Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Pasukan Revolusioner; Perang Meletus di Belantara Hutan Dekat Kota Solhell



“Kita disergap!” teriak salah satu Archer Goblin yang ingin menembakkan anak panah ke arah Swordsman Pasukan Revolusioner.


Semua Pasukan bala bantuan Kerajaan Yakjud tersebut menengadah menatap langit dan mereka terkejut serta langsung berusaha menghindar dan menangkisnya.


Ratusan Archer Goblin tewas dan terluka sehingga dengan mudah Swordsman Pasukan Revolusioner menyerbu bala bantuan Pasukan Kerajaan Yakjud yang hendak menuju Kota Solhell tersebut.


“Hancurkan mereka semua!” teriak Swordsman Abraham yang merupakan Swordsman Rank SSS dan Pemimpin Pasukan Revolusioner untuk menaikkan semangat juang para Swordsmannya.


“Kurang ajar, mereka meremehkan kita! Lepaskan Cerberus!” Jenderal Goul yang memimpin para Goblin tersebut memberikan perintah.


“Baik, Jenderal!” sahut Swordsman Goblin di sebelahnya.


Tak lama berselang Ratusan Cerberus berkepala tiga tersebut mencium bau Elf yang merupakan makanan favorit mereka, sehingga tanpa diperintahkan untuk pergi Ratusan Cerberus tersebut langsung menerjang ke arah Pasukan Revolusioner.


Abraham mengerutkan keningnya dan segera menghadang Cerberus yang hendak memakan mayat Elf yang tergeletak di tanah.


“Semua ingat, untuk membunuh Cerberus itu kalian harus memotong ketiga Kepalanya. Cara paling mudah adalah bekerjasama dengan Robot Tempur mengalahkan mereka!” Suara Abraham bergema di area pertempuran tersebut.


Jenderal Goul tak menyangka kelemahan Cerberus telah diketahui oleh para Elf, apalagi Robot Tempur yang membantu mereka sangat sulit dihadapi karena ada Perisai tak kasat mata yang menghalangi tebasan Pedang mereka.


“Kita akan hancur bila terus bertahan di sini!” gerutu Jenderal Goul yang harus menghadapi serangan dari Dua sisi.


Archer Elamina dan yang lainnya terus menghujani para Goblin dari puncak bukit yang sulit dijangkau oleh Archer Goblin.


Jenderal Goul kemudian menembakkan kembang api ke langit untuk meminta bala bantuan dari Kota terdekat.


Abraham tahu ini adalah hari ini mungkin adalah akhir dari Pasukan Revolusioner. Namun, demi kedamaian di Kerajaan Sirius dia tetap menyemangati bawahannya.


“Sial! Dasar Elf terkutuk, menyerang diam-diam!” kutuk Jenderal Goul sembari memusatkan Mana ke armor yang ia kenakan dan ia pun terhempas sepuluh langkah menabrak beberapa Goblin lainnya.


Abraham tidak menggubris ucapan Jenderal Goul, dia segera melesat ke arahnya—tidak membiarkannya melakukan regenerasi terhadap luka-lukanya.


Sebelum Armor besi Jenderal Goul menutup kembali, Abraham segera mengayunkan Pedang ke arah luka tersebut dan lagi-lagi ia memusatkan seluruh Mana miliknya ke Pedangnya dan mengabaikan pertahanannya.


Tubuh hijau Jenderal Goul mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dan tiba-tiba tubuhnya hancur berkeping-keping.


“Tuan Abraham telah membunuh Jenderal Goblin!” seru Elf yang terdekat dengan Abraham—sehingga semangat juang Swordsman Elf meningkat.


“Hancurkan Goblin!”


“hancurkan mereka!”


Beberapa Elf tanpa ragu-ragu langsung melompat sembari mengayunkan Pedang ke arah Cerberus yang sedang bertarung melawan Robot Tempur.


Pasukan bala bantuan dari wilayah barat Kerajaan Yakjud tersebut makin terpojok dan mereka berusaha bergerak secepat mungkin menuju Kota Solhell seperti domba yang dikejar-kejar kawanan serigala.


Pasukan Revolusioner merasa sudah diambang kemenangan dan mereka sangat senang sekali. Namun, Elamina yang berada di puncak bukit merasa di balik awan ada gerakan yang aneh.


Dia kemudian membentuk anak panah yang dipenuhi Mana dan membidik segumpal awan hitam di langit.


Anak panah itu melesat dengan kecepatan cahaya dan membelah awan hitam, dan semua Elf tercengang melihatnya.