Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Memburu Assassin



Violet berdiri di depan jendela menatap senja di langit kota Ereck. Entah mengapa, jantungnya berdebar-debar sejak tadi; dia selalu terbayang senyum menyebalkan dari Regar.


“Apakah terjadi sesuatu padanya?” Violet mulai gelisah dan sering bertanya pada Beleza, apakah suami mereka sudah pulang dari Kastil Pangkalan Militer, tetapi Beleza mengatakan tak mungkin Regar pulang sebelum senja menghilang digantikan Kegelapan malam.


Saat Violet termenung, tiba-tiba cahaya merah muncul di langit dan tak lama kemudian lonceng peringatan menggema di seantero kota Ereck.


“I-itu dari taman kota!” Violet berpikir siapa keluarga bangsawan yang sedang diserang oleh musuh itu, tetapi sudah tak ada keluarga bangsawan yang mendukung pemerintahnya. Berarti itu adalah, “Pangeran Regar Virmilion!” tebak Violet lansung menggunakan penglihatan jarak jauhnya. “Oh, tidak! Pangeran dikejar oleh Swordman Rank SSS!” Violet panik.


Beleza yang sedang membaca buku untuk menambah wawasannya, lansung terkejut mendengar ucapan Violet.


“Pa-Pangeran Regar dicegat musuh?” Beleza bertanya dengan suara bergetar, apalagi Violet mengatakan yang mencegat suami mereka adalah Rank SSS, sementara Regar hanya Rank Platinum saja.


“Iya Beleza, bagaimana ini? i-itu adalah Assassin!—Oh, tidak!” Violet menangis histeris, apakah orang yang dicintainya akan menghilang satu persatu. Ini sungguh tak adil, mengapa Dewa Matahari menghukumnya begini, apa salahnya. Violet tak bisa bisa berpikir jernih lagi.


“Kak Violet, tunggu di sini!—Jangan ke mana-mana, mungkin kamu juga incaran mereka. Aku akan menyelamatkan Pangeran Regar,” kata Beleza.


Dia langsung melompat dari jendela istana, yang membuat Violet terkejut. Itu sangat berbahaya bagi Beleza yang tidak memiliki Rank itu.


“Aparece O Rei Espirito ‘Arbore.” Beleza merapal mantra memanggil Raja Roh Pohon dalam bahasa Galisia.


Tongkat kayu ditangannya berubah menjadi mahluk aneh setinggi dua puluh meter dan Beleza yang terjun bebas dari jendela kamar Violet lansung ditangkap oleh Raja Roh Pohon.


...



Sumber photo : Pinterest...


Violet bernafas lega saat Beleza kini melambaikan tangan padanya dan ia lansung menuju taman kota. Sedangkan Violet terus menggunakan penglihatan jarak jauhnya, melihat pertarungan Regar melawan Assassin itu.


***


“Sepertinya kita harus mendekati Assassin Archer Rank SSS itu!—Dia sangat lincah, sulit untuk menembaknya; yang ada kita malah mengancurkan rumah-rumah penduduk,” usul Isabella.


Charlotte berpikir sejenak dan mengangguk setuju. “Kita mendekat bergantian memanahnya!” seru Charlotte.


“Baik!” sahut Isabella melepaskan anak panah pada Assassin Archer yang malah kabur ke arah timur. “Sepertinya ia mau membuat kita fokus padanya, agar Assassin satu lagi bisa membunuh Pangeran.” Isabella menebak pergerakan Archer itu.


“Hmm ... mungkin ia mengira hanya kita berdua saja Rank SSS tersisa. Mudah-mudahan Vin bergerak cepat dari Pangkalan Militer,” sahut Charlotte melompat jauh melewati puluhan rumah penduduk.


Charlotte adalah Archer terkuat di Kerajaan Akkadia. Namun, sayangnya ia tidak tertarik dalam pertarungan dan lebih suka membaca, hingga sering diejek kutu buku, tetapi saat ia memenangkan kompetisi Archer terbaik di Kerajaan Akkadia, tak ada lagi yang berani mengejeknya.


Isabella mengekerutkan keningnya, ia tertinggal jauh dari Charlotte, sehingga ia memutuskan menjadi support saja dengan menghujani Assassin Archer itu, supaya tak bisa menyerang Charlotte.


“Gawat!—Mereka mendekat, kenapa Jade begitu lama? Masa melawan Swordman Rank Platinum saja ia tak becus,” keluh Archer itu gelisah Charlotte memanggkas jarak diantara mereka, belum lagi Isabella tak membiarkan dia berhenti lama-lama di satu titik.


Asap tebal menjujung tinggi di langit kota Ereck, kebakaran juga menjalar ke mana-mana. Bukan karena serangan musuh, tetapi oleh serangan anak panah dari Charlotte dan Isabella.


“Kenapa kamu lambat sekali Isabella?”


“Bukan Aku yang lambat, tetapi Anda ‘kan yang terhebat di Akkadia, jangan samakan denganku yang cuma peringkat 500 ini,” sahut Isabella merasa disindir Charlotte.


“Sepertinya kamu harus dikirim lagi ke Akademi Cortez,” ejek Charlotte melompat tinggi melewati puluhan rumah mendekati Assassin Archer.


“Kenapa mereka sangat cepat sekali?—Bahkan Aku sebagai Assassin tak secepat itu,” gumamnya gelisah dan ketika ia melihat Jade dengan penglihatan jarak jauh. Jade malah tersungkur di tanah, membuat Archer itu memutuskan meninggalkan Jade saja, walaupun misinya gagal, setidaknya ia telah meninggalkan teror ketakutan pada penduduk kota Ereck.


“Ouh, kamu mencoba kabur, setelah Aku datang menyambutmu. Sungguh tak sopan sekali hehehe ...,” ejek Charlotte muncul dibelakang Archer itu dengan tawa yang dipaksakan.


Assassin Archer itu berhenti berlari dan menatap Charlotte. Dia tersenyum tipis, ternyata Archer dihadapannya lebih mirip pegawai kantoran saja. Karena ia berkacamata dan dengan dandanan ala bangsawan.


Charlotte sengaja belum melapisi tubuhnya dengan armor besi, supaya Assassin itu meremehkan kekuatannya. Dan benar, umpannya di makan oleh Assassin itu.


Isabella yang telah tertinggal jauh merasa kasihan pada Assassin itu, karena sudah banyak musuh yang tertipu dengan penampilan Charlotte tersebut.


“Oke, sebelum kita berjabat tangan, bolehkah kiranya aku mengetahui kalian dari kelompok mana?—Sirius Utara atau Revolusioner?” selidik Charlotte.


“Padahal mau mati, masih juga banyak omong kosong!” sahut Assassin itu.


“Yah, setidaknya Aku tidak mati penasaran; itu bila aku yang kalah. Namun, bila sebaliknya ....” Charlotte lansung melapisi seluruh tubuhnya dengan armor besi dan menarik anak panah.


“Hmm, sepertinya pertarungan ini akan menarik. Bagiamana kalau aku beritahu siapa yang mengirim kami, dengan syarat temanmu itu tak akan turut campur dengan pertarungan kita. Dan bila aku membunuhmu, maka dia akan membiarkan aku pergi dari sini.” Assassin itu membuat tawaran, karena ia tak yakin menang bila melawan dua Archer Rank SSS sekaligus.


Charlotte tersenyum tipis, “Menarik. Aku setuju dengan persyaratan itu,” sahutnya dan menoleh ke arah Isabella yang telah sampai ke tempat mereka.


“Baiklah, aku akan pergi ke tempat Pangeran Regar saja,” sahut Isabella tahu Charlotte tak mungkin kalah , dan dia lebih mengkhawatirkan nasib Pangeran Regar Virmilion.


“Kenapa mudah sekali, jangan-jangan mereka Archer terkuat yang sengaja ditinggalkan di sini untuk menjaga Pangeran Regar Virmilion. Padahal menurut informasi, hanya ada satu Swordman Rank SSS yang kuat—mengawal Pangeran, sedangkan dua lagi hanya ahli di bidang pemerintahan saja,” gumam Assassin itu, nyalinya sedikit menciut dan tak percaya diri lagi.


“Oke, temanku sudah pergi. Siapa yang mengirimmu?" tanya Charlotte sudah siap-siap melepas anak panah.


Jarak mereka sangat dekat, hanya lima puluh meter saja. Kecepatan dan ketangkasan lah yang akan menjadi pemenang pertarungan kedua Archer itu.


Assassin itu menarik anak panah juga, ia harus lebih dulu melepas anak panah. “Harrison!” sahut Assassin itu lansung melepas anak panah lebih dulu.


Charlotte tersenyum lebar dan melepas anak panah membidik anak panah yang dilepaskan Assassin. Dia langsung melompat tinggi ke udara dan melepaskan anak panah lagi.


Assassin itu terkejut, karena ia sudah melepas anak panah kedua—kedepan sekali lagi, karena tahu Charlotte pasti menangkis anak panah pertamanya.


Booommmmm!


Ledakan besar menghancurkan bangunan tempat pijakan Assassin dan menguburnya di situ.


“Ini belum cukup, itu baru melukainya saja,” kata Charlotte melepaskan anak panah bertubi-tubi hingga membuat kawah sedalam puluhan meter. “Terbakarlah di neraka sana! Semoga Dewa Matahari mendengar doaku,” gumam Charlotte tersenyum, karena Assassin itu mati mengenaskan.


...~Bersambung~...