
Pangeran Regar Virmilion menatap Balamon dengan seksama. Dia merasa penampilan Balamon berbeda dengan warga desa yang kurus-kurus dan menderita, sedangkan ia tampak sejahtera.
“Terimakasih tuan Balamon telah menyambut kedatangan kami. Bagaimana keadaan warga di sini,” sahut Regar turun dari kudanya dan menyalami Balamon.
“Kurang baik Pangeran. Setelah kita kehilangan Provinsi Istanbul, warga desa Prosperous kesulitan menjual hasil pertanian dan peternakan. Karena dulu kita menjualnya ke kota-kota di provinsi Istanbul yang kini telah dikuasai Goblin.” Balamon berpura-pura sedih.
“Sabar tuan Balamon. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk merebut provinsi Istanbul kembali.” Regar menepuk pundak Balamon. “Apakah ada Penginapan di desa ini? Kami akan beristirahat di sini saja, karena sebentar lagi akan malam.” Regar tidak melihat ada Penginapan di desa ini, kecuali sebuah Mansion besar yang sudah kelihatan dari luar desa.
Balamon tersenyum, ia merasa lega. Karena Regar tidak menyinggung soal upeti. Sekarang ia memikirkan ke mana Pangeran akan menginap, sementara itu tidak ada rumah warga desa yang layak huni.
“Maaf Pangeran. Tidak ada Penginapan di desa kami ini, karena desa Prosperous bukanlah jalur perdagangan. Bagaimana kalau Pangeran menuju desa sebelah saja,” jawab Balamon tidak ingin Regar berlama-lama di desanya, karena tak ingin kedoknya terbongkar.
“Buat apa ke desa sebelah? Toh itu ada Mansion yang sangat besar. Apakah itu milik pedagang atau tuan tanah di desa ini?” Regar melirik Balamon yang tampak pucat mendapat pertanyaan seperti itu.
Balamon berpikir sejenak, ia tak ingin sumber hartanya diselidiki asal-usulnya.
“Ah, itu adalah Mansion peninggalan ayahku. Dulu ia adalah pemilik peternakan besar di desa ini, sewaktu desa Prosperous masih pusat peternakan Provinsi Damaskus,” kilah Balamon.
“Oh, ya? Kami akan senang tuan Balamon, bila kamu mengijinkan kami menginap semalam di Mansion itu,” kata Regar dengan senyum lebar, membuat Balamon ketakutan. Karena ia merasa ada makna tersirat dari senyumannya itu.
Mau tak mau terpaksa Balamon mengijinkan Pangeran Regar Virmilion beserta bawahannya menginap di Mansion Balamon.
Saat mereka memasuki Mansion besar itu, Regar dibuat keheranan. Tak ada barang berharga di dalam Mansion, walaupun kondisinya di rawat dengan baik.
“Selamat datang Pangeran di Mansion sederhana ini,” kata Balamon tersenyum tipis, karena anakbuahnya telah memindahkan semua barang mewah ke dalam bunker bawah tanah.
Regar merasa curiga, bahkan kursi saja tidak ada di ruang tamu Mansion mewah itu. Karena Balamon adalah kepala desa, seharusnya ada kursi murah di sana untuk menyambut tamu dan warga desa yang sedang berkonsultasi padanya.
***
“Balamon! Kami sudah menunggu kalian di luar gerbang desa. Namun, kalian tidak muncul-muncul. Apakah kalian mengingkari kesepakatan kita?”
Lima mahkluk hijau yang pernah Regar hadapi saat menjadi anggota guild Serigala Isfahan muncul di Mansion Balamon. Mereka tampak marah sekali, karena Elf yang dijanjikan oleh Balamon tidak kunjung diantar, padahal mereka paling tidak suka menunggu, walaupun hanya beberapa tarikan nafas saja.
Balamon lansung pucat, kedoknya akhirnya ketahuan oleh Pangeran Regar Virmilion yang merupakan suami Ratu Violet Celestine.
Balamon melambaikan tangan pada anakbuahnya, yang segera keluar dari persembunyian mereka dalam Mansion itu.
“Bunuh Goblin-Goblin itu! Mereka menyerang desa!” seru Balamon yang juga lansung menghadapi pemimpin rombongan Goblin yang merupakan Swordman Rank Platinum.
Balamon sendiri tidak yakin akan memenangkan duel ini, karena ia cuma Swordman Rank Diamond. Sementara anakbuahnya adalah Swordman Rank Gold saja.
Elsa menarik busur panahnya dan siap membidik pemimpin Goblin. Namun, Regar melarangnya, karena ia mendengar tentang kesepakatan Balamon dengan Goblin, jadi ia penasaran apa yang mereka sepakatkan itu.
“Kalian telusuri semua ruangan di Mansion ini. Aku curiga apa yang Goblin itu inginkan.” Regar menyuruh kelima Swordman anak buahnya.
Mereka langsung berpencar menelusuri Mansion besar itu. Balamon yang melihat sekilas menggerutu dalam hati, karena Pangeran Regar Virmilion hanya menontonnya saja yang telah menerima banyak luka.
“Jangan bunuh mereka. Kita membutuhkan mereka hidup-hidup,” kata Pemimpin Goblin pada anak buahnya yang menghajar habis-habisan anak buah Balamon.
“Untuk apa mereka menginginkan Elf jelek dan tua ini. Bukannya mereka biasanya mengambil Elf muda yang tampan dan cantik untuk dijual kembali?” Liliana merasa ada yang janggal dengan tujuan Goblin itu.
Tidak berselang lama, satu Swordman anak buah Regar datang melapor. Ia mengatakan menemukan bunker bawah tanah. Di mana ditemukan banyak Elf dengan kondisi terikat di sana.
Dia juga mengatakan, bukan hanya Elf muda yang ditangkap, tetapi Elf tua dan anak-anak juga. Kebanyakan mereka adalah pengungsi dari Provinsi Istanbul.
Mereka diculik saat sedang menggarap lahan pertanian milik tuan tanah. Karena mereka hanya pengungsi, tidak ada laporan Elf hilang pada pihak keamanan. Tuan tanah mereka juga tidak peduli nasib mereka, karena banyak pengungsi lain yang bersedia bekerja dengan upah rendah.
Regar sangat terkejut mendengarnya, ia makin penasaran. Apa sebenarnya yang dilakukan Goblin-Goblin ini pada mereka.
Pemimpin Goblin menatap Regar, ia melihat Regar mengenakan seragam Komandan Militer. Dan mereka jelas-jelas kalah kekuatan bila menyerang Regar yang dikawal oleh satu Archer Rank SS dan dua Archer Rank S, belum lagi ada lima Swordman Rank Platinum juga.
“Kami tidak berniat menyerang provinsi Damaskus. Kami datang untuk mengambil barang yang telah kami beli dari Balamon. Jadi, tolong biarkan kami mengambil barang kami dan kalian bisa ambil semua hartanya. Kami juga akan memberikan pembayaran hari ini untuk kalian.” Goblin itu mencoba bernegosiasi dengan Regar.
“Barang apa yang anda maksud. Kalau kalian ingin membawanya, aku tidak masalah. Bagaimana kalau aku akan menggantikan peran mereka. Karena anakbuahku menemukan harta berlimpah di bunker bawah tanah miliknya.” Regar juga mencoba mendalami lebih jauh apa sebenarnya yang mereka inginkan.
Goblin itu tidak percaya begitu saja dengan tawaran dari Regar.
“Bagaimana kalau kalian berikan barang yang telah kami pesan. Barulah kita bicarakan kesepakatan, apakah kami percaya padamu atau tidak?” sahut Goblin itu.
Regar tersenyum lebar, “Anda dari tadi mengatakan barang. Namun, kami tidak tahu barang apa yang kalian inginkan. Ada banyak harta yang telah dikumpulkan oleh Balamon di bunker bawah tanah miliknya.”
“Elf hidup! Kami membeli Elf hidup darinya. Baik itu Dewasa, tua dan anak-anak. Bawakan semua pada kami,” sahutnya.
Regar melambaikan tangan pada Swordman Platinum untuk memberikan Elf yang dikurung di bunker bawah tanah pada mereka.
“Jadi, apakah kita bisa mulai bicarakan kesepakatannya. Bawahanku sedang menjemput mereka,” kata Regar mendekati Goblin itu.
Alisa ingin mengikutinya, tetapi Regar melarang. Karena ia ingin Goblin itu percaya bahwa ia bersungguh-sungguh dalam kesepakatan itu.
...⚔️Bersambung⚔️...