
Pangeran Regar Virmilion mengayunkan Pedang Queen E.Ve pada Goblin-Goblin Rank rendah yang mencoba menahannya agar tidak mendekati Jenderal mereka. Namun, cahaya putih menyilaukan yang keluar dari bilah Pedang Queen E.Ve langsung memotong tubuh mereka.
“Sial! Jangan mendekat!” Jenderal Goblin tersebut berusaha melarikan diri, tetapi Pangeran Regar memiliki gerakan yang sangat cepat dan ia langsung menebas tubuh Jenderal Goblin menjadi dua bagian—diapun tewas seketika.
Kemenangan telah tampak di depan mata, karena Pasukan Kerajaan Yakjud diperintahkan mundur ke dalam Kota Pagan oleh Jenderal Maligno—Pemimpin Pasukan Kerajaan Yakjud yang bertanggung jawab menahan laju invasi Kerajaan Sirius.
“Para Archer! Hujani Kota Pagan dengan anak panah, begitu juga dengan Pasukan Manjanik (Pelontar Batu),” kata Pangeran Regar Virmilion sembari mengejar para Goblin yang tunggang langgang berebutan melewati gerbang masuk Kota Pagan.
...***...
Burung merpati hinggap di pundak Jenderal Maligno dan ia langsung membaca pesan dengan cap Panglima Tertinggi Pasukan Kerajaan Yakjud, Jenderal Cranio.
“Hmm, perintah evakuasi ke Kota Solhell,” gumam Jenderal Maligno—mengerutkan keningnya, karena Kota Solhell itu berjarak Sepuluh Mill dari Kota Pagan dan ia harus meninggalkan ribuan Pasukan untuk membendung gempuran Kerajaan Sirius yang telah mendekati tembok.
Jenderal Maligno tidak langsung melakukan evakuasi, ia justru berusaha mempertahankan Kota Pagan hingga tengah malam nanti, karena biasanya saat malam hari Perang akan jeda beristirahat.
Kota Pagan yang dulunya sangat megah, kini telah menjadi puing-puing. Tak ada lagi yang dapat dibanggakan, hanya pemandangan yang yang mengerikan dan mayat Goblin tergeletak di mana-mana.
“Jenderal, apa yang harus kita lakukan? Semangat juang para Prajurit telah turun,” kata Archer Rank SSS Goblin dengan wajah cemas, karena para Elf tidak mengendurkan serangan mereka ke tembok kota Pagan.
“Tahan saja, bala bantuan akan datang!” sahut Jenderal Maligno berkilah—agar mereka tetap berusaha mempertahankan benteng.
...***...
“Cie! Cie! Bermesraan nih, di medan Perang,“ canda Archer Vanessa dengan senyum lebar, sedangkan Archer Charlotte membawakan sebuah kertas berisi hasil analisanya terhadap Perang ini.
“Sepertinya mereka akan mundur ke Kota Solhell nanti malam!” seru Archer Charlotte menebak pergerakan Pasukan Kerajaan Yakjud di dalam Kota Pagan yang terkepung tersebut.
Pangeran Regar Virmilion mengangguk setuju, karena masih ada Siluman Burung yang akan menerbangkan mereka dari sana.
“Apa yang harus kita lakukan, Nona Charlotte?” tanya Pangeran Regar, sedangkan Charlotte menatap Vanessa yang ahli dalam mengatur strategi.
Vanessa menarik nafas dalam-dalam dan berpikir sejenak. Kalau ia menyarankan melakukan serangan penuh saat malam hari, sebenarnya itu hanya membuat Pasukan Kerajaan Sirius kelelahan saja, karena Perang utama tetap akan terjadi di Kota Solhell dan bisa saja tiba-tiba bala bantuan dari Kota Solhell justru yang datang ke Kota Pagan saat malam hari melalui udara.
“Untuk membuat moral para Goblin itu menurun, lebih baik kita perintahkan pada Pasukan Manjanik untuk menghujani Kota Pagan dengan batu yang yang dilumuri api!” Vanessa memberikan saran pada Pangeran Regar Virmilion dan Ratu Violet Celestine.
Regar menatap Violet yang langsung menganggukkan kepala, pertanda setuju dengan usulan Archer Vanessa.
“Baiklah! Perintahkan untuk menghentikan serangan!” seru Regar pada Archer Charlotte yang merupakan wakil Panglima Perang Kerajaan Sirius.
Charlotte membungkukkan sedikit badannya, begitu juga dengan wajahnya dan meletakkan tangan kanan di dada. “Baik, Pangeran!” sahut Archer Charlotte. “Aku undur diri dulu Yang Mulia Ratu Violet!” katanya lagi.
Archer Vanessa juga mengikuti gerakan yang digunakan oleh Charlotte. Kemudian keduanya meninggalkan tenda tersebut.