Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Menuju Perbatasan



Pangeran Regar Virmilion mengawali pagi dengan perasaan bahagia. Karena tadi malam ia telah merasakan salah satu kenikmatan surga dunia.


Dengan wajah berseri Regar menuju departemen pengaduan masyarakat. Dia memperhatikan satu persatu keluhan masyarakat yang rata-rata mengeluh tentang sulitnya mencari pekerjaan saat ini.


Satu persatu dokumen ia bolak-balik, hingga ia menemukan dokumen desa-desa dekat perbatasan Provinsi Istanbul dan Damaskus sering terjadi perdagangan gelap, di mana puluhan Elf baik itu pria, wanita dan anak-anak diselundupkan ke pihak Goblin.


“Ini adalah masalah besar. Aku harus menyelidikinya,” gumam Regar mengambil dokumen itu. Ia kemudian menuju asrama Pasukan Pengawal Ratu yang kini menjadi asrama Pasukan Pangeran Regar Virmilion.


“Pangeran! Ada yang bisa kami bantu?” Archer Rank Platinum yang berjaga di pintu masuk asrama langsung menyapanya. “Archer Charlotte, Vanessa, Isabella dan Freya telah pergi ke istana sejak pagi tadi,” katanya lagi.


“Aku cuma meminta satu Archer Rank SS dan dua Rank S ikut denganku. Bisa kamu panggilkan siapa saja yang sedang tidak ada kerjaan hari ini,” sahut Regar.


Archer itu membuka daftar nama-nama Archer dalam Pasukan Pangeran Regar Virmilion. Di sana tertulis jadwal mereka, karena sekarang mereka sangat sibuk, setelah terjadi penangkapan pegawai di kementerian. Dengan terpaksa, Pasukan Pangeran Regar Virmilion mengisi kekosongan jabatan itu untuk sementara waktu.


“Tunggu Pangeran sebentar, aku akan memanggil Archer yang akan menemani Pangeran,” kata Archer itu bergegas ke dalam asrama.


“Sepertinya aku harus ke pandai besi untuk membuat selongsong peluru dan mencari bahan-bahan membuat mesiu,” gumam Regar yang memiliki sedikit stok peluru tersisa. “Ah, aku pernah dengar dari Archer Narnia, kalau Kerajaan Sirius ini memiliki senjata dari Alien juga, tetapi di mana mereka menyimpannya. Jangan-jangan itu seperti Senapan SS-2 yang kubelah dulu,” gumamnya lagi.


“Pangeran!” sapa Archer Rank SS. “Aku Alisa, ada yang bisa kami bantu,” katanya lagi.


“Aku Liliana, Pangeran!”


“Aku Elsa, Pangeran!”


Dua Archer Rank S juga memperkenalkan diri mereka.


Regar tersenyum melihat mereka, “Baiklah kita akan keluar kota. Ada laporan telah terjadi penyelundupan Elf ke pihak Goblin. Kita harus menyelidiki kasus ini,” sahut Regar. “Apakah kalian butuh persiapan lain. Kalau tidak ada kita berangkat sekarang.”


“Tidak ada Pangeran. Kami siap melaksanakan tugas ini,” sahut Ketiga Archer itu.


Regar kemudian menuju Penginapan, tempat Swordman Hefaistos. Ternyata ia juga tidak berada di Penginapan, karena sedang bertugas di kementerian Kehakiman membantu Vanessa menyelidiki kasus.


Di Penginapan itu hanya ada puluhan Swordman Rank Platinum yang sedang mendapat jatah libur.


Regar mengajak Lima Swordman Rank Platinum itu ikut dengannya. Mereka langsung setuju, karena yang memerintah adalah Pimpinan mereka.


Regar dan rombongannya langsung berkuda ke luar kota Ereck. Suasana dalam kota Ereck sudah mulai ramai kembali. Banyak toko-toko yang buka, karena mendapat jaminan keamanan dari Regar.


Menjelang sore, Pangeran Regar Virmilion memasuki salah satu desa dekat perbatasan antar Provinsi. Suasana di desa itu tampak biasa-biasa saja, para Penduduk lalu-lalang tanpa memperdulikan kedatangan Regar yang mengenai seragam Komandan Militer Pasukan Kerajaan Sirius.


“Sepertinya mereka tidak memperdulikan kedatangan kita. Apa mereka sudah tidak percaya dengan pemerintahan Ratu Violet?” Alisa memperhatikan suasana desa itu.


Kuda Regar berjalan paling depan, sisi sebelah kanan terdapat Alisa, sedangkan sisi kiri ada Liliana dan Elsa. Kelima Swordman Rank Platinum memilih bergerak lebih lambat di belakang mereka. Karena mereka memiliki Rank lebih rendah, jadi tidak berani sejajar dengan ketiga Archer itu.


“Kenapa kau panik begitu. Ini berikan pada tikus-tikus itu! Katakan bulan ini keadaan sedang susah, banyak petani dan peternak yang tak sanggup membayar upeti.” Balamon melempar sekantong kepingan emas.


Elf pria itu mengerutkan keningnya, “Bukan itu masalahnya tuan! tetapi yang datang itu adalah Elf yang memiliki ciri-ciri seperti suami Ratu Violet Celestine. Dia memiliki rupa yang berbeda dengan kita, ada satu Archer Rank SS mendampinginya juga.” Elf pria itu berusaha menjelaskan ketakutannya itu.


Balamon terkejut, ia juga telah mendengar kabar. Para menteri telah di jatuhi hukuman mati, karena dituduh kasus korupsi.


Ratu Violet yang lemah itu telah menjadi kuat sekarang, setelah menikah dengan Pangeran terkutuk dari Akkadia.


“Kalian semua pindahkan semua barang mewah ke bunker bawah tanah. Aku akan menunda Pangeran itu masuk ke Mansionku ini.” Balamon akhirnya panik, ia menyangka sedang diselidiki karena menarik pajak tinggi pada petani dan peternak. Walaupun sebenarnya para petani dan peternak itu tidak akan berani mengadu.


***


“Alien!” teriak Elf botak berusia tujuh tahun pada Regar. “Ada Alien!” teriaknya lagi pada teman-temannya yang sedang bermain kelereng.


Anak-anak itu mulai berlari menghampiri kuda yang Regar naiki, sembari memanggil-manggil Regar sebagai Alien.


“Hahaha ... Aku adalah Alien, kenapa kalian tidak takut? Nanti takut kumakan, lho.” Regar menanggapi perkataan anak-anak itu.


“Habis sih, Alien-nya tidak seram. Malah kelihatan tampan,” sahut Elf wanita dengan boneka Barbie di pangkuannya.


Ia tersenyum lebar menatap Regar, sehingga tampak giginya yang ompong bagian depan atas dan rambut keritingnya yang acak-acakan, begitu lucu untuk dipandang, membuat Regar tertawa terpingkal-pingkal.


“Pangeran! Apa perlu kami mengusir mereka?” Swordman anak buahnya menghampirinya anak-anak itu. Mereka turun dari kuda dan bertindak seperti bodyguard yang meminta anak-anak untuk jaga jarak.


“Jangan! Mereka belum mengerti apa-apa. Biarkan saja,” sahut Regar.


Anak-anaknya itu tetap mengikuti Regar sembari berteriak, yel-yel Alien pada Regar. Namun, saat mereka melihat Balamon datang, anak-anak itu lansung kabur membubarkan diri.


“Kenapa mereka takut melihat Pria gemuk itu?” bisik Elsa ke Liliana.


“Mana kutahu, mungkin karena tampangnya keliatan seram,” sahut Liliana.


Keduanya kemudian tertawa pelan sembari menutup mulut, agar Regar tak memarahi mereka. Karena Regar fokus melihat ke depan, memandangi Balamon yang tersenyum padanya.


“Selamat datang di desa Prosperous, Pangeran Regar Virmilion.” Balamon membungkukkan badan memberi hormat padanya. “Aku Balamon, Kepala desa ini, senang Pengeran mengunjunginya desa kecil kami ini," katanya lagi.


“Aku tak suka dengan senyumannya. Seperti mengandung makna tersirat, atau senyuman khas penjilat,” bisik Elsa lagi.


“Hei, jangan bergosip. Nanti Pangeran marah!” Liliana memperingatinya, karena Elsa itu terkenal bermulut besar, ada-ada saja yang ia komentari setiap memasuki tempat baru. Untung saja sepanjang perjalanan tadi ia tak banyak berbicara, membuat Liliana lega. Namun, penyakitnya itu kambuh lagi setelah melihat Balamon.


...~Bersambung~...