
Jenderal Maligno merasa Robot Tempur milik Kerajaan Sirius lebih unggul dari Siluman Cerberus Kerajaan Yakjud, sehingga ia memerintahkan Swordsman Goblin maju ke medan perang.
Terompet panjang pun berbunyi, yang diiringi oleh ratusan ribu Swordsman Goblin berbagai Rank, mulai Rank rendah hingga Rank SSS.
“Bunyikan terompet perang kita juga!” seru Pangeran Regar Virmilion sembari menyelimuti seluruh tubuhnya dengan Mana yang berubah menjadi seperti Jirah Perang saja.
Ratu Violet Celestine menarik nafas dalam-dalam dan memandangi ratusan ribu Swordsman Elf Kerajaan Sirius. Dia merasakan—perasaan mereka saat ini bercampur aduk—antara ketakutan akan kematian dan ingin balas dendam atas penderitaan yang mereka alami selama ini akibat serangan Kerajaan Yakjud ke tanah airnya. Mereka takut, tetapi tidak ingin mundur dan akan merobek tubuh Goblin dengan Pedang di tangan mereka.
“Hari ini kita akan melakukan Perang Suci!” seru Ratu Violet Celestine, sehingga ratusan ribu Swordsman Elf Kerajaan Sirius tersebut menatap dirinya yang berdiri diatas tembok pertahanan. “Kita memiliki kekuatan sama dengan mereka, tetapi kita pasti akan menang karena memiliki tekad kuat! Kita memiliki Dewi Cahaya yang selalu menuntun jalan kita, hari ini ....” Violet Celestine diam sejenak. “Mari kita hapuskan Kerajaan Yakjud dari muka bumi ini dan menerangi tanah mereka dengan berkah Dewi Cahaya!” Ratu Violet Celestine berorasi menyemangati Pasukannya.
“Hidup Ratu Violet!”
“Hidup Ratu Violet!”
“Jayalah Sirius!”
“Jayalah Sirius!”
Para Swordsman Elf langsung menyerbu ke medan Perang, begitu juga dengan Pangeran Regar Virmilion yang menghunus Pedang Queen E.V dan memacu kudanya sekencang-kencangnya.
Anso De Beleza tak mau ketinggalan, ia juga menaiki Manusia Pohon raksasa dan bergerak bersama beberapa para Swordsman Elf ke tengah-tengah medan perang, beberapa Archer Rank SSS juga ikut bertengger di Kepala Manusia Pohon—untuk memberikan dukungan serangan jarak jauh.
“Orraaaa! Mati kalian!” Pangeran Regar Virmilion menebas Goblin yang mendekati dirinya dengan mudah, sehingga beberapa Goblin mulai menjauh saat menjumpai dirinya.
Salah satu Jenderal Ras Goblin mengerutkan keningnya saat melihat bawahannya malah ciut nyali mereka—saat berhadapan dengan Pangeran Regar Virmilion.
Dia menendang Goblin-Goblin yang menghalangi jalannya dan langsung mengayunkan Pedangnya yang sangat besar ke arah Pangeran Regar Virmilion—yang langsung menangkis tebasan Pedang tersebut dengan Pedang Queen E.V.
“Hahaha ... ternyata kau adalah Elf terkutuk itu!” Dia sangat senang mengetahui latar belakang Pangeran Regar Virmilion. “Kalau kami bisa menawanmu, maka si cantik Violet akan menyerahkan diri dan kami bisa ....” Dia menjulurkan lidahnya, sehingga Pangeran Regar Virmilion sangat kesal melihatnya.
“Cih, dasar makhluk hijau sialan!” umpat Pangeran Regar Virmilion langsung menembak Lidah Jenderal Goblin tersebut dengan Pistol miliknya yang merupakan peninggalan Setiawan—manusia yang berasal dari Bumi, tetapi sayang sekali, ia tidak bisa bertahan lama di daratan Latinesia ini. Padahal ia telah berjanji akan membantu Pangeran Regar Virmilion menjadi Swordsman Elf terhebat sepanjang masa.
Jenderal Goblin tersebut langsung merasa lidahnya hancur oleh tembakan benda aneh tersebut, sehingga ia mundur beberapa langkah untuk melakukan pemulihan pada lidahnya.
Wajahnya langsung memerah dan langsung mengayunkan Pedangnya ke arah Pangeran Regar Virmilion. Namun, Sang Pangeran telah berlatih beladiri dan berpedang dengan baik dari Setiawan, sehingga ia bisa memprediksi gerakan Jenderal Goblin tersebut dan langsung menundukkan badannya, kemudian ia melesat ke arah kanan Jenderal Goblin dan menebas lengan kanannya, sehingga lengannya langsung putus serta Pedang di tangannya ikut terlempar.
“Sakittttttttttttt!” teriak Jenderal Goblin sembari mundur beberapa langkah. “Kalian halangi dia!” umpat Jenderal Goblin pada bawahannya yang sedang bertarung melawan Swordsman Elf lainnya.
Pangeran Regar Virmilion menatap tajam pada Goblin-Goblin yang ingin menghalangi jalannya, karena ia ingin membunuh Jenderal Goblin tersebut—sebelum lengannya beregenerasi kembali.