Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Kekuatan Raja Virmilion



“Cacing tanah!” Akhirnya Beleza mendapat sebuah ide dalam menghadapi Seratus Ribu Pasukan Yakjud yang sedang mengepungnya.


“O raiz da arbore, sexan os vermes do inferno que devoran o mal!” Beleza merapalkan mantera Sihir yang membuat akar-akar Pohon mencuat dari permukaan tanah, kemudian menarik kaki Pasukan Kerajaan Yakjud dan membawanya ke dalam tanah.


“Apa itu?”


Para Pasukan Kerajaan Yakjud terkejut melihatnya karena rekan disekitar mereka tiba-tiba menghilang ditarik akar-akar Pohon ke dalam tanah. Itu seperti cerita hantu saja.


“Aaaaaaaa! Tolong Aku!”


Goblin Rank SSS tiba-tiba ditarik akar Pohon masuk ke dalam tanah tanpa sempat melakukan perlawanan.


“Tusuk Pedang kalian ke dalam tanah dan gunakan Mana agar cacing akar Pohon sialan itu hancur berkeping-keping!” seru salah satu Goblin.


Namun, Beleza tak membiarkan mereka dengan mudah melakukan hal itu dan ia segera memerintah Manusia Pohon menyerang mereka.


Situasi sangat kacau, para Goblin bertumbangan satu persatu, tetapi beberapa Goblin berhasil menghancurkan akar Pohon dengan menusukkan Pedang mereka ke dalam tanah.


...***...


“Raja Virmilion tidak dapat dibendung Jenderal! Apa yang harus kita lakukan?” Salah satu Goblin melapor pada Jenderal Cranio.


Jenderal Cranio mengerutkan keningnya, walaupun 13 Suku Goblin mengirim Pasukan dalam jumlah besar—tapi mereka tidak memiliki pengalaman berperang, sementara Raja Virmilion membawa Pasukan yang sangat terlatih walaupun mereka kalah jumlah.


Kata-kata Jenderal Cranio menjadi penyemangat Goblin lainnya. Mereka mengikuti sang Panglima Tertinggi Kerajaan Yakjud tersebut ke garis depan.


Raja Virmilion yang sedang buru-buru menuju tempat Pangeran Regar bertarung langsung mengerutkan keningnya, karena Goblin ini seperti semut saja; datang silih berganti walaupun mereka lemah tetapi tak ada habis-habisnya.


Jenderal Cranio menunggang Cerberus dan berhenti sepuluh meter dari Raja, Kerajaan Akkadia tersebut.


Jenderal Cranio tahu Raja Virmilion sedang terburu-buru untuk menyelamatkan anak bungsunya yang sedang bertarung dengan Raja Makjud, makanya ia akan berusaha mengulur waktu agar Raja Virmilion merasakan kehilangan salah satu anggota keluarganya.


Jutaan Swordsman berbaris di belakang Jenderal Cranio dan mereka tidak melakukan gerakan apapun, sedangkan Goblin yang terlanjur bertempur di garis depan segera mundur ke sisi Jenderal Cranio.


“Kenapa mereka mundur?” tanya Ratu Violet Celestine pada Archer Charlotte yang mengawalnya sepanjang Perang berlangsung.


“Mereka merubah taktik berperang, sepertinya mereka telah menyadari tujuan Raja Virmilion makanya mereka berusaha mengulur waktu!” sahut Charlotte khawatir dengan nasib Pangeran Regar yang telah bertarung cukup lama sejak tadi.


“Pangeran ....” Ratu Violet Celestine menjadi gelisah, apakah suaminya itu sanggup melawan Raja Makjud yang membunuh ayahnya, Raja Celestine Lima belas tahun yang lalu.


Raja Virmilion segera melesat ke arah Jenderal Cranio tanpa mengucapkan sepatah katapun karena ia sudah menebak rencananya mengulur-ulur waktu.


Jenderal Cranio mengerutkan keningnya saat merasakan kekuatan yang sangat besar dari tebasan Pedang Raja Virmilion; kekuatan ini sangat mirip dengan Raja Makjud.


Cahaya berwarna emas sepanjang satu kilometer memancar dari bilah Pedang Raja Virmilion. Area yang terkena cahaya emas itu langsung hancur berkeping-keping; tak ada Goblin yang bisa melarikan diri dari cahaya emas itu—Ribuan Goblin tewas seketika.