Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Bersih-Bersih Istana



“Charlotte, Vanessa dan Isabella! Bantu Violet memeriksa dokumen yang ditinggalkan oleh Pangeran Frederick. Tidak hanya itu saja, kalian juga periksa dokomen pengeluaran dan pemasukan istana dari menteri istana. Bawa Archer lainnya untuk memudahkan pekerjaan kalian,” kata Pangeran Regar Virmilion di ruangan kerja Violet Celestine. “Violet berikan mereka surat tugas, agar mereka tidak di halangi dalam penyelidikan ini,” katanya lagi.


Violet mengiyakan, walaupun sebenarnya ia ketakutan dengan tindakan Regar itu. Menyelediki salah satu menteri, sama saja dengan memantik permusuhan. Belum lagi tindakan ini atas namanya, bukan atas nama Komandan ibukota, jabatan suaminya saat ini.


Violet terlalu takut untuk membantah, ia seperti boneka saja. Di luar tampak tegas, padahal ada sosok yang mengendalikannya dari belakang.


Charlotte lansung bergerak, ia memerintahkan satu Archer Rank SSS membuat tim dengan anggota 25 Archer Rank Platinum menggeledah berbagai ruangan di dalam istana.


***


“Tuan Gorgon! Gawat!”


Salah satu anakbuahnya datang tergesa-gesa memasuki ruangan kerjanya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Gorgon sangat terkejut, karena ia sedang memanipulasi data sebelum diserahkan pada Ratu Violet Celestine.


Data yang ia manipulasi itu adalah belanja bulanan kebutuhan pokok istana. Dengan akal cerdiknya itu, ia bisa menggelapkan dana kerajaan dan digunakan untuk berfoya-foya serta disumbangkan sebagian pada Militer agar mereka memberikan perlindungan padanya, bila suatu saat nanti ketahuan oleh Ratu Violet Celestine.


Gorgon, yang merupakan menteri istana itu menatap tajam bawahannya.


“Ada apa? Kamu menggangguku saja. Apa kamu tidak lihat, aku lagi sibuk!” keluh Gorgon.


“Ratu Violet memerintahkan penyelidikan atau audit internal. Sekarang tim yang dibentuknya sedang menggeledah hampir semua ruangan,” sahut bawahannya itu.


“Istana ini cukup luas, kamu terlalu khawatir. Cepat kamu halangi saja mereka, katakan menteri istana tidak membolehkan kalian memasuki ruangan tanpa izin darinya.”


Gorgon menyepelekan peringatan dari bawahannya yang telah ketakutan.


“Tuan Gorgon lebih baik Anda kabur saja ke Provinsi Athena! Mereka membunuh siapa saja yang menghalangi penyelidikan mereka. Ratu Violet menggunakan Prajurit Pasukan Pangeran Regar Virmilion dalam penyelidikan ini.”


“Apaaaaaaa?”


Gorgon terkejut mendengarnya, ia tidak menyangka Ratu Violet Celestine akan berani bertindak begitu. Ia kemudian menduga-duga mungkin Ratu Violet berani bertindak, karena mendapat dukungan penuh dari suaminya.


Gorgon kemudian memerintahkan anakbuahnya itu menyamar sebagai dirinya dan mengurung diri dalam ruangan itu. Sedangkan ia kabur meninggalkan istana, menuju Provinsi Athena.


Gorgon berencana melaporkan kejadian itu pada jendral Harrison, salah satu Panglima Militer, yang juga ayah dari Sebastian. Bila penyelidikan yang dilakukan Ratu Violet terus berlanjut, maka akan banyak kaki tangan Militer yang tertangkap. Tentu saja itu harus dicegah, sebelum kepemimpinan Ratu Violet makin kuat dan nanti malah menggigit balik Militer.


Gorgon berhasil keluar dari istana, karena sekarang suasana di sana sedang riuh. Banyak pegawai istana yang ditangkapi dan dijebloskan ke penjara setelah ketahuan ikut memanipulasi data dan terlibat korupsi.


***


Pangeran Regar Virmilion berkuda menyusuri jalanan kota Ereck ditemani oleh Archer Freya, Swordman Alexander dan Swordman Hefaistos. Dua puluh Swordman Rank Platinum dan lima Archer Rank Platinum juga ikut menemaninya.


“Tolong! Lepaskan!” Elf wanita berusia empat puluhan sedang berjuang mempertahankan sebungkus roti kering yang sedang ditarik oleh Elf pria berpenampilan berandalan. “Ini untuk anak-anakku!” Isak tangis wanita itu menggema, tetapi Elf laki-laki itu tidak peduli. Ia menyeret tubuh wanita itu yang tidak mau melepaskan pegangannya pada roti kering itu.


Elf-Elf lainnya hanya melihat saja. Mereka tidak berani menolongnya. Karena takut berandalan itu mendatangi mereka menuntut balas setelahnya.


Banyak kejadian, warga yang menjadi pahlawan kesiangan. Tiba-tiba keesokan harinya telah ditemukan tewas bersimbah darah.


Menurut kabar yang beredar, berandalan itu akan mengajak teman-temannya balas dendam dan mendatangi rumah Elf malang tersebut.


Regar mengeluarkan Pistol G-2 miliknya dan menembak kepala berandalan itu, yang lansung tergeletak bersimbah darah. Nyawanya tidak tertolong lagi, ia tewas seketika. Karena yang diincar oleh Regar adalah titik vitalnya.


Regar mendekati Elf wanita itu yang terluka akibat diseret-seret oleh berandalan tadi.


“Apa nyonya terluka parah? Biar anakbuahku mengantarmu ke rumah sakit!” seru Regar sembari membantunya berdiri.


“Ti-tidak apa-apa Pangeran!” sahutnya gugup ternyata yang menolongnya adalah suami Ratu Violet Celestine. “Nanti akan sembuh sendiri kok,” katanya lagi sambil melempar senyum pada Regar.


Regar memperhatikan Roti kering miliknya yang sudah hancur sebagian, akibat rebutan dengan berandalan tadi.


“Dengarkan semua!” seru Regar dengan lantang. Sehingga Elf-Elf di sekitar area itu menoleh kearahnya. “Aku adalah Komandan Militer ibukota. Mulai sekarang aku akan memberantas pelaku kriminal seperti ini!”


Regar menendang tubuh berandalan yang telah tewas itu hingga terpental beberapa langkah.


“Bila kalian mengetahui ada pelaku kriminal berkeliaran. Kalian bisa memberitahu pada penjaga gerbang istana atau mendatangi Penginapan tempat para Prajurit Pangeran Regar Virmilion menginap. Mereka pasti akan membantu kalian.”


Ucapannya itu membuat heboh penduduk yang ada di sana. Kemudian menjadi bahan pembicaraan dari mulut ke mulut dan menyebar ke seluruh penjuru kota Ereck.


Para Pelaku kriminal ketakutan mendengar kabar itu. Sehingga banyak diantara mereka memutuskan tiarap lebih dahulu. Mereka ingin melihat apakah peristiwa ini terus berlanjut atau hanya sementara saja. Seperti yang dilakukan petugas kemanan sebelumnya untuk pencitraan saja. Beberapa hari kemudian tidak ada lagi petugas kemanan yang melakukan patroli, sehingga para pelaku kriminal ini kembali beraksi.


Regar memborong roti kering di sebuah toko roti dan membagi-bagikannya pada penduduk miskin disekitar tempat itu. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan mengelilingi kota Ereck memperhatikan kehidupan penduduk. Banyak toko-toko yang tutup, karena Elf kaya telah mengungsi ke Provinsi Athena dan Torus.


***


Di tempat lain, Menteri kehakiman mendengar kabar yang terjadi di istana, Kerajaan Sirius itu. Hanibal, nama menteri kehakiman itu sangat geram dengan tindakan Ratu Violet itu. Ia tak menyangka Ratu semut itu berani menggigit kawanan serigala.


“Apa Menteri Gorgon telah ditangkap?” tanya Hanibal pada Swordman bawahannya yang menjadi mata-mata dalam istana.


“Dia berhasil kabur tuan Hanibal! Akan tetapi kejahatannya telah terbongkar. 90% pegawai istana telah ditangkap dan dijebloskan ke penjara,” sahut Swordman itu.


Kumpulkan satu Peleton petugas kehakiman, kita akan menuju istana untuk mencegah hal gila yang dilakukan oleh Ratu sialan itu!” gerutu Hanibal sembari mengepal tangannya.


Hanibal teringat akan sosok suami Ratu Violet yang tampak tenang saat bertemu dengannya. Bahkan berani membantah ucapannya juga, Hanibal berpikir keberanian Ratu Violet bersumber dari Pangeran terkutuk itu.


...~Bersambung~...


***


Kenapa belum jotos-jotosan juga Thor?😁


Alur cerita ini berjalan lambat, karena konfliknya bukan hanya melawan Ras Goblin saja, tetapi permasalahan internal di Kerajaan Sirius juga.


Saya ingin membuat cerita seperti di film-film kerajaan, di mana konfliknya bukan hanya adu jotos saja, namun ada dramanya juga.


Namun, setelah chapter 100 nanti, ternyata novel ini kurang menarik perhatian para pembaca. Maka saya akan mempercepat alurnya dan Penjahat terakhir novel ini adalah Raja Makjud. Ayo, kalian pasti tidak tahu siapa dia, kan?😁😁😁