Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Uji Coba Senjata Baru (Goblin) Melawan Manusia Pohon (Sihir Dari Anso Beleza)



Manusia Pohon dalam jumlah besar langsung mendekat ke arah benteng kota Pagan. Namun, tiba-tiba terlihat hujan panah yang mengandung energi dengan daya ledak tinggi—karena telah dialiri Mana dan melesat menuju para Manusia Pohon itu, sehingga terjadi ledakan-ledakan besar yang menghancurkan manusia pohon.


Anso De Beleza mengerutkan keningnya, karena tidak menyangka Archer dari Kerajaan Yakjud langsung memberikan perlawanan keras, begitu juga dari Prajurit Manjanik (Pelontar Batu) ikut melakukan serangan balasan.


Beleza merapalkan mantra sihir, sehingga Manusia-Manusia Pohon segera melempar batu-batu yang berserakan disekitar mereka ke arah benteng kota Pagan, bahkan Manusia Pohon berukuran besar juga melempar Manusia Pohon berukuran kecil ke arah benteng kota Pagan tersebut, sehingga terjadi kekacauan kecil di sana. Namun, Rank SSS dari ras Goblin segera menghancurkan manusia pohon tersebut.


“Buka gerbang, kita akan melepaskan Siluman Cerberus untuk menunjukkan pada mereka kekuatan kita yang sesungguhnya hahaha....” Jenderal Maligno yang merupakan Jenderal yang berjasa besar dalam penaklukan provinsi Istanbul dulu.


Prajurit Goblin segera membuka gerbang kota Pagan dan mereka melepas Siluman Cerberus yang selalu diberi makan daging Ras Elf, sehingga saat mencium ratusan ribu Elf muncul di luar gerbang—makhluk aneh ciptaan Laboratorium Kerajaan Yakjud tersebut ingin segera keluar dari kandangnya, karena ingin segera memakan para Elf tersebut.


Jenderal Maligno memerintahkan untuk melepaskan 5000 Siluman Cerberus yang merupakan makhluk aneh dengan kepala tiga, memiliki tubuh seperti Anjing raksasa serta ketiga mulutnya dapat menyemburkan Sihir Api, Air dan Angin—1000 Siluman Burung berukuran raksasa juga ikut dilepaskan.


Pangeran Regar Vermilion terkejut saat melihat makhluk aneh yang keluar dari Benteng kota Pagan. “Itukah Siluman Cerberus itu,” gumam Regar dan Siluman itu langsung memotong Manusia Pohon dengan Sihir angin yang keluar dari mulutnya dan mulut yang lain segera membakarnya.


“Robot Tempur R-0001 hingga R-0100 lakukan tugas terbaik kalian!” seru Pangeran Regar Virmilion seolah-olah mereka benda hidup saja—padahal ia bisa mengontrol mereka melalui alam bawah sadarnya saja.


“Archer Rank SSS, bidik segera burung sialan itu!” seru Regar—karena Siluman burung tersebut akan datang ke arah mereka.


Archer Charlotte segera membidik Siluman Burung itu, dan ia langsung terkejut karena mereka malah menghindari anak panah yang dipenuhi energi tersebut—seperti mereka memiliki kecerdasan saja.


“Ternyata mereka sangat lincah!” gerutu Archer Isabella, karena semua anak Panahnya tidak ada yang mengenai Siluman Burung tersebut. “Mungkinkah, kita harus membidiknya secara bersama-sama. Aku akan membidik tepat di kepalanya dan yang lainnya membidik area kosong disekitarnya, karena ia pasti akan menghindar ke salah satu sisi,” kata Isabella lagi membaca pergerakan Siluman Burung tersebut.


“Ide yang bagus, kita harus mencobanya,” sahut Vanessa langsung meminta Empat Archer Rank SSS membantunya membidik salah satu Siluman burung itu.


Perkiraan Isabella itu ternyata benar, setelah Vanessa membidik Siluman burung tepat diwajahnya, tiba-tiba ia langsung menghindar ke arah kiri. Namun, keempat Archer itu menembakkan Panah secara bersamaan, sehingga sayapnya terkena tembakan dan ledakan Mana (energi) membuat sayap Siluman burung tersebut hancur dan keseimbangan tubuhnya langsung goyah—ia kemudian mendarat darurat ke tengah-tengah medan tempur antara Robot Tempur milik Pangeran Regar Virmilion, Manusia Pohon melawan Siluman Cerberus milik Tentara Kerajaan Yakjud.


Jenderal Maligno mengerutkan keningnya saat melihat salah satu Siluman burung malah terjatuh terkena tembakan anak panah Archer dari Ras Elf, sehingga ia mengetahui kelemahan fatal dari senjata buatan itu.


“Panggil Siluman Burung kembali, sepertinya mereka lebih cocok saat perang terbuka telah dimulai,” kata Jenderal Maligno sembari memperhatikan cara bertarung Siluman Cerberus, apakah sama seperti Siluman burung yang masih memiliki banyak kekurangan—karena senjata ini masih tahap uji coba yang langsung dibawa ke medan perang.