Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Permintaan Pangeran Frederick Celestine



Pangeran Regar Virmilion kembali ke desa Evergarden dengan membawa dua ekor kuda dan buah-buahan di dalam ransel tasnya.


“Rumahmu yang mana Noella?” tanya Regar, karena ia merasa lebih aman berada di rumah sederhana, dari pada rumah besar, mengingat tadi telah ada Goblin yang mencapai tempat ini.


“Kenapa kita tak kembali ke Kuil Matahari saja Kak?” Noella kebingungan, karena rumah mereka sangat kecil dan tak nyaman ditinggali.


“Kakak ingin saja. Apa kau tak rindu dengan ibumu. Nah, dengan kita tidur di sana, mana tahu mereka datang menjemputmu,” sahut Regar berkilah.


Noella mengangguk setuju, ia juga yakin orangtuanya akan kembali ke desa ini menjemputnya.


Noella menunjuk rumah sederhana yang letaknya tak jauh dari Kuil Matahari. Kemudian mereka, masuk ke dalam. Noella lansung berlari ke kasur lusuh di kamar tidurnya.


“Noella tunggu sebentar di sini, ya. Kakak mau mencari rempah-rempah buat memasak daging untuk makan malam kita,” kata Regar.


“Daging-daging ... horeeeee!” Noella melompat-lompat kegirangan.


“Ini ada Apel dan jeruk, makan saja selama kakak keluar,” kata Regar sembari pergi ke arah peternakan untuk menyembelih satu ekor kuda yang dibawanya.


Setelah kuda itu mati, Regar mengambil bagian kakinya saja dan mengubur kuda itu, agar tak meninggalkan jejak di sana.


Kembalinya ke rumah Noella, ia lansung pergi ke dapur, sesaat ia melihat Noella sedang bermain boneka di kamarnya.


Regar membuat Sup daging, aromanya tercium hingga ke kamar Noella, sehingga Elf kecil itu datang menghampirinya.


“Aku mau daging!” teriak Noella lansung mengambil piring.


“Hati-hati ... ini masih panas, hembus dulu, ya!” seru Regar menaruh sup daging itu ke piring Noella.


Keduanya makan dengan lahap, hingga Sup itu tak tersisa lagi. Padahal ia berencana untuk bekal besok pagi juga. Namun mau bagaimana lagi, keduanya sama-sama kelaparan.


Regar dan Noella kembali ke kamar. Noella sempat bermain boneka beberapa saat sebelum ia mengantuk dan tidur di sebelah Regar yang sedang bermeditasi.


Mana yang sangat besar yang terus merembes dari tubuh Noella lansung ia serap secara maksimal. Hingga Regar tak tidur sama sekali malam itu.


“Hebat sekali anak ini, Mana miliknya bocor terus, namun tak pernah habis. Apa jangan-jangan, ia memiliki kelebihan mampu menyerap Mana dengan cepat, walaupun ujung-ujungnya bocor juga?” gumam Regar belum mengetahui penyebab bocornya Mana milik Noella itu.


***


Di kota Arpad, ibukota Kerajaan Akkadia, Raja Virmilion mengundang semua petinggi militer dan juga para Pangeran. Ia berencana membahas surat yang dikirim oleh Pangeran Frederick Celestine tentang dimajukannya pernikahan Pangeran Regar Virmilion dengan Ratu Violet Celestine.


Queen Emanuelle Virmilion juga ikut menghadiri rapat itu, ia adalah kubu paling setuju untuk memajukan pernikahan itu. Sedangkan kubu penolak berasal dari penasehat kiri Raja Virmilion.


Kedua kubu memberikan alasan masing-masing, sehingga Raja Virmilion kesulitan mengambil keputusan, hingga akhirnya dilakukanlah Voting.


Hasil Voting itu kubu Queen Emanuelle Virmilion memenangkannya dengan selisih dua suara saja. Itu karena ia didukung oleh para Pangeran dan petinggi istana. Sedangkan pihak penasehat kiri, hanya di dukung oleh para jenderal saja.


Dengan berakhirnya voting ini, maka Raja Virmilion berencana lansung membalas surat itu, namun Pangeran pertama mengatakan bahwa adik bungsunya itu tengah berada di Sirius ikut dengan guild Serigala Isfahan. Namun saat guild itu kembali, adiknya itu tak mau pulang, dengan alasan ingin bertempur lebih banyak lagi supaya cepat naik Rank.


Queen Emanuelle Virmilion lansung menangis histeris mendengarnya, anak yang tak pernah ia jumpai itu sekarang telah berada di medan perang. Ia langsung jatuh pingsang beberapa saat kemudian, akibat terlalu sedih mendengar kabar itu.


Pangeran Frederick Celestine yang mendengar bahwa, tunangan adiknya telah berada di Sirius segera mengutus Alucard, Swordman Rank SSS mencari keberadaan Regar di kota Aleppo, karena ia yakin saat ini Pangeran terkutuk itu tengah berada di sana.


***


Alucard yang datang bersama 25 Assassin, Swordman dan Archer Rank S, segera menyelusuri kota Aleppo. Namun mereka tak menemukannya di sana.


“Komandan, kami menemukan informasi, bahwa Swordman yang dibawa oleh Ratu Violet dari kota Marseille tak ada yang kembali!” seru Assasin itu.


“Apaaaaaa?” Alucard terkejut mendengarnya. “Kalau begini, Kerajaan Sirius akan tinggal nama sebentar lagi. Karena Akkadia pasti tak akan mau membantu kita bila Pangeran mereka tewas di sini. Takutnya Amori dan Yakjud akan menyerang kita dari semua sisi, kalau mengetahui kabar ini,” gerutu Alucard pening dengan tugas berat yang diembannya itu.


“Apa yang akan kita lakukan Komandan?” tanya Assasin itu lagi.


“Perintahkan semua berkumpul di pos perbatasan. Besok pagi kita akan menyusup ke kota Marseille dan mencarinya di sana. Yang aku dengar, Pangeran terkutuk ini, memiliki keberuntungan yang tinggi. Ia beberapa kali lolos dari maut,” kata Alucard lagi.


Assasin itu lansung undur diri dan pergi menjemput rekan-rekannya ke kota Aleppo. Karena besok pagi mereka akan memasuki Provinsi Istanbul mencari keberadaan Regar.


***


“Noella ayo kita pergi!” Regar membangunkannya.


“Ha-hantuuuuuu!” teriak Noella, kerena wajah kusut Regar yang tidak tidur semalaman itu.


“Hei, kakak tampan ini, kamu katakan hantu, sungguh ter-la-lu,” sahut Regar lansung mengenakan penutup wajah. “Ayo, tak perlu lagi mandi. Takutnya Goblin-Goblin lain segera datang,” kata Regar lansung menggendong Noella.


Dia menaiki kuda dan mengikuti jalan keluar dari desa Evergarden. Namun saat beberapa mil setelahnya. Regar dipusingkan dengan dua jalur jalan berbentuk V, ia bingung mau mengambil jalur yang mana.


“Kita pilih mana Noella?” tanya Regar padanya.


“Ituuuuu!” tunjuk Noella ke sebelah kanan.


Regar mengikutinya ucapan Noella, yang ternyata bukan ke arah kota Aleppo, melainkan ke kota Afrin.


“Rasanya kok tak bertemu pedesaan lagi, ya?” gumam Regar yang merasa jalannya jarang di lalui. “Kita kembali sajalah Noella, sepertinya jalan ini tak ada bekas dilalui kereta kuda,” kata Regar. Sedangkan Noella tak merespon, ia asyik makan apel, lagipula ia memang tak akan mengerti yang begituan. Umumnya saja baru lima tahun.


Saat sampai di pertigaan itu kembali, Regar dikagetkan dengan seratus Swordman Goblin yang sedang berpatroli. Mereka yang melihat Regar lansung mengejarnya.


Dengan panik Regar juga memacu kudanya, memasuki jalur kiri jalan tadi.


“Apa itu kak?” tanya Noella yang tak pernah melihat makhluk hijau begitu.


“Itulah hantu itu. Kita harus kabur, kalau ditangkap, bisa dimakan hidup-hidup kita,“ kata Regar malah menakut-nakuti Noella.


Elf kecil itu lansung memeluk erat Regar dan memperhatikan para makhluk hijau yang mengejar mereka sambil berteriak-teriak.


...Bersambung...