Phuket Story (3rd Series Billionare Love Story)

Phuket Story (3rd Series Billionare Love Story)
Pertarungan antar pria



Pertama kali ia dirayu dan langsung luluh oleh gadis yang baru saja dikenalnya.


"Kamu duduk disini dulu, aku yang daftar." Ucap Clara. Ia langsung berjalan meninggalkan Edward. Ia melihat gelas yang akan digunakan untuk perlombaan nanti.


Edward melihat gadis itu sedang berbicara dengan panitia. Ia terlihat tertawa. Benar-benar perubahan yang sangat cepat, pikirnya.


"Kita kepantai. Lomba yang pertama disana." Ucap Clara.


Edward hanya bisa menatap nanar melihat perlombaan yang dilakukan didepan pantai. Ia menatap Clara yang terlihat antusias. Beberapa pria sudah melepaskan kaos yang dipakainya. Mereka sudah siap dengan pertarungan itu.


"Ayo buka bajunya." Goda Clara sambil tertawa.


"Kita batalin bisa?" Tanya Edward malas.


"Please, gak bisa dibatalin. Ini gampang kok. Please!!" Rengek Clara.


Nama Edward sudah dipanggil beberapa kali oleh panitia. Clara hanya menatap Edward sambil memelas.


"Kamu harus bayar mahal gara-gara ini." Jawab Edward sambil melepaskan kaosnya.


"Wah.." ucap Clara tanpa sadar. Edward sempat menatapnya sebelum ia melangkah pergi ke kerumunan itu. Clara berlari mengikutinya. Ia dapat melihat tiang-tiang tinggi itu. Edward akan menggantungkan lengannya diruang itu. Tiba-tiba ia merasa ngeri. Ia menghampiri Edward yang sedang menaburi lengannya dengan tepung.


"Ed, Ed,, kita batalin aja. Aku gak tega. Kamu bisa gantung-gantungan gitu? Kok aku ngeri ya?" Bisik Clara.


"Tanggung! Aku udah bilang kamu harus bayar mahal buat malam ini." Jawab Edward sambil berjalan.


"Aku tau, aku bayar nanti. Tapi aku gak tega liatnya." Jawab Clara takut.


"Cukup support aku yang kenceng."bisik Edward tepat ditelinga Clara.


Walaupun sempat takut awalnya, tapi melihat Edward mengantungkan lengannya di tiang itu seperti hal yang mudah. Ia bahkan mencetak waktu paling lama kedua dari ke sembilan peserta..


"Sebenernya hadiahnya apa sampe kami ngebet ikutan?" Tanya Edward yang sedang memakai pakaiannya.


"aku juga gak tau. Katanya nanti pas pengumuman." Jawab Clara cuek


Edward menatap Clara. "Kamu ngebet ikutan lomba padahal hadiahnya apa kamu belum tau?" Tanya Edward sedikit kesal.


Clara mengangguk pelan. Ia hanya tersenyum malu.


"Mau gimana lagi, udah tanggung daftar." Ucapnya.


"Terserah!" Seru Edward.


"Jangan marah.." rengek Clara sambil memegang lengan Edward.


"Aku gak marah. Aku cuma kaget aja bisa-bisanya disuruh sama kamu. Umur kamu berapa sih?" Tanya Edward.


"Harusnya umur segitu udah dewasa."


Lomba selanjutnya yaitu menggendong pasangan masing-masing. Tentu saja untuk Edward adalah berkah karena bisa dekat dengan Clara.


"Mau gimana?"tanya Edward


"Gendong belakang aja". jawab Clara.


Edward langsung jongkok untuk mempermudah Clara naik kepunggungnya.


"Is it heavy?"tanya Clara malu.


"Nope."jawab Edward cepat.


Beberapa pasangan terlihat tumbang. Padahal menurut Edward, itu hal yang biasa. Mereka berdiri selama setengah jam. Namun pada akhirnya hanya 5 pasangan yang lolos termasuk Edward dan Clara.


Setelah itu dimeja disiapkan 10 gelas bir besar yang harus mereka habiskan bersama. Edward sedikit khawatir dan melihat Clara.


Gimana?Kamu bisa minum? tanya Edward cemas.


"Bisa." Jawab Clara sambil menatap gelas-gelas yang telah diisi bir itu.


"Kamu sanggup?"


"Kita kan minum berdua. Aku pasti sanggup." Jawab Clara tenang.


Tiba-tiba panitia mengumkan hadiah.


ONE DELUXE ROOM TWO NIGHT FOR YOU ONLY. AND DON'T FORGET, YOU ALSO WILL HAVE PRIVATE YACTH TO LOOK ALL SEA OF PHUKET TOMMOROW MORNING. AND YOUR HONEYMOON NEVER END.


"What?Honeymoon?"Pekik Edward.


Clara tertawa. "Aku gak tau kalo acaranya buat pasangan yang honeymoon."


"Jadi mau diterusin gak?"tanya Edward.


"Terusin aja lagian tanggung udah tinggal lomba terakhir." Jawab Clara tenang


"Ara, pria itu gak kayak wanita." ucap Edward cemas.


"Aku tahu. Kamu pasti jago minum."Ucap Clara sambil berjalan ke meja yang penuh dengan bir itu.


Bukan minum yang ia takutkan. Tapi dalam keadaan mabuk ia bisa melakukan segalanya tanpa sadar