Goblin yang bersembunyi.
Para anggota Pasukan Revolusioner Rank rendah langsung terkesima melihatnya, Evankhell tak mau kalah, ia juga melompat dari ketinggian untuk menunjukkan pada anggotanya dan Elamina bahwa ia juga Rank SSS yang kuat.
***
Di dalam kereta kuda yang membawa rombongan Ratu Violet Celestine, Regar senyum-senyum sendiri melihat tingkah Pasukan Revolusioner itu.
“Kenapa senyum-senyum?” Beleza heran melihatnya, sedangkan Violet sedang tertidur bersandar di bahunya.
“Ternyata Pasukan Revolusioner benar-benar menyeberang ke wilayah Kerajaan Yakjud,” sahut Regar tidak menceritakan tingkah konyol Elamina.
“Baguslah kalau begitu, tetapi kenapa Raja Makjud belum melakukan serangan balik, ya? Apakah ia membuat jebakan?” Beleza merasa gugup, ia sudah tahu kalau Raja Makjud itu sangat kuat sekali.
“Kita lihat saja nanti saat melewati perbatasan timur, apakah ia akan mengeluarkan senjata rahasianya. Ayah juga mengatakan dia akan mengirim bala bantuan bila kita terdesak dan dia bahkan akan turun tangan. Mungkin tangan sudah gatal karena sudah lama tidak memegang pedang,” sahut Regar sembari membelai rambut Beleza.
“Apakah Raja Virmilion itu sangat kuat?” tanya Beleza pemasaran, karena ia belum pernah bertemu dengannya. Namun, ia tahu Kerajaan Akkadia merupakan salah satu dari tiga kerajaan terkuat di daratan Latinesia.
Regar menengadah menatap langit biru dari jendela kereta kuda dan berkata, “Dia mungkin Elf dengan Mana terbesar dan berlimpah. Dia bahkan sanggup bertarung tanpa istirahat selama setahun penuh dan saat ia masih muda. Dia melawan gempuran beberapa Kerajaan dan langsung terjun ke barisan depan. Tebak apa yang terjadi?”
“Dia menghancurkan mereka?” tebak Beleza.
“Benar! kemudian kerajaan-kerajaan yang menyerang Akkadia itu memutuskan untuk berdamai dan mereka harus membayar kompensasi besar untuk Kerajaan Akkadia,” sahut Regar.
Beleza mengangguk, dan tak menyangka ada Elf dengan Mana sebesar itu. Dia juga berpikir, itulah sebabnya Regar memiliki Mana yang besar juga padahal ia baru Rank S, tetapi kekuatannya sudah setara Rank SSS.
...***...
(Maaf,ya. Novel ini lama Hiatus, karena author agak malas melanjutkannya kemarin. Tahulah penyebabnya, karena novel ini sepi sekali peminatnya, sehingga berpengaruh sekali pada mood author.😁)