
Goblin-Goblin yang ada di Kota Sollhel berteriak histeris meminta tolong agar diselamatkan dari tanaman merambat yang melilit tubuh mereka.
Pasukan Kerajaan Yakjud mencoba menebas tanaman merambat itu, tetapi tanaman merambat itu malah beregenerasi dan bertambah banyak saja.
Raja Makjud tak menyangka Produk hasil penelitian Laboratoriumnya mampu melakukan hal mengerikan seperti ini, padahal ia telah berusaha menghancurkan tanaman merambat yang telah menutupi setengah Kota Sollhel.
Dia kemudian memilih kabur dengan Siluman Burung kembali ke wilayah Selatan Kerajaan Yakjud, tempat ibu kota berada. Namun, ketika melihat dari langit ke arah medan perang—ia melihat Raja Virmilion telah pergi menggunakan Kapal Perang menjauh dari Kota Sollhel.
“Sejauh apa jangkauan dari amukan Sihir Beleza ini? Dan Ratu Violet kenapa melayang di udara mengeluarkan cahaya hijau dari tubuhnya?” gumam Raja Makjud merasa gelisah.
Namun, ia yakin apapun yang akan terjadi bila ia sampai ke Ibukota maka ia akan baik-baik saja, karena jarak antara Kota Sollhel dengan Ibukota sangat jauh sekali.
Tak berselang lama Kota Sollhel sepenuhnya telah dipenuhi tanaman merambat yang bergerak seperti ular dan meremukkan apa saja yang dilaluinya, baik itu gedung-gedung, Goblin anak-anak, Pria Dewasa ataupun Goblin Wanita, semua diremukkan hingga hancur berkeping-keping.
Beberapa jam kemudian, tanaman merambat telah mencapai radius puluhan Kilometer dan banyak perkampungan Goblin serta Kota-kota yang dilahap oleh tanaman merambat.
...***...
“Kumpulkan semua Prajurit yang tersisa dan tempatkan mereka di tembok utara!” seru Raja Makjud ketika sampai di istana.
Kabar tanaman merambat menghancurkan kota-kota telah menyebar ke seluruh Kerajaan Yakjud. Para Goblin berbondong-bondong mengungsi ke arah Selatan dan tujuan mereka adalah ibukota.
Namun, sebagian besar mereka tak berhasil mencapai tujuan mereka karena kecepatan pertumbuhan tanaman merambat jauh lebih cepat dari dugaan mereka.
Malamnya, langit tampak sangat cerah dengan bintang-bintang sebagai lampunya. Ibukota Kerajaan Yakjud sudah dipadati oleh Pengungsi dari wilayah sekitar Ibukota.
Raja Makjud hanya mengurung diri di dalam istana, dia tidak bersemangat lagi karena berpikir tanaman merambat dari amukan Sihir Beleza akan mencapai Ibukota—sementara para ilmuwan dari Laboratoriumnya sedang berjibaku mencari kelemahan Sihir tersebut. Namun,. mereka belum menemukan solusinya.
“Gawat Raja Makjud! Ada cahaya aneh di langit!” teriak salah satu Prajurit yang berjaga di pintu masuk istana.
Raja Makjud menghela nafas dalam-dalam, dia yakin maksud dari bawahannya itu pasti serangan dari musuh. Tapi siapa? Tanaman merambat dari Beleza atau Ratu Violet Celestine yang ia curigai juga melakukan Sihir terlarang karena kehilangan suaminya.
“Hah? Ternyata kita ditakdirkan untuk musnah!” Raja Makjud meregangkan tangannya—sedangkan bawahannya berusaha melakukan perlawanan dengan cara menebas ke arah Hujan Panah yang diselimuti api yang jatuh dari langit.
......***......
Satu Bulan kemudian, Queen Emanuelle bersama Raja Virmilion berdiri di atas tembok perbatasan Kerajaan Sirius dengan Kerajaan Yakjud yang dipenuhi tanaman merambat yang terbakar dan tidak padam-padam, sehingga ibunda dari Pangeran Regar Virmilion tersebut tidak bisa menjemput mayat anak bungsunya beserta kedua menantunya tersebut.
“Anakku ....” Queen Emanuelle sangat sedih dan air mata membasahi wajahnya. “Kenapa hal ini terjadi pada kalian, kenapa?” Dia kemudian jatuh pingsan—sehingga Raja Virmilion langsung menggendong istrinya itu.
“Huh... ini semua salahku, kenapa aku tidak cepat mengirim bala bantuan—padahal dari awal aku sudah mengetahui kalau mereka akan menyerbu Kerajaan Yakjud!” Raja Virmilion mengutuk dirinya sendiri.
Charlotte memandang lurus ke arah Kerajaan Yakjud dan menitipkan air mata. Kenangan bersama Pangeran Regar terlintas di pikirannya, begitu juga dengan Ratu Violet, semua indah Beleza yang memiliki tanduk seperti kambing tersebut, Vanessa yang memiliki sifat genit padahal ia adalah perawan tua, Freya, Alexander, Elsa, Fin dan banyak rekan-rekannya yang gugur dalam Perang mengerikan ini.
“Apakah bibi Violet akan di Surga bersama Paman Regar?” kata Syakira Clarke Celestine—Keponakan Violet Celestine yang menjadi Ratu Kerajaan Sirius yang baru. Namun sebelum ia dewasa maka administrasi pemerintahan akan dikerjakan oleh Charlotte untuk sementara.
Charlotte menyeka air matanya dan menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Syakira. “Tentu mereka akan bahagia di Surga sana!” Dia menunjuk ke arah Matahari—karena Elf meyakini Dewa Matahari.
...~Tamat~...
*
*
*
Catatan babang tampan:
Bagaimana menurut kalian cerita Pangeran Regar Virmilion ini? jawab jujur saja; apa kekurangannya supaya jadi bahan pelajaran ketika membuat karya baru kedepannya.
Jujur saja, karya ini tidak menghasilkan benefit sama sekali, padahal untuk membuat setiap chapter-nya babang tampan harus meluangkan waktu satu jam, makanya novel ini sangat lambat updatenya.
Mungkin babang tampan memang tidak cocok dengan cerita ala-ala fantasi barat begini dan lebih cocok menulis fantasi timur saja? Bagaimana menurut kalian 😁😁