Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Perang Pagan



“Bakar semua pohon-pohon disekitar kota Pagan!” kata Jenderal Maligno kesal melihat Sihir Pohon Anso De Beleza malah menghambat gerak Siluman Cerberus, karena manusia pohon yang hancur akan muncul kembali—selama ada pohon atau tanaman uang menjadi sumber energi Sihir Anso De Beleza.



Prajurit Manjanik atau Pelontar batu Kerajaan Yakjud segera melumuri batu dengan lilin cair dan minyak tanah lalu membakarnya, sehingga menjadi peluru batu berapi yang dilontarkan dengan Manjanik ke hutan bakau disekitar Kota Pagan tersebut dan terjadilah kebakaran hutan—yang mengakibatkan asap tebal yang mengganggu jarak pandang kedua Kubu, kecuali untuk para Archer; mereka tidak terpengaruh dengan kabut asap tersebut, karena memiliki penglihatan yang sangat tajam.


“Sial! Apa yang mereka lakukan?” gerutu Pangeran Regar Virmilion—terkejut melihat batu-batu berapi melesat menuju kawasan hutan bakau.


“Mereka pasti ingin mengganggu Sihirku,” sahut Beleza mengerutkan keningnya, karena tidak bisa menambah jumlah Manusia Pohon lagi—sebab hutan bakau disekitar area pertempuran telah hangus terbakar.


“Sepertinya sudah saatnya kita memulai penggempuran secara langsung!” sela Ratu Violet Celestine merasa khawatir bila para Goblin tersebut berhasil menghabiskan tanaman bakau, maka mereka akan lebih unggul dengan senjata Siluman Cerberus dan Siluman Burungnya itu, sedangkan pihak Ras Elf hanya bergantung pada Robot Tempur milik sang Pangeran saja.


“Sabar, Ratuku. Dalam perang itu dibutuhkan strategi terukur dan tidak tergesa-gesa, karena salah sedikit saja—maka seluruh Kerajaan Sirius akan menjadi taruhannya,” sahut Pangeran Regar sembari memperhatikan Seratus Robot Tempur yang telah mulai bertarung melawan 5000 Siluman Cerberus yang dilepas oleh Militer Kerajaan Yakjud.


“Hahaha ... ternyata Pangeran terkutuk itu hanya mengandalkan besi rongsokan saja untuk melawan kita, mimpinya terlalu tinggi. Sekarang kita akan menjadi tanah Kota Pagan ini menjadi kuburan Pangeran terkutuk dan kita akan bersenang-senang dengan Ratu Violet, Elf wanita tercantik di Sirius.” Jenderal Maligno tertawa terbahak-bahak.


“Coba perintahkan Robot Tempur untuk menebas ketiga kepala Siluman Cerberus itu secara bersamaan, mungkin itu adalah kelemahannya,” kata Ratu Violet Celestine menganalisa kelemahan Siluman Cerberus.


“Baik, Ratuku!” sahut Pangeran Regar mengirim pesan pada semua Robot Tempur tentang kelemahan Siluman Cerberus, karena semua Robot Tempur terkoneksi dengan alam bawah sadarnya.


Robot Tempur R-007 kembali menebas secara bersamaan pada Siluman Cerberus yang masih dililit oleh tanaman merambat hasil Sihir Anso De Beleza tersebut. Dan hasilnya membuat Jenderal Maligno yang tertawa terbahak-bahak langsung mengerutkan keningnya, karena Siluman Cerberus tidak bisa melakukan regenerasi lagi.


Robot Tempur R-003 langsung berhadapan dengan Tujuh Siluman Cerberus sekaligus. Dan Robot Tempur R-003 langsung diserang dengan Sihir angin, api dan air sekaligus. Namun, ia masih bisa bertahan berkat Perisai tak kasat mata yang melindunginya, tetapi Damage (kerusakan) yang ia terima tetap memperlemah Perisai pelindungnya hingga 45%, sehingga Robot Tempur R-003 harus mengalahkan mereka sebelum serangan Sihir ketiga Siluman Cerberus tersebut.


Pangeran Regar Virmilion mengirim perintah untuk menargetkan satu Siluman Cerberus saja dan langsung mundur kebelakang, sehingga Robot Tempur yang lain langsung menggantikan posisinya, sedangkan Robot Tempur yang telah menerima Damage serangan musuh akan dilakukan Reparasi (perbaikan) Perisai oleh Robot Tempur Mekanik, karena ini baru serangan ringan saja dan belum Perang puncaknya—sehingga kondisi Robot Tempur harus dalam kondisi prima.