
Elamina dan Sepuluh Robot Tempur melesat jauh ke arah Kota Solhell, meninggalkan rombongan Pasukan Revolusioner. Dia terus memperhatikan sekitarnya, apakah ada rombongan Goblin yang mendekat.
“Itu?” Elamina mengerutkan keningnya, karena puluhan ribu Goblin sedang bergerak menuju Kota Solhell juga, kemungkinan mereka adalah bala bantuan dari wilayah Barat Kerajaan Yakjud.
Iring-iringan puluhan ribu Goblin tersebut langsung berhenti dan para Archer mereka segera menembakkan anak panah yang dipenuhi energi.
Elamina terkejut melihat hujan panah yang datang ke arahnya dan ia pun langsung mundur sembari menembakkan tanda berupa kembang api—untuk memperingati rombongan Pasukan Revolusioner yang juga searah dengan iring-iringan puluhan ribu Goblin.
Boooommmmmmm!
Ledakan besar akibat hujan panah yang mengarah pada Elamina menghancurkan hutan, sehingga Pasukan Revolusioner terkejut melihatnya.
“Musuh!”
“Semuanya bersiap bertarung!”
Swordsman dan Archer Elf dari Pasukan Revolusioner menghunus Pedang dan bersiap menembakkan anak panah masing-masing.
Beberapa saat kemudian Elamina dan Sepuluh Robot Tempur muncul dari balik pepohonan. Wajahnya tampak pucat dan berkata, “Puluhan ribu bala bantuan Goblin sedang menuju Kota Solhell!”
Abraham sudah menduga mereka juga menuju ke sana dan berpikir sejenak; tindakan apa yang akan mereka lakukan. Apakah akan menunda keberangkatan mereka agar tidak bentrok dengan rombongan Goblin atau melakukan serbuan kilat ke arah mereka.
“Menurutku kita serang saja mereka, supaya Pasukan Kerajaan Sirius lebih mudah menaklukkan Kota Solhell karena bisa saja bala bantuan ini diperuntukkan untuk menyerang Pasukan Kerajaan Sirius dari belakang. Toh, kita memiliki Seratus Robot Tempur yang kekuatannya setara Rank SSS,” usul Elamina setelah menenangkan kepanikannya karena tiba-tiba dihujani anak panah.
“Baiklah, kami akan maju ke depan dan kalian hujani mereka dengan anak panah!” Abraham memutuskan bertarung dengan bala bantuan Kerajaan Yakjud tersebut.
Elamina menganggukkan kepala dan membawa para Archer menuju bukit yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri—agar bisa memperhatikan target serangan mereka.
“Berikan aku Peta!” seru Elamina.
Kalau jarak mereka dengan iring-iringan Goblin terlalu jauh, maka tidak semua anak panah Archer dapat menjangkau mereka—karena kebanyakan para Archer berada di Rank Platinum maupun Diamond saja, hanya beberapa di Rank S, SS dan SSS.
“Posisi kita tidak menguntungkan! Hanya Rank SS dan SSS saja yang dapat menjangkau mereka!” gerutu Elamina menggigit bibirnya, kesal tak bisa memberikan dukungan pada Swordsman Pasukan Revolusioner yang telah bergerak lebih dulu mengejar iring-iringan Goblin.
“Aku merasa titik ini adalah tempat yang bagus dan dapat dijangkau oleh semua Archer. Namun, kita harus mendaki gunung terjal ini!” sela Elf Rank SS di sebelah Elamina.
Para Elf tidak terbiasa dengan medan tropis yang memiliki hutan lebat dan gunung-gunung tinggi.
“Aku setuju dan memiliki cara untuk naik gunung terjal tersebut, karena aku pernah ke Kerajaan Akkadia dan diajarkan oleh Archer di sana cara naik gunung terjal yang paling mudah,” sahut Elf Rank Platinum muncul dari belakang Elamina.
“Bagaimana caranya?” sahut Elamina dengan senyum cerah karena mereka akhirnya memiliki jalan keluar dari masalah ini.
“Biasanya para Archer menggunakan Mana untuk membentuk anak panah,” kata Archer tersebut sembari memotong dahan pohon yang agak besar. “Nah, gunakan ini!” Dia langsung menembakkan dahan pohon itu dan langsung tertancap di dinding gunung.
“Membuat tangga!” Elamina tersenyum cerah. “Ayo cepat tembakkan banyak dahan pohon agar kita naik ke puncak gunung itu!”
Para Archer segera menghujani tebing dan mereka langsung naik ke puncak gunung. Di sana terlihat dengan jelas iring-iringan Goblin yang sedang berhenti bergerak dan para Archer mereka menghujani rombongan Abraham yang menyusul mereka.
“Tembakkkkkkkkkkkk!” teriak Elamina.
Hujan anak panah melesat ke arah iring-iringan Goblin dan target pertama mereka adalah Archer Goblin—agar Pasukan bala bantuan Goblin tersebut tidak bisa melakukan serangan jarak jauh.