Prince Regar Virmilion

Prince Regar Virmilion
Dikejar-Kejar Patroli Goblin



“Kakak! Mereka makin dekat dengan kita!” seru Noella yang tetap menengok ke belakang. Memperhatikan Goblin-goblin yang terus-terusan berteriak mengumpati mereka.


“Coba kau julur kan lidahmu pada mereka. Jangan lupa, sekalian acungkan jari tengah. Pasti mereka makin kencang teriaknya. Kemudian kuda kita ini akan melaju kencang."


Pangeran Regar Virmilion malah memberikan ajaran sesat pada Elf kecil yang tak tahu apa-apa itu.


Noella lansung tersenyum, ia menjulurkan lidahnya, sembari mengacungkan jari tengah pada Goblin-Goblin itu.


Sontak saja, seperti yang Regar katakan. Para Goblin tampak lebih beringas mengumpati mereka. Membuat Noella sedikit ketakutan melihat reaksi mereka itu.


Regar memberikan satu suntikan morfin pada kuda yang ia tunggangi. Agar kuda itu tak merasa kelelahan.


Beberapa saat kemudian, Regar berhasil memperjauh jarak antara ia dan para Goblin. Namun, ia merasakan di depan mereka muncul pihak yang lebih mematikan dari pada Goblin-Goblin yang mengejarnya.


“Apa mereka pihak Elf? Tapi mereka seperti Assasin. Buat apa tim pembunuh memasuki daerah yang telah ditinggalkan ini,” gumamnya tetap memacu kuda ke arah kota Aleppo.


Regar memegang Pedang Queen E.ve untuk jaga-jaga, mana tahu Assasin yang muncul di depan itu mengincarnya juga.


“Padahal kita sudah dekat ke kota Aleppo. Kenapa harus bertemu banyak musuh, sih?” gerutu Regar terus memacu kudanya ke depan, mendekati Assasin yang tak dikenal itu.


“Kakak! Mereka tak mengejar kita,” kata Noella kebingungan melihat Goblin yang tadinya beringas, kini tampak gelisah.


Regar menoleh ke belakang dan ternyata benar, para Goblin tampak gelisah atau ketakutan. Ia kemudian berpikir, mereka juga menyadari kedatangan Assassin yang datang dari arah kota Aleppo itu.


Setelah Regar menjauh sekitar tiga ratus meter dari para Goblin itu, sebuah anak panah dari Archer Rank S melesat di atasnya.


“Booommmm!”


Ledakan besar menghantam rombongan Goblin itu, hingga menewaskan setengah dari mereka yang rata-rata Swordman Rank Platinum itu.


Noella ketakutan mendengar suara jeritan kesakitan dari Goblin yang terluka, akibat serangan tadi. Ia langsung menutup matanya sembari mempererat pelukannya pada Regar.


“Tenang saja Noella, kita akan berjumpa lagi dengan orangtuamu. Mereka adalah teman-teman kita,” kata Regar menenangkannya.


Tak berselang lama, beberapa anggota Assasin yang ternyata Swordman Elf Rank S melewati mereka dan terus melaju ke arah para Goblin.


Pertarungan singkat pun terjadi, Swordman Rank S langsung membantai para Goblin itu, hingga tak ada yang tersisa.


Regar menghentikan laju kudanya dan menghampiri Alucard, ia yakin Alucardlah pemimpin Assasin itu. Karena ia Swordman Rank SSS, yang tertinggi diantara mereka.


Ia kemudian turun dari kudanya sambil menggendong Noella.


“Terimakasih tuan Swordman telah menyelamatkan kami,” ucap Regar sambil menundukkan sedikit kepalanya.


“Hahaha tak perlu menghormat begitu Pangeran Regar,” sahut Alucard dengan tawa kecil.


Sontak saja, Regar kaget mendengarnya. Jati dirinya yang ia tutup rapat-rapat, akhirnya ketahuan juga oleh Assasin pihak Kerajaan Sirius.


“Ba-bagaimana kamu tahu identitasku?” tanya Regar gugup, ia mundur beberapa langkah. Kini ia curiga Ratu Violet Celestine mengirim mereka untuk membunuhnya. Karena yang ia ketahui saat berada di Sirius ini, ternyata Violet dan kepala pengawal pribadinya, Sebastian saling menyukai. Namun terhalang oleh statusnya yang sudah bertunangan dengannya.


“Hahaha tak perlu takut begitu Pangeran, kami datang kemari untuk menyelamatkanmu.” Alucard meyakinkannya. Kemudian berkata lagi, “Ratu Violet tak tahu anda ada di Sirius. Kami bergerak atas perintah Pangeran Frederick,” katanya lagi.


“Pangerang Frederick?”


Alucard tersenyum, ia dengan lembut mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi keberadaannya dari Akkadia. Sepertinya ada yang telah membocorkan keberadaannya pada pihak Kerajaan, sehingga pihak istana mengirim pesan pada Pangeran Frederick untuk mengawal Pangeran Regar Virmilion kembali dengan selamat ke Akkadia.


“Ternyata begitu, aku akhirnya mengerti. Tak kusangka ayah masih memperhatikanku,“ kata Regar dengan senyum tipis di balik penutup wajahnya. “Apakah Aku harus melepas pakaian anehku ini?” tanyanya lagi, karena ia merasa tak perlu lagi merahasiakan identitasnya.


“Aku sarankan, Pangeran tetap mengenakan pakaian aneh itu,” sahut Alucard. “Aku rasa Pangeran pasti sudah tahu mengenai gejolak internal yang terjadi di pemerintahan Kerajaan Sirius. Ini semua demi keamanan Pangeran juga,” katanya lagi.


Regar mengangguk dan menyerahkan proses kepulangannya diatur oleh Alucard saja. Namun sebelum itu, ia meminta Alucard untuk mencarikan keberadaan orangtua Noella lebih dulu di kota Aleppo.


Alucard menyetujui usulan itu dan mereka langsung bergegas ke kota Aleppo. Ia merahasiakan bahwa kepulangannya sebenarnya untuk mempercepat pernikahannya dengan Ratu Violet Celestine.


“Kamu akan bertemu dengan orangtuamu Noella hehehe ....” Regar tertawa senang, karena ia yakin para Assassin ini pasti dengan mudah mencari keberadaan orangtuanya.


Sebelum tengah mereka sudah sampai di kota Aleppo. Alucard lansung memerintahkan 25 Assassin bawahannya mencari keberadaan orangtua Noella.


Sebelum mereka pergi, Regar memberikan sebuah lukisan milik tuan tanah yang memperbudak orang tua Noella pada mereka. Ia mengambil lukisan itu dari rumah tuan tanah itu di desa Evergarden kemarin.


Berkat lukisan itu, keberadaan orangtua Noella sangat cepat ditemukan. Kemudian mereka pergi ke sana yang kebetulan saat itu juga Ratu Violet Celestine sedang mengunjungi tenda para pengungsi.


“Kami tak bisa pergi ke sana, karena kami ditugaskan secara rahasia. Pangeran bisa membawa dua Assasin ini saja,” kata Alucard yang tak ingin menarik perhatian Ratu Violet Celestine.


Regar menurut saja dengan ucapannya, karena yang paling penting baginya adalah menemukan keberadaan orangtua Noella.


“Ibuuuuuuuu ... Ayahhhhhhhh!” teriak Noella berlari ke arah orangtuanya yang sedang memberi makan kuda-kuda milik majikannya.


“Noella anakku!” sahut Beatrice lansung memeluknya, ia menangis tersedu-sedu dan tak menyangka putrinya itu ternyata masih selamat. “Maafkan ibu, Nak! Waktu itu kami tak bisa mencarimu huhuhuhu ....”


Beatrice terus menangis, membuat Jonathan, suaminya panik. Ia takut majikannya akan mengetahui keberadaan Noella yang mempunyai tubuh yang unik, dimana Mana dalam tubuhnya merembes keluar secara terus-menerus. Namun tetap tak habis-habis, padahal ia tak pernah menyerap Mana sama sekali.


Jonathan takut, bila keberadaan putrinya itu diketahui pihak luar. Maka akan jadi rebutan, tentu saja itu pasti akan dimanfaatkan oleh majikannya.


Ia takut majikannya akan melelang putrinya itu, sehingga mereka tak bisa bertemu lagi


***


“Ada apa ini?” tanya Jidan, majikan orangtua Noella dengan senyum lebar.


Ia tak menyangka ternyata budaknya itu memiliki putri yang cantik selama ini. Namun mereka sengaja menyembunyikannya darinya.


“I-ini keponakan saya, tuan!” sahut Jonathan berkilah.


“Hmm ... bukannya tadi aku mendengar ia memanggilmu Ayah, ya?”


Jidan memandang sinis Jonathan, karena berani berbohong padanya. Ia kemudian menghampiri Noella yang sedang dipeluk oleh Beatrice. Ia kemudian mengelus kepala Noella.


“Ini?” Jidan terkejut, ia merasakan Mana merembes dari tubuh Noella. “Pantaslah mereka menyembunyikan keberadaannya selama ini,” gumam Jidan dengan senyum lebar.


Ia kini membayangkan, jika menjual Noella pada kaum kaya atau pihak militer. Mungkin ia akan meraup keuntungan yang sangat banyak. Mengingat Elf seperti Noella ini sangat langka, seperti Pangeran terkutuk dari Akkadia itu.


...—Bersambung—...


(Maaf semua ... akhir-akhir ini tak update, karena kondisi kesehatan lagi menurun. Jadi, harap maklum, ya. 😁😁)