Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Perang Kota Solhell II



Elf laki-laki Rank S tiba-tiba memasuki tenda tempat rapat para petinggi Pasukan Kerajaan Sirius dengan Ratu Violet Celestine tersebut.


“Gawat Ratu Violet, Ribuan Cerberus dan Siluman Burung sedang mendekat ke arah kita,” lapornya.


“Apaaaaa? Mereka langsung memulai perangnya!” keluh Violet—karena suaminya belum juga muncul yang pergi untuk menyelamatkan Pasukan Revolusioner.


Violet kemudian menatap Charlotte dan berkata, “Aku tidak ahli dalam urusan militer, maka tongkat komando akan aku serahkan padamu!”


Charlotte segera berdiri dari tembak duduknya dan segera menaruh tangan kanannya di dada serta menundukkan kepalanya. “Aku akan menjalankan perintah Ratu!”


Kemudian Charlotte segera menuju tempat peristirahatan para Jenderal dan Komandan Pasukan Sirius.


Dia mengatur strategi bertahan, karena jumlah musuh jauh lebih banyak dari mereka. Itu belum dihitung dengan Pasukan yang dipimpin langsung oleh Raja Makjud yang kemungkinan akan muncul juga di Kota Solhell ini.


Setelah mengatur strategi, para Jenderal dan Komandan Pasukan segera mengisi Pos masing-masing.


Charlotte sendiri berdiri disamping Ratu Violet Celestine dan ia bertanggungjawab atas keselamatannya.


Narnia mengambil peran sebagai Pemimpin utama seluruh Archer yang akan berfokus menghancurkan Siluman Burung yang segera mendekati mereka.


“Ayo kita taruhan siapa yang pertama menjatuhkan Siluman Burung!” kata Vanessa membuyarkan kesunyian—karena semua Archer tampak panik dan fokus menatap langit.


“Archer lemah sepertimu ingin taruhan? Apa aku tak salah dengar ha-ha-ha!” Freya mengejek Vanessa.


“Hei, aku sudah membunuh ribuan Goblin saat di Kota Pagan kemarin!” Vanessa tak terima diejek oleh Freya.


Sebagai Pemimpin utama, Narnia mengerutkan keningnya. “Kalian tolong jangan bertengkar. Kita ini sedang berada di medan Perang!”


Keduanya menggembungkan pipi dan menoleh ke arah yang berlawanan. Namun, saat Siluman Burung telah mencapai jangkauan tembak busur panah mereka. Keduanya segera menembak Siluman Burung tersebut.


“Pasukan Manjanik tembak kan Batu Api!” seru Charlotte saat Ribuan Cerberus dengan ganas mendekati pertahanan Kerajaan Sirius.


Dalam sekejap langit menjadi terang—karena Puluhan ribu baru api melesat ke arah gerombolan Cerberus. Namun, tiba-tiba tanah bergetar hebat dan tak jauh dari Cerberus Lima Juta Penunggang Kuda Goblin ikut menyerang.


Hujan panah dari Archer Goblin juga menghujani Pasukan Kerajaan Sirius. Pemandangan ini sangat mengerikan, sehingga banyak Prajurit dengan Rank rendah langsung terkulai lemas—merasa Kerajaan Sirius tak akan sanggup melawan Kerajaan Yakjud.


“Jangan takut! Alirkan Mana lebih banyak ke Armor kalian!” seru Charlotte segera menembakkan anak panah ke arah anak panah yang mengarah pada Ratu Violet Celestine.


Tak berselang lama Cerberus telah menerjang ke arah Robot Tempur yang berada di barisan paling depan.


Ledakan demi ledakan pun terjadi, jeritan Cerberus, Elf dan Goblin menggema saat tubuh mereka terluka—hanya Robot tempur saja yang tidak memiliki emosi. Namun, sangat ganas dalam pertempuran dengan Cerberus.


“Rasakan Pedang Cahaya ini!” teriak Alexander, Swordsman Rank SSS Elf saat berhadapan dengan Rank SSS Goblin.


“Kau pikir Pedangmu saja yang tajam! Matilah!” sahut Goblin tersebut menghunus Pedangnya ke arah Alexander.


Cahaya berwarna emas yang keluar dari bilah Pedang Alexander berbenturan dari Cahaya hitam dari Swordsman Goblin—yang membuat area sekitar mereka terdistorsi.


Tak lama berselang ledakan yang sangat besar pun terjadi—mengakibatkan area disekitar mereka hancur, sehingga Elf dan Goblin Rank rendah ikut tewas dalam ledakan tersebut.