Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Pertarungan Hebat Sebastian Harrison



“Mereka menyerang balik tuan Sebastian. Apa sebaiknya kita mundur saja; mereka semua Rank Platinum!” seru salah satu Archer, merasa kekuatan mereka kalah jauh.


“Kalian berdua tunggu di sini. Bantu kami dengan serangan jarak jauh. Kalau situasi memburuk, mundurlah dan kirim pesan ke ibukota. Kalau perbatasan kekurangan Prajurit dan katakan Patroli Goblin semakin berani melintas perbatasan untuk menculik Elf.”


Kedua Archer itu menuruti perintah Sebastian, walaupun mereka tidak yakin akan memenangkan pertarungan ini; terlalu jauh perbedaan kekuatan kedua kubu.


Sebastian menghunus pedangnya ke arah Goblin yang juga melompat ke arahnya. Dia langsung duel satu lawan satu, sedangkan Lima Swordman bawahan Sebastian lebih memilih strategi bertahan empat-satu. Di mana empat Swordman menahan serangan empat Swordman Goblin Rank Platinum yang juga dihujani anak panah dari Archer, sedangkan satu Swordman lainnya menunggu kesempatan melakukan serangan balik saat Swordman Goblin lengah.


“Menyerah saja Elf tampan!—Bagaimana kalau kamu mau menyerah, akan kami carikan gadis Goblin yang mau membelimu, daripada mati mengenaskan di sini,” ejek lawannya itu.


“Kamu terlalu banyak bicara, padahal sebentar lagi kepalamu akan lepas!” sahut Sebastian menghujamkan Pedangnya yang ditangkis oleh Goblin itu.


Goblin itu tak menyangka, ternyata Sebastian adalah lawan yang cukup kuat, karena ia mundur beberapa langkah.


Goblin itu tidak mengoceh lagi, dia langsung fokus melawan Sebastian dan memanggil satu rekannya yang mengepung bawahan Sebastian untuk bergabung dengannya. Dia tak mau mengambil resiko, duel satu lawan satu. Karena tak ingin cepat bertemu malaikat pencabut nyawa, padahal didepan mata sudah ada Elf-Elf cantik yang siap disajikan malam nanti.


“Kau takut dengannya Roy! Padahal selama ini kau Goblin yang selalu paling depan saat bertempur,” ejek rekannya.


“Dia itu adalah Swordman Rank Platinum terkuat menurutku. Aku merasakan energi besar saat menerima serangannya tadi,” sahut Roy berkilah.


“Terserah kau sajalah. Ayo kita habisi dia!” sahut rekannya lagi mengambil posisi dibelakang Sebastian.


Depan belakang, lawan yang harus Sebastian hadapi. Seharusnya pihak yang diposisi Sebastian pasti akan panik, tetapi Sebastian tidak!—Dia tetap tenang tak bergerak dan memfokuskan indra pendengarannya.


Sebastian bahkan mendengar detak jantung Roy yang berdegup kencang; pertanda ia gugup melawan Sebastian, sedangkan jantung rekan Roy tetap berdegup normal, pertanda ia menganggap remeh kemampuan Sebastian.


Langkah kaki melesat dari belakang dengan cepat, Sebastian mendengar suara ayunan Pedang yang mengarah ke punggungnya. Begitu juga dari depan yang membidik lehernya.


Sebastian menjatuhkan badannya kebelakang dengan menancapkan pedangnya ke tanah sebagai tumpuan agar tak menyentuh tanah.


Pedang Roy dan rekannya beradu yang mengeluarkan energi besar dan cahaya menyilaukan, sesaat kemudian ledakan energi pun terjadi.


Sebastian tidak terluka, karena ia lebih dulu memusatkan tenaga dalam pada armor besinya, sehingga terjadi retakan pada armor besinya yang lansung beregenerasi kembali.


Sebastian lansung bangkit dan menebas kedua Pedang Goblin itu, sehingga bergetar hebat; lepas dari tangan mereka.


Sebastian menendang tubuh Roy—Goblin itu terjungkal berguling-guling ke belakang. Sebastian sengaja menendangnya, karena Roy lebih waspada melawan Sebastian, daripada rekannya yang justru menganggap remeh Sebastian.


Sebastian melakukan gerakan berputar dan menebas rekan Roy.


“Sial! Dia menargetkan aku ternyata dari awal!” gerutu Goblin itu yang awalnya akan meninju Sebastian dari belakang. Namun, ternyata itu hanyalah umpan Sebastian saja. Dia pun mengalirkan tenaga dalam pada kedua lengannya dengan posisi menyilang menangkis tebasan Pedang Sebastian.


Booommmmm!


Roy menyadari rekannya dalam bahaya besar, Dia segera berlari mengambil Pedangnya yang tergeletak di tanah. Dia panik sekali, karena jarak mereka terlalu jauh; mungkin ia tak akan berhasil menyelamatkan rekannya itu. Apalagi ia juga dihujani anak panah oleh Archer yang menyadari Sebastian akan membunuh salah satu Goblin. Makanya mereka sengaja mengganggu pergerakan Roy.


“Sialan! Terkutuk kalian Elf!” umpat Roy yang tak menghindar dari serangan anak panah. Untung saja Archer Elf itu cuma Rank Gold, sehingga tak cukup untuk membunuhnya—hanya merusak armor besinya saja.


Sebastian menendang perut Goblin di hadapannya itu, sehingga terjungkal. Sebastian tidak memberi Goblin itu berpikir sejenak, ia langsung melompat ke hadapan Goblin itu dengan Pedangnya yang telah dialiri tenaga dalam besar.


Goblin itu kembali menyilangkan tangannya dan menumpukan tenaga dalam lebih besar. Namun, itu tak membantu sama sekali; ledakan energi menghancurkan armor besi yang ia kenakan.


“Pergilah menghadap Dewi Bulan-mu ... semoga ia memasukkanmu ke dasar neraka, karena melanggar perintah-Nya.” Sebastian memberikan kata-kata perpisahan pada Goblin itu dan memenggal kepalanya yang tidak memiliki pertahanan Armor besi lagi.


Hua-Hua, komandan Pasukan patroli Goblin terkejut melihat anak buahnya tewas di tangan Sebastian dan satu lagi malah tersungkur.


“Cepat kalian bantu mereka. Kita tidak boleh kehilangan rekan. Nanti komandan tinggi akan memarahi kita,” kata Hua-Hua memberikan perintah pada Lima belas Goblin lainnya.


Menyadari kedatangan bantuan pasukan Goblin. Sebastian memberi kode pada kedua Archer bawahannya untuk segera kabur, karena sudah tak ada harapan lagi memenangkan pertarungan ini.


Kedua Archer itu sangat sedih harus meninggalkan atasan terbaik menurut mereka itu. Karena ia memiliki sifat terbalik dengan ayahnya, Jendral Harrison yang malah membangkang terhadap pemerintahan Ratu Violet Celestine, sedangkan Sebastian justru membela Violet mati-matian, bahkan ia sering berselisih pendapat dengan Jenderal Harrison. Namun, kini ia berjuang hidup mati di daerah terpencil ini, setelah suami Ratu Violet Celestine cemburu melihatnya dan membuangnya kemari.


Keduanya memanah kuda milik Sebastian dan Lima Swordman lainnya, agar tidak digunakan oleh Goblin untuk mengejar mereka dan memacu kuda menuju desa Prosperous.


Saat sampai di desa, mereka melihat kedatangan rombongan Prajurit yang mengenakan seragam lama Pasukan Kerajaan Sirius, yang berarti mereka adalah Pasukan Jenderal Harrison.


“Ke mana tuan Sebastian?” tanya Swordman Rank SS menghampiri mereka. Dia juga bingung melihat ekspresi wajah mereka yang tampak sedih.


“Tuan Sebastian dikepung oleh patroli Goblin,” sahut Archer tersebut.


“Apaaa?” Dia sangat terkejut, padahal mereka berniat menjemput Sebastian dan kini malah nyawanya dalam bahaya besar. “Tunjukkan pada kami di mana lokasinya. Archer Anggrid, gunakan penglihatan jarak jauhmu. Kalau sudah masuk sasaran tembak; lansung bunuh saja gerombolan Goblin itu.” Dia memerintahkan Archer Rank SS disebelahnya.


“Baik, Komandan!” sahut Anggrid, tetapi ia belum melihat keberadaan Sebastian.


***


Sementara di lokasi kejadian, Sebastian lansung melompat ke arah Roy yang mencoba mengambil Pedangnya kembali.


Boommmmm!


Ledakan energi yang menghancurkan tanah tempat Pedang milik Roy tergeletak. Namun, Roy lebih dulu mengambil Pedang itu dan mundur ke belakang beberapa langkah menghindari tebasan Sebastian.


Dia tak mau gegabah menyerang balik. Roy justru menunggu Sebastian menyerangnya. Karena ia berniat mengulur waktu, hingga tiga rekannya yang lain membunuh Lima Swordman bawahan Sebastian yang justru bertahan dengan baik. Ketiga Swordman Goblin itu kesulitan mengancurkan strategi bertahan mereka. Roy tidak menyadari, kalau rekan-rekannya yang lain telah menyusul dari belakang untuk membantu mereka.


...~Bersambung~...