Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Kematian Sebastian Harrison



“Setidaknya Aku dapat membawa beberapa Goblin bersamaku. Maafkan Aku ayah, tidak berbakti padamu.” Sebastian menghela nafas dalam-dalam.


Dia kemudian mengingat senyum manis Violet, wanita yang ia cintai. Namun, ia sengaja tidak mau jujur dengan perasaannya, karena tidak ingin Kerajaan Sirius hancur. Kalau ia setuju waktu itu dengan ajakan Violet untuk kabur bersama ke Kerajaan Aratta yang jauh di utara daratan Latinesia, maka dipastikan Kerajaan Akkadia juga akan menyerbu Kerajaan Sirius yang sudah lemah dari awal; belum lagi bayang-bayang Kerajaan Yakjud yang menghantui mereka selama 15 tahun ini, makanya ia menolak ajakan Violet dan menyarankan Violet jangan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi rakyatnya juga.


Violet dengan berat hati akhirnya menyetujui usulan Sebastian, dengan syarat Sebastian tetap menjadi Kepala Pengawal Ratu, atau nanti akan ia akan menjadi Menteri Istana. Namun, nasib berkata lain, Pangeran Regar Virmilion justru mengetahui mereka saling mencintai dan membuang Sebastian ke tempat terpencil ini.


“Violet ... aku menunggumu di surga. Kuharap perasaanmu padaku tidak berubah dengan berjalannya waktu,” gumam Sebastian.


Dia merasa kekuatannya makin besar, ternyata di saat-saat seperti ini. Dia mencapai puncak Rank Platinum, mungkin hanya beberapa bulan lagi akan menjadi Rank S. Mana miliknya juga naik menjadi 100.000 Capacity Mana.


Sebastian mengerahkan seluruh Mana miliknya menjadi tenaga dalam dan lansung melompat ke arah Roy yang merasakan energi besar pada Sebastian.


“Apa Elf ini mengalami peningkatan Mana di saat-saat seperti ini?” Goblin itu seakan tak percaya, karena ia merasa kekuatan Sebastian hampir mendekati Swordman Rank S.


Roy mundur beberapa langkah dan melirik kembali pada ketiga rekannya yang telah berhasil membunuh Lima Swordman bawahan Sebastian yang telah kehabisan Mana, karena Rank mereka terlalu rendah.


“Cepat bantu Aku!” teriak Roy pada ketiga rekannya, tetapi Sebastian sudah dihadapannya. “Sial! Sial!” Roy mengumpat.


Sebastian menebas secara beruntun dengan cepat, sehingga Roy kewalahan. Beberapa tebasan bersarang di Armor besi ditubuhnya.


Sebastian tidak memberi ruang untuk Roy untuk berpikir; kearah mana tebasannya selanjutnya. Dia menebas berulang-ulang armor yang sudah retak dan hancur, sehingga bilah pedangnya mencium kulit tubuh Roy.


Beberapa kali suara jeritan Roy menggema, membuat ketiga rekannya panik. Mereka takut tak terlambat membantunya.


“Ah, sial!” seru Roy memegangi perutnya yang ditancap Pedang milik Sebastian. Tak lama kemudian, cahaya putih bersinar terang muncul di tubuhnya. “Tidakkkkkkk!” teriak Roy tubuhnya hancur berkeping-keping.


“Dasar Elf sialan!” seru ketiga Goblin lain.


Mereka mengepung Sebastian dan melakukan tebasan bertubi-tubi. Namun, Sebastian dengan gesit berhasil menghindar.


Mereka mulai panik, ternyata Sebastian bukanlah Swordman yang dapat dianggap remeh. Kemampuan ber-pedangnya sangat tinggi.


Sebastian mulai kewalahan, karena lawannya bertahan cukup baik. Mereka saling membantu saat salah satu mengalami kesulitan. Tak lama kemudian, Lima belas Goblin Swordman Rank Platinum bala bantuan mereka datang menyusul.


Sebastian benar-benar dibuat seperti rusa yang dikelilingi kawanan hyena. Saat ia menyerang ke depan, Goblin dari belakang , sisi kanan dan kiri segara memberikan sayatan ke tubuh Sebastian.


Mereka tertawa cekikikan, mendengar suara jeritan kesakitan Sebastian. Karena merasa tak ada harapan lagi, Sebastian memutuskan mengunci sasaran yang telah membunuh bawahannya.


Swordman Goblin itu kaget, Sebastian terus menerus menebasnya. Pada rekan-rekannya telah menebasnya bertubi-tubi. Namun, Sebastian terus memaksakan diri hingga berhasil menusuk jantung Goblin itu.


Sebastian tersungkur ke tanah, ia masih memiliki kesadaran. Para Goblin lainnya masih berdiskusi; apa membunuh Sebastian atau dibawa ke laboratorium.


Kebanyakan Goblin meminta Sebastian di bunuh saja, karena telah membunuh tiga rekan mereka.


Setelah diskusi itu, salah satu Goblin menghunuskan Pedang pada Sebastian.


“Selamat tinggal semua!” gumamnya tersenyum.


***


“Tuan Sebastian ... tidakkkkkk!” teriak Archer Inggrid, air matanya segera membasahi pipinya.


“Kenapa dengan tuan Sebastian?” Komandannya bertanya dengan cemas.


“Tu-tuan Sebastian telah ....”


“Ah, sial! Pacu kuda kalian segera lenyap kan seluruh Goblin itu!” Komandan Swordman Rank SS itu sangat marah.


Inggrid segera menarik anak panahnya dan menghujani patroli Goblin, yang terkejut dengan serangan tiba-tiba itu.


Mereka tak sanggup menangkis hujan anak panah dari Archer Rank SS itu. Dengan seketika mereka tewas terpanggang. Bahkan Hua-Hua ingin menggunakan Elf yang mereka tangkap sebagai sandera, tetapi baru berbalik badan saja sudah dihujani anak panah dan tewas seketika.


Tentu saja tak mungkin Rank Platinum bisa menahan serangan Rank SS yang memiliki Capacity Mana jauh lebih banyak.


Archer Inggrid dan yang lainnya sampai di tempat tewasnya Sebastian. Mereka sangat sedih sekali melihat kondisi tubuh Sebastian penuh dengan sayatan dan tusukan pedang.


“Kenapa bisa tuan Sebastian berada di desa terpencil ini?”


Inggrid bertanya pada dua Archer bawahan Sebastian. Yang dia ketahui, Sebastian dan Violet saling mencintai. Apa mungkin Ratu Violet sengaja mengirim Sebastian, agar perasaanya yang mencintai Sebastian tidak diketahui oleh Pangeran Regar Virmilion.


Kedua Archer saling berpandangan dan memberanikan diri mengatakan yang sesungguhnya.


“Kami kurang tahu juga Archer Inggrid, tetapi menurut kabar yang beredar awalnya semua Pasukan Pengawal Ratu dikirim oleh Pangeran Regar untuk membantu Pasukan Pangeran Darian di benteng perbatasan. Namun, saat Pangeran berkunjung ke desa Prosperous, ia menemukan banyak Elf yang dijual oleh penyelundup dan memerintahkan tuan Sebastian untuk memberantas mereka,” sahut Archer itu.


“Ternyata ini gara-gara Elf terkutuk itu. Aku yakin dia pasti sengaja, bahkan mengirim tuan Sebastian dengan sedikit pasukan. Dasar Akkadian sialan, dia pasti ingin menguasai negeri ini dan menjadikan Ratu Violet sebagai bonekanya.”


Inggrid mengepal tangannya dan tak sabar ingin segera berperang melawan Pangeran Regar Virmilion, untuk membalaskan dendam kematian Sebastian, yang menurutnya gara-gara Pangeran Regar Virmilion.


Setelah kejadian itu, Ratu Violet Celestine mengirim 1000 Swordman dan Archer yang baru direkrut ke sana. Setelah berkonsultasi dengan Hefaistos yang menjadi Panglima Militer sementara, karena Pangeran Regar sibuk berlatih dengan Robot tempur di Kastil Pangkalan Militer.


***


“Semoga kamu bahagia di surga, Sebastian,” gumam Ratu Violet Celestine menutup jendela ruangan kerjanya kembali. Dia berpura-pura bahagia dengan memancarkan senyum pada Anso De Beleza yang berdiri di belakangnya. “Ayo kita makan siang, atau kita mengunjungi Pangeran ke Kastil Pangkalan Militer. Kamu belum pernah ke sana, kan?” Violet merasa Beleza mungkin bosan di istana terus.


Padahal ia tak tahu, justru Beleza merasa merdeka tinggal di istana bersama Violet. Bayangkan saja, di Laboratorium semua kegiatannya diatur oleh para ilmuwan di sana. Sedangkan di sini tak begitu. Sebelum tidur saja, ia masih bisa bercanda ria dengan Violet.


“Terserah kak Violet saja,” sahut Beleza, tetapi wajahnya tampak senang, berarti ia ingin ke sana.


Violet tersenyum, “Baiklah setelah selesai makan, kita ke sana. Jangan lupa berdandan yang cantik, nanti kamu tidak diliriknya lho.” Violet menggodanya.


“Aku sadar diri kak Violet, tak apalah giliran kedua,” sahut Beleza malu-malu, sehingga Violet mengekerutkan keningnya, karena jawaban Beleza ternyata malah ke bagian ranjang.


...~Bersambung~...