Phuket Story (3rd Series Billionare Love Story)

Phuket Story (3rd Series Billionare Love Story)
Bad Timing



“Aku yakin Kak Sandra lagi nangis-nangis sekarang. Aku gak kebayang reaksi mamanya Calvin pas denger Kak Sandra hamil lagi. Kok mirip sama Kak Alena?” ucap Clara sambil tersenyum.


“Jangan pikirin orang lain. Kamu harus pikirin kamu sendiri. Kalo kita udah nikah, kamu jangan hamil dulu. Kita harus puas berdua dulu.” ucap Edward sambil menggenggam tangan Clara.


“Tapi Ed, coba kamu bayangin kalo kamu ada di posisi Calvin kemarin-kemarin. Belum mamanya yang sewot itu, trus mantan pacarnya yang nyebelin. Aku gak yakin bakal kuat kalo ngehadapin kasus kayak gitu. Lagian Kak Sandra kehilangan bayinya karena sibuk syuting waktu itu. Itu pure kesalahannya. Tapi untungnya kamu bawa mereka pas mereka baru baikan.”


“Kamu gak sadar kalo mamaku juga orang yang luar biasa. Kamu tau sendiri gimana. Tapi, masalah kamu jauh lebih berat, Ara. Udah cukup obrolan kita tentang Calvin dan Sandra. Kita senang karena liburan ini dapat sesuatu yang positif.” jawab Edward.


“Sayangnya aku gak ada disana waktu Kak Sandra mengalami waktu yang berat. Padahal waktu aku susah, Kak Sandra ada disamping aku.” ucap Clara sambil menunduk.


“Cukup, Ara. Aku marah kalo kamu terus ngebahas Sandra.” seru Edward. “Sekarang ini waktunya kita membahas tentang kita.  Bukan orang lain.”


Clara tersenyum malu. Ia memegang lengan Edward dengan erat.


“Nah, gitu dong.” jawab Edward sambil tersenyum.


Mereka berdua terus berjalan menyusuri jalanan. Mereka menikmati waktu berdua dengan berjalan-jalan seperti itu. Mereka seperti kembali pada jaman mereka pertama kali berkencan. Ia mengulangi setiap detik apa yang mereka lakukan saat itu. Menyewa sepeda dan berkeliling untuk melihat pantai, membeli makan siang berupa seafood khas phuket di sebuah pondok kecil dan terakhir berjalan di pantai menikmati matahari terbenam.


“Ed, waktu itu kita lagi ngobrol disini kan?” tanya Clara antusias sambil menunjuk pasir pantai. Ia memperagakan sesuatu yang membuat Edward tertawa.


“Gak usah konyol, sayang.” ucap Edward sambil menarik lengannya.


Mereka berdua tertawa bersama. Clara menyipitkan matanya untuk melihat sesuatu yang ramai diujung pantai. Ia melirik Edward sambil mengangkat kedua alisnya. Ia tersenyum penuh arti.


“No, aku gak mau ikut acara itu lagi.” ucap Edward sambil menggelengkan kepalanya.


Clara menarik lengan Edward. “Aku cuma mau liat aja.” serunya sambil mengikuti langkah Clara yang tergesa-gesa. Tangan kirinya ia masukkan kedalam saku. Benda itu masih tersimpan dengan rapi didalam sakunya.


Clara dan Edward melihat permainan itu. Tapi kali ini ia menjadi penonton.


 


Dilain tempat.


Sakti melihat tayangan video yang saat ini sedang menyiarkan sebuah berita tentang skandal artis. Ia terkejut dan marah sekali. Anak yang malang, pikirnyaIa akan mencari tahu siapa yang melakukannya. Iapun menghubungi Clara dengan cepat.


Clara menatap handphonenya. Ia memperlihatkannya pada Edward. “Om Sakti telepon. Kamu tunggu disini. Aku angkat dulu teleponnya.” Iapun berjalan mencari tempat sepi.


“Clara, gawat. Ini gawat!” ucap Sakti panik.


“Kenapa om?” tanya Clara ikut panik. Siapa yang mau membuat liburannya kali ini berantakan?


“Kamu tonton dulu videonya. Nanti om telepon lagi.” ucap Sakti.


Clara menunggu kiriman video mencapai 100 persen. Setelah selesai mendownload, ia membukanya. Sebuah foto-foto vulgar tersebar dengan jelas di sebuah berita gosip artis. Bahkan mereka menyimpannya sebagai berita utama.


“Apalagi ini?” tanya Clara dengan bibir bergetar. Ia meneteskan airmata atas setiap pemberitaan. Siapa yang melakukannya?


Teleponnya kembali bergetar. “Om, aku emang gak boleh bahagia. Kenapa semuanya mesti terjadi lagi?” isak Clara.


“Tenang Clara, Om sedang selidiki semuanya.” jawab Sakti. “Om mau pastikan lagi. Apa foto itu adalah kamu?”


Clara terisak. “Ya” jawabnya sambil menutup matanya.


 *******************************************************************************************************************************


Sasha pulang ke rumah Ami dengan tergesa-gesa. Ia mencari keberadaan Ami. Ia masuki semua ruangan satu persatu. Ketika Sasha melihatnya di dapur, ia langsung menghampirinya.


“Tante, coba ada berita apa yang aku liat hari ini.” ucap Sasha terburu-buru.


“Tenang Sasha, ada apa?” tanya Ami dengan tangan penuh dengan tepung.


Sasha menyimpan handphonenya di meja pantry. Ia memutarkan sebuah video.


Ami sesekali menatap Sasha.


“Tante tau siapa wanita ini?” tanya Sasha hati-hati.


“Malu-maluin keluarga. Mungkin sakit jiwa perempuan ini.” jawab Ami tanpa mau melihatnya lagi.


“Clara, Tante. Calon menantu tante.” ucap Sasha berhati-hati walaupun dalam hatinya ia merasa senang.


Ami menatap Sasha dan kembali melihat video itu. Hatinya bergejolak melihatnya. Ia tidak menginginkan hal ini terjadi. Kejadian sangat memalukan itu telah tersebar dengan cepat di dunia maya.