
Pangeran Regar Virmilion sangat kaget, saat melihat Pasukan Kerajaan Yakjud yang begitu besar akan menyiapkan serangan mereka.
Manjanik disusun berjejer yang jumlahnya kira-kira seribuan, menurut pengamatan Regar. Tentu kondisi ini sangat timpang jika dibandingkan dengan Manjanik yang dimiliki oleh kelompok Ratu Violet Celestine.
“Hei, Silsia. Nanti kalau banyak yang mati, kita harus segera kabur dari sini. Aku perkirakan kita tak akan bertahan sampai tengah hari ini,” kata Regar memperingatkan Silsia, agar kejadian seperti kakaknya tak terulang padanya juga.
Silsia bingung mendengar ucapan Regar. Ia kemudian meraih teropong militer di tangan Regar dan melihat apa yang sebenarnya dilihat oleh Regar itu.
Silsia lansung terkulai lemas, lututnya terasa berat untuk dijadikan tumpuan. “Ki-kita akan mati!” serunya lagi yang membuat para Archer lainnya kebingungan.
“Apa yang kau lihat?”
“Apakah tak ada harapan bagi kita mempertahankan benteng kota Marseille ini?”
“Bagaimana kalau kita mundur saja ke kota Aleppo saja!”
Suasana menjadi riuh, para Archer menjadi panik mendengar ucapan Silsia. Apalagi ekspresi wajah ketakutan yang ditunjukkan olehnya itu, tentu saja membuat para Elf itu yakin. Sesuatu yang sangat mengerikan ada di depan sana.
“Keributan apa yang terjadi di sana?” tanya Violet heran melihat sisi yang ditempati oleh para Archer guild lokal terjadi kepanikan, padahal musuhnya saja belum terlihat, kecuali oleh para Archer Rank SSS.
“Hmm, menarik! Sepertinya mereka telah mengetahui kalau lawan kita jauh lebih besar,” gumam Narnia. Kemudian berkata, “Sebastian kau perintahkan anakbuahmu memanggil informan yang mengetahui pergerakan musuh itu. Aku jadi penasaran, dari mana ia mendapatkan kemampuan itu? Padahal ia belum mencapai Rank SSS.”
“Baik Nona Narnia,” sahut Sebastian yang lansung menyuruh Archer yang ada di sampingnya menuju pos terjadinya keributan itu.
“Bagaimana menurutmu Narnia? Apa kita mempertahankan benteng ini?” Violet ikut menjadi bimbang, setelah melihat kepanikan di sana.
“Menurutku kita bertahan saja sebentar, karena sudah percuma untuk mundur. Mungkin akan banyak korban nanti, tapi kita harus ladeni mereka pada saat serangan pertama. Setelah itu kita langsung bergegas mundur, kita akan bawa yang terluka ringan dan bunuh yang terluka berat,” jawab Narnia.
“Apaaaa?” Violet Celestine terkejut mendengarnya. “Apa tak bisa kita selamatkan semua?” katanya lagi tak tega mendengar harus membunuh sesama Elf.
“Itu akan memperlambat laju kita saja. Kalau kita tinggalkan hidup-hidup, mereka akan dijadikan budak. Sedangkan yang Elf wanita lebih mengerikan lagi, akan dijadikan pemuas nafsu mereka,” sahut Narnia memberikan alasan mengapa harus membunuh mereka yang terluka parah.
“Bagaimana Sebastian?” tanya Violet ingin mendengar masukan darinya.
“Saya sependapat dengan Nona Narnia. Kita harus bergerak cepat Ratu. Jika Ratu tertangkap, secara otomatis Kerajaan Sirius ini telah takluk. Tentu ini harus kita hindari walaupun mengorbankan banyak Prajurit demi menyelamatkan Ratu kami,” jawab Sebastian.
Violet tampak murung, ia tak senang mendengar jawaban dari Sebastian. Di satu sisi, ia juga menyadari, betapa lemahnya kepemimpinannya itu. Di saat-saat seperti ini, ia tak bisa membawa angin segar pada rakyatnya. Malah menambah beban berat saja, sekitar jutaan Penduduk Provinsi Istanbul telah kehilangan rumah dan tanah mereka serta tunggang-langgang di Provinsi Damaskus.
Setelah Kerajaan Yakjud menguasai Provinsi Istanbul, ada kemungkinan mereka akan melanjutkan gelombang penaklukan ke Provinsi Damaskus juga, melihat betapa lemah dan terpecahnya militer Kerajaan Sirius itu, tentu saja akan dimanfaatkan secara optimal oleh Raja Makjud melebarkan sayap kekuasaannya.
***
Para Archer melirik kearah Silsia yang terduduk lesu, masih syok dengan apa yang dilihatnya di depan sana.
“Aku!” seru Pangeran Regar Virmilion mengangkat tangan.
Archer Prajurit Kerajaan Sirius itu keheranan, kenapa ada Swordman Rank Silver di benteng kota ini. Padahal para Swordman berkumpul di pintu gerbang, menunggu serangan lansung datang.
Masih dengan ekspresi wajah terkejut, ia kemudian mengajak Regar menemui Archer Narnia.
Regar sedikit was-was, kenapa ia dipanggil. Apakah ia telah salah memberi tahu kalau musuh yang mereka hadapi sangat besar atau lainnya. Pikirannya kini penuh dengan tanda tanya, hingga mereka sampai di hadapan Ratu Kerajaan Sirius itu.
Jantung Regar berdegup kencang, saat melihat dengan jelas wajah tunangannya. “Inikah istri masa depanku ... sa-sangat cantik,” gumam Regar terus menatap wajah Violet Celestine.
“Hei, kemana pandanganmu itu?” bentak Narnia menyadari tatapan Regar, walaupun ia mengenakan penutup wajah.
“Ma-maaf Nona Rank SSS dan Ratu Violet, saya hanya tertegun melihat kecantikan Ratu dari Kerajaan Sirius ini. Samalah dengan kecantikan Queen Emanuelle Virmilion, permaisuri Kerajaan Akkadia kami,” sahut Regar berkilah. Padahal ia sendiri belum pernah melihat wajah ibunya itu, namun Nenek Elisabeth sering mengatakan kalau ayahnya adalah Elf tertampan dan ibunya Elf tercantik di Kerajaan Akkadia.
Narnia tersenyum mendengar ucapan Regar, yang memanggilnya Nona Rank SSS. “Ternyata kamu adalah Akkadian (sebutan untuk Elf dari Kerajaan Akkadia) ....” Narnia memperhatikan Regar, ia hanya melihat Regar cuma Rank Silver saja. “Dari mana kau mengetahui bahwa Kerajaan Yakjud membawa pasukan yang jauh lebih besar dari Pasukan Kerajaan Sirius?” tanya Narnia.
Regar mengeluarkan Teropong Militer miliknya. “Dengan benda peninggalan leluhur kami ini. Namanya adalah Teropong dan bisa melihat jangkauan yang sangat jauh, tinggal mengatur jaraknya saja. Jangkauan terjauhnya adalah sama dengan penglihatan terjauh Archer Rank SSS,” jawab Regar.
Violet Celestine sangat terkejut mendengarnya. Ia kemudian mendekati Regar. “Bisa kau tunjukkan padaku bagaimana cara kerjanya?” katanya ingin mencoba menggunakan benda aneh itu.
Regar lansung mengajari Violet. Saat sang Ratu itu melihat ke posisi Kerajaan Yakjud ia langsung tertegun dan berkeringat dingin.
“Na-Narnia ...,” ucapnya terbata-bata. “Bagaimana kita mundur sekarang saja," katanya lagi.
“Sudah terlambat Ratuku, kita hanya perlu meladeni serangan awal mereka. Biasanya itu tak akan terlalu besar, karena mereka ibaratnya baru pemanasan saja. Nah, setelah itulah kita lansung bergegas mundur,” sahut Narnia.
Kini Narnia baru menyadari akan keegoisannya. Kalau saja dari awal ia menaruh perhatian besar pada Ketiga Rank SSS yang dikirim oleh Pangeran Frederick ini, maka kemungkinan besar ia tak akan mengorbankan banyak Prajurit yang akan terluka atau tewas nantinya.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, ia terlalu memikirkan Sebastian dan mengabaikan mereka. Ketiga Rank SSS ini juga tak berani memberikan masukan, karena Violet seperti tak senang dengan kehadiran mereka. Kecuali Narnia yang kadang-kadang memberanikan diri bersuara.
Narnia kembali mendekati Regar, yang membuat suasana hatinya tak nyaman. Ia merasa akan ada interogasi dari Archer Rank SSS ini, dari mana berasal benda aneh miliknya.
“Apa kau memiliki teman Alien. Kami juga menyimpan benda-benda aneh, peninggalan masa lalu, yang disimpan oleh Pangeran Frederick,” bisik Narnia yang ternyata tak terkejut dengan barang aneh milik Pangeran Regar Virmilion dari Kerajaan Akkadia itu.
Regar bingung, mau menjawab iya atau tidak. Ia takut Narnia hanya membohonginya saja untuk menggali informasi lain darinya. Di satu sisi, ia juga penasaran benda aneh apa yang mereka peroleh dari alien yang Narnia maksud.
...⚔️Bersambung ⚔️...