
Beberapa hari kemudian, Ratu Violet Celestine menuju kota Ars bersama sisa Pasukannya. Karena pasukan utama telah lebih dulu berangkat ke sana.
Dalam Rombongan itu terdapat 1000 Robot tempur dan 10 Robot mekanik. Pangeran Regar Virmilion berencana membuat mereka berada di barisan paling depan nanti, sehingga resiko jatuh korban dari pasukannya bisa dikurangi, mengingat pasukan Kerajaan Sirius Utara lebih besar dua kali lipat dari Pasukan Kerajaan Sirius.
Perjalanan ke kota Ars tak ada kendala apapun. Raja Harrison juga tak mengirim Assassin lain, mungkin karena tak ada kabar dari Assassin sebelumnya.
“Aku sangat gugup! Apakah Aku bisa memimpin 250.000 Prajurit ini,” kata Violet Celestine saat mereka telah berada di benteng pertahanan kota Ars.
“Kamu pasti bisa Ratuku,” sahut Regar mencium tangannya. “Selama Aku menjadi Panglimamu, semua musuh harus dilenyapkan, agar Ratuku tercatat sebagai pemimpin hebat dalam buku sejarah nanti.”
Violet tersenyum, “Kamu pandai sekali menghibur wanita. Iya, kan, Beleza?”
Violet menoleh pada Beleza yang menatap jauh ke depan. Dia telah melihat 300.000 Prajurit Kerajaan Sirius Utara, seperti hamparan semut saja.
“Betul kak Violet,” sahut Beleza menanggapi ucapannya, walaupun sebenarnya ia tak mengikuti percakapan mereka tadi.
Vanessa datang menghampiri Ratu Violet dengan senyum jahilnya.
“Semua Manjanik telah dipasang, begitu juga dengan kesiapan Prajurit Swordman telah berbaris rapi dan Archer telah mengisi barisan belakang, siap memberikan perlindungan kepada barisan depan.” Vanessa memberikan laporan.
Regar mengangguk pada Violet agar ia memulai perang.
Violet menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Para Prajurit Kerajaan Sirius yang saya banggakan. Tibalah saatnya bagi kita untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Sirius masih ada ....”
Violet berhenti bicara, nada suaranya itu mengandung tenaga dalam, sehingga terdengar oleh 250.000 Prajurit yang sedang menatapnya dan mendengarkan pidato darinya.
“Saya memang Ratu yang lemah dan itu saya akui sendiri. Namun, kini berkat suami saya, berkat kalian!—Yang sangat mencintai negeri ini, Saya akhirnya mengerti satu hal; terkadang menyelesaikan masalah perlu dengan jalan kekerasan. Para pengacau berpikir, saya tak bisa berbuat apa-apa dan saya akan menutup mata dengan kelakuan buruk mereka!”
Suara Violet menggelegar, sehingga moral Prajurit naik seketika.
“Saya akan menunjukkan pada mereka melalui tangan kalian, bahwa saya adalah Ratu Violet Celestine, yang merupakan Pemimpin sah negeri ini. Mari kita hancurkan para pengacau. Jayalah Sirius!”
“Jayalah Sirius!” respon para Prajurit seketika sembari mengacungkan Pedang mereka ke langit.
“Jayalah Sirius!”
“Jayalah Sirius!”
Violet tersenyum lebar dan menarik anak panahnya, ia memulai serangan pertama ke wilayah provinsi Torus.
Di sisi lain, Raja Harrison mendapat laporan, kalau Ratu Violet Celestine telah menembakkan anak panah pertama. Berarti perang antar Kerajaan baru dan Kerajaan lama itu resmi dimulai.
“Ternyata anak bau kencur itu berani juga menantangku, walaupun dengan Prajurit pemula,” kata Raja Harrison yang didampingi oleh lima Jendral lama Kerajaan Sirius. Mereka ikut membelok bersama Jendral Harrison.
“Kirim pesan pada Jenderal Everald untuk memulai serangan ke Pangeran Frederick.” Harrison memberikan perintah lagi pada Prajurit yang berlutut di hadapannya.
“Baik Rajaku!” sahut Prajurit itu undur diri meninggalkan ruangan Raja Kerajaan Sirius Utara itu.
“Apakah semua sudah siap Jenderal Fitz?” tanya Harrison padanya.
Jenderal Fitz yang bertanggungjawab untuk mengatur 300.000 Prajurit yang akan berhadapan dengan Pasukan Ratu Violet Celestine.
“Tinggal menunggu perintah Anda yang mulia Raja,” sahut Jenderal Fitz.
“Baiklah, Jenderal Jeffery, pimpin Pasukan Archer dan Jenderal Leon, Buckminster, Areez; kalian bawa Swordman ke barisan depan.”
“Jenderal Fitz, kau akan menjadi pengatur strategi. Jangan sampai kita salah langkah, karena kabarnya ahli strategi Ratu Violet, merupakan ahli strategi terbaik jebolan akademi Cortez, yang merupakan akademi militer terbaik,” kata Harrison.
“Tenang saja yang mulia. Perang ini akan menyatukan Kerajaan Sirius ditangan Anda,” sahut Jenderal Fitz.
“Kuharap demikian.”
Raja Harrison tersenyum tipis, ia menatap keluar jendela dan melihat ratusan ribu Prajuritnya yang tampak tak sabar maju ke barisan depan.
Perang kali ini sebenarnya bukan perang internal Kerajaan Sirius saja, tetapi dua Kerajaan besar lainnya telah menyatakan dukungan pada Kerajaan Sirius Utara.
Mereka akan mengerahkan kekuatan militer, apalagi Kerajaan Akkadia membantu Kerajaan Sirius. Namun, sejauh ini Kerajaan Akkadia belum bergerak sama sekali, sehingga mereka tak terlibat dalam perang lansung.
Raja Virmilion juga telah melakukan pelatihan militer besar-besaran. Karena ia menduga anaknya pasti akan meminta bantuan pada Kerajaan Akkadia, apalagi Kerajaan Sirius telah dikepung dua kekuatan. Namun, diluar dugaannya, Pangeran Regar Virmilion hanya mengirim pesan untuk dikirimkan bantuan keuangan saja. Karena ekonomi Kerajaan Sirius sangat hancur berantakan.
Raja Virmilion dan Queen Emanuelle sampai geleng-geleng kepala membaca pesan itu. Entah apa yang dipikirkan oleh anak bungsu mereka, sehingga dengan percaya dirinya melawan dua kekuatan sekaligus.
***
Langit perbatasan antara Provinsi Torus dan kota Ars dipenuhi oleh ledakan-ledakan energi besar oleh Archer kedua belah pihak.
“Sayang kamu di sini bersama Vanessa, ya. Ikuti saja sarannya. Dia adalah ahli strategi terbaik di Akkadia,” kata Regar berpamitan pada Violet.
Regar akan bergabung dengan Swordman memasuki medan tempur, begitu juga dengan Beleza yang tak mau tinggal di benteng bersama Violet.
“Hati-hati ... jangan sampai terluka,” sahut Violet dengan wajah sedih, ia takut kehilangan suaminya itu.
Regar lansung melapisi tubuhnya dengan armor besi dan dia menaiki kudanya, berjalan pelan ke arah Pasukan Kerajaan Sirius Utara.
“Wah, sudah lama tanganku tak berlumuran darah. Apakah aku akan memecahkan rekor lagi?” Hercules berkata sombong di samping Hefaistos.
“Kau kira mereka Goblin!” sahut Hefaistos tak suka Hercules mengungkit masa lalu mereka itu.
Sepuluh tahun yang lalu, saat mereka masih Rank S, Raja Virmilion mengirim mereka ke Kerajaan Sirius ini, menyamar menjadi anggota Guild terbesar dari Kerajaan Akkadia.
Tujuannya adalah agar mereka memiliki pengalaman berperang secara langsung. Kedok itu telah dijalankan bertahun-tahun oleh Kerajaan Akkadia. Makanya Akkadia memiliki pasukan yang kuat.
Hefaistos menjadi teringat ia yang terluka berat dibawa oleh pasukan Goblin dan diserahkan pada Goblin wanita yang memiliki pangkat tinggi.
Saat itu Hefaistos hampir diperkosa oleh Goblin wanita itu. Untungnya Hercules datang menyelamatkan dia, dengan membawa bala bantuan.
Hefaistos selalu ingin melupakan masa kelam itu, hingga saat ini tiba-tiba Hercules mengungkitnya kembali.
Vin dan Swordman lainnya yang saat itu ikut menyelamatkan Hefaistos akhirnya tertawa terkekeh-kekeh mengingat itu.
“Memangnya ada apa?” Regar keheranan melihat bawahannya tertawa terkekeh-kekeh.
“Begini Pangeran,” sahut Hercules menceritakan kejadian itu, sedangkan Hefaistos menjadi cemberut, karena Regar ikut tertawa juga.
“Baiklah, lupakan kejadian masa lalu Swordman Hefaistos. Mari kita hajar anak buah Harrison!” seru Regar yang kini hanya berjarak seratus meter saja dengan Swordman Kerajaan Sirius Utara. Pasukan Archer kedua belah pihak juga menghentikan serangan, karena bisa membunuh rekannya nanti.
...~Bersambung~...