
Ratu Violet Celestine memimpin rapat di tenda besar dekat benteng pertahanan kota Ars. Wajahnya tampak bahagia setelah berhasil membuat Pasukan Raja Harrison ketar-ketir. Namun, ia heran melihat Vanessa tampak sedih dan menyembunyikan sesuatu.
Regar juga merasa heran, kenapa para bawahannya tampak menyembunyikan sesuatu.
“Cepat katakan apa yang kalian sembunyikan?” Regar bertanya pada Vanessa, ia takut Kerajaan Yakjud malah merebut kota Ereck yang dijaga oleh Charlotte dan Isabella.
“Ratu Violet, Anda harus tabah setelah mendengar berita ini,” kata Vanessa menatapnya.
Violet lansung menduga Pangeran Frederick, kakak pertamanya mungkin diserang juga oleh salah satu musuhnya.
Dia lansung meneteskan air mata dan mengangguk, tangannya memegang erat sebelah tangan Regar yang duduk disebelahnya.
“Jenderal Everald menyerang Pangeran Frederick dari timur dan Pasukan Revolusioner juga menyerbu dari selatan, sehingga kota Aleppo hancur luluh lantak. Demi mengindikasikan penduduk, Pangeran Frederick bersama pasukannya melakukan serangan penuh dan Archer Rank SSS bernama Narnia yang memimpin rombongan penduduk menuju kota Ereck, didalamnya termasuk istri Pangeran Frederick dan dua keponakan Anda,” kata Vanessa.
Violet menyeka air matanya, dia kini lebih tegar dari sebelumnya, saat kematian Pangeran Darian.
“Syukurlah para penduduk bisa mengunsi. Sebaiknya kita memulai rapat strategi,” sahut Violet Celestine.
Regar memandangi wajah istrinya itu, ia merasa kasihan melihatnya.
“Satu lagi Ratu, Jenderal Everald telah menarik diri dari kota Aleppo, karena menurut informasi rahasia dari Jenderal Buckingham, Jenderal Everald akan ke sini dan mungkin akan sampai besok pagi.
“Berapa Pasukan yang dimiliki Raja Harrison saat ini?” tanya Regar.
“Sekitar 100.000 hingga 150.000 saja Pangeran,” sahut Vanessa lagi.
Regar berpikir sejenak, Pasukan yang menyerah adalah 90.000, itu merupakan pasukan yang sangat besar. Namun, kesetiaan mereka masih diragukan, apalagi kalau digunakan melawan Raja Harrison sekarang—bisa-bisa mereka menyerang balik.
“Bagaimana Ratuku, apakah kita kepung saja benteng mereka?” tanya Regar pada Violet.
“Habisi mereka hingga tak tersisa!” sahut Violet dengan amarah yang sudah memuncak.
“Kalau begitu, Komandan Alexander kumpulkan 90.000 Prajurit musuh yang menyerah di lapangan terbuka.” Regar memberikan perintah, ia berencana ingin melihat kesetiaan mereka.
“Baik Pangeran!” sahut Alexander lansung keluar dari tenda.
“Saya kira, rapat cukup sampai di sini saja, kumpulkan kembali Pasukan dan kita akan menggempur pertahanan Raja Harrison dari dekat,” kata Regar lagi dan para komandan pasukan lansung meninggalkan tenda untuk melakukan persiapan gelombang serangan kedua.
“Pangeran!”
Violet lansung memeluknya dan menangis tersedu-sedu, sisi rapuhnya kembali muncul. Kini ia menjadi sebatang kara, kalau Regar mau ia bisa saja menggulingkan pemerintahan istrinya itu dan mengangkat dirinya sendiri menjadi Raja. Namun, setelah merasa Violet telah mencintainya, ia menepis pemikiran itu dan akan menjadikan Violet sebagai Ratu terhebat yang bisa mengalahkan pemberontak dan Kerajaan Yakjud.
Regar memeluk Violet, “ sabar sayang ... Aku pasti akan membunuh Harrison.”
Violet mengencangkan tangisannya hingga terdengar oleh para Prajurit. Mereka hanya keheranan dan tak berani berspekulasi, apa yang terjadi. Karena informasi kematian Pangeran Frederick belum tersebar luas.
***
Regar menuju lapangan luas di depan benteng kota Ars. Di sana, telah berkumpul 90.000 Prajurit Kerajaan Sirius Utara yang menyerahkan diri.
“Mungkin kalian heran, kenapa saya mengumpulkan kalian.” Regar berkata dengan menggunakan tenaga dalam agar terdengar oleh mereka semua.
Para Prajurit juga bertanya-tanya, apalagi para Rank SSS dan Jenderal Buckingham dipisahkan dari barisan.
“Untuk memutus rantai pemberontakan, maka Aku akan menghukum mati mereka!” Regar menunjuk Jenderal Buckingham dan para Rank SSS.
Regar menatap mereka dengan sinis.
“Kalian jenderal tua, sudah seharusnya menyerahkan pada yang muda untuk mengatur negeri ini. Cepat penggal mereka!”
Para bawahan jenderal Buckingham lansung bereaksi, mereka mengucapkan kata-kata umpatan pada Pangeran Regar Virmilion, selaku Panglima tertinggi, kalau saja ada Pedang ditangan mereka, mungkin mereka sudah melakukan perlawanan.
Alexander bersama Rank SSS lainnya lansung memenggal kepala jenderal Buckingham dan Rank SSS lainnya, mereka hanya bisa pasrah, karena posisi sudah dikepung oleh Pasukan Kerajaan Sirius bersenjata lengkap.
“Nah,” kata Regar dengan senyum lebar. “Bagi yang tidak setia dengan Kerajaan Sirius, silahkan kembali ke barisan Raja Harrison. Karena sebentar lagi, kami akan melakukan serangan penuh,” ancam Regar lagi.
“Bagaimana ini?—Apa kita kembali saja?”
“Bodoh! Lebih baik setia dengan Ratu Violet saja, Raja Harrison sudah tamat!”
“Betul! Kita hanya Prajurit rendahan, lebih baik berpihak pada yang kuat.”
Para Prajurit yang tersisa saling berdiskusi, apakah kembali pada Raja Harrison atau tidak.
“Ayo tentukan pilihan kalian. Kami tak ada waktu berlama-lama menunggu jawaban kalian. Musuh Kerajaan Sirius yang sebenarnya bukanlah Raja Harrison yang kecil itu. Namun, musuh utama kami adalah Kerajaan Yakjud.”
Para Prajurit itu lansung bertekuk lutut dan tak ada yang memilih kembali. Walaupun Regar sudah memberikan pilihan pada mereka.
“Kami siap menerima perintah Pangeran!” seru mereka serentak.
“Bagus-bagus!”
Regar tersenyum lebar dan memerintahkan Hefaistos untuk memberikan Pedang mereka kembali. Dan mereka juga akan dibawah komandonya.
Pasukan Archer segera menghujani anak panah ke arah benteng pertahanan Raja Harrison, begitu juga dengan pasukan Manjanik yang menghujani batu-batu besar.
Beleza tak mau ketinggalan, ia segera membuat sepuluh ribu manusia pohon yang akan menjadi tameng para Prajurit di barisan depan.
***
Jenderal Leon memberikan laporan pada Raja Harrison, bahwa Pasukan Ratu Violet lansung melakukan serangan kedua, sehingga kemungkinan Jenderal Everald tak akan bisa membantu mereka.
“Cih, Ratu sialan itu sangat cerdik! Dia tak memberikan kita waktu untuk mengatur ulang kekuatan. Apalagi makhluk sihir mereka yang begitu kuat, sehingga mental Prajurit lansung ciut,” gerutu Harrison.
“Apa sebaiknya kita mundur ke Provinsi Athena untuk mengatur ulang kekuatan kita. Kalau kita melakukan perlawanan, sepertinya tak akan bertahan lama,” usul Jenderal Leon yang sudah melihat dengan lansung kekuatan Pasukan Kerajaan Sirius yang begitu mengerikan.
“Percuma kita kabur, sudah tak ada waktu lagi. Mereka sudah bergerak ke arah benteng,” sahut Raja Harrison pusing memikirkan strategi untuk bertahan lebih lama, agar bala bantuan dari Jenderal Everald membantunya bertahan.
***
Jenderal Areez merasa sudah tak ada harapan untuk menang dan mengumpulkan Rank SSS yang tersisa dan membicarakan pengkhianatan terhadap Raja Harrison.
Sekuat apapun benteng pertahanan mereka, pasti dengan mudah dihancurkan oleh makhluk aneh seperti pohon itu. Karena tingginya saja mencapai lima puluh meter. Sementara benteng mereka hanya setinggi sepuluh meter saja.
Para Swordman dan Archer Rank SSS tersebut sepakat akan mengepung tenda tempat Raja Harrison berada. Mereka tak menunggu lama, takutnya rencana mereka bocor—saat itu juga mereka lansung melakukan kudeta.
...~Bersambung~...