
Clara menatap mall didepannya dengan waspada. Banyak sekali orang-orang berlalu lalang. Wajah mereka asing. Ia tidak mengenal satupun diantara mereka. Tapi ia tetap harus waspada jika suatu saat dan tanpa diduga ada yang mengenalnya. Ia menutupi wajahnya dengan masker dan topi. Ia melirik Sandra. Tampilan Clara sangat berbeda jauh dengan pakaian yang Sandra kenakan. Beberapa kali ia menolak ajakan Sandra tapi lama kelamaan ia mau menerima ajakan Sandra. Ia ingat perkataan Firly. Ia harus mengabaikan trauma itu. Ia harus melawan rasa takut itu.
"Ra, kita kesalon dulu ya. Kamu juga harus ikut." ucap Sandra sambil menarik lengan Clara
"Salon? Enggak Kak, aku gak bisa."Jawab Clara terkejut.
"Kenapa?"
"Aku gak bisa. Kakak aja yang masuk kedalam. Aku tunggu diluar sambil jalan-jalan." ucap Clara gugup.
Sandra menatap curiga pada Clara. "Oke kalo gitu. Kamu gak apa-apa sendiri?"
Clara hanya mengangguk.
Selama Sandra berada didalam, Clara keluar masuk salon dan berjaga-jaga. Ia melihat sekitar. Sesekali ia duduk dikursi yang disediakan mall itu. Tangannya mulai berkeringat karena gugup. Ini pertama kalinya ia pergi ke mall setelah kejadian kemarin. Ketika ia berada di kotanya, ia tidak pernah tertinggal untuk berbelanja di mall. Namun kali ini situasinya berbeda.
Sandra merasa tidak tenang berada didalam. Ia diingatkan Alena untuk menjaga gadis itu. Ia curiga ada sesuatu. Tapi Alena tidak memberitahunya. Tidak mungkin seorang Alena menitipkan seseorang padanya. Dan jika melihat gadis itu dari dekat, wajahnya terlihat mirip dengan Alena. Apakah Alena memiliki saudara? Tapi kenapa harus ditutup-tutupi? Lalu sebenarnya ada apa antara mereka? Ia harus mengetahuinya saat Alena kembali dari bulan madu.
Ia pun keluar dan melihat wajah gadis itu yang terlihat tidak tenang. Wajahnya sedikit pucat. Dari kejauhan saja bisa terlihat jika gadis itu berkeringat. Kedua tangannya saling berpengangan. Sesekali ia menunduk tapi ketika melihat orang-orang yang berjalan melewatinya, ia terlihat takut.
"Ra, kamu kenapa?"tanya Sandra bingung.
Clara menatap Sandra terkejut. "Enggak, gak apa-apa."
"Kita pergi aja. Kita makan dulu sebelum pulang." Ucap Sandra.
"Iya Kak." Jawab Clara sambil berdiri.
"Ed, mau ikut makan gak?" tanya Calvin yang saat itu ada dikantor Edward.
"Aku beresin kerjaan dulu bentar. Makan dimana?" tanya Edward.
"Di restoran biasa. Aku sekalian mau ketemu Sandra."
Edward langsung tersenyum jahil. "Aku gak mau ganggu kalian. Nanti aku bisa masuk kolom gosip juga. Nanti judulnya skandal pengusaha muda dengan orang ketiga." jawab Edward sambil tertawa.
"Sembarangan. Temennya Alena ikut juga." ucap Calvin. Ia berjalan meninggalkan ruangan Edward.
ARA? Tanpa pikir panjang, ia langsung berlari mengikuti Calvin.
Taxi yang Sandra dan Clara tumpangi tiba di sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari mall tadi. Clara melihat restoran itu dan mulai meningkatkan kembali kewaspadaannya. Tapi ia melihat restoran itu tenang. Mereka seperti kembali ke alam. Tempat itu mengingatkannya pada villa ayahnya. Beberapa gazebo dibuat untuk masing-masing tamu. Mereka berjalan menuju sebuah tempat besar dimana orang-orang makan dengan banyak meja. Ia tidak menggunakan gazebo itu. Tempat itu tidak terlalu ramai. Clara bisa tenang. Sandra duduk disalah satu meja dengan 4 kursi yang mengarah ke sebuah taman. Clarapun ikut duduk didepannya.
Tanpa menunggu lama, Sandra langsung memesan beberapa menu. Clara sedikit bingung. Makanan sebanyak itu apakah akan habis untuk mereka berdua?
"Sandra!" panggil seseorang.
"Ya!" seru Sandra sambil melambaikan tangannya.
Clara terpaku ditempat. Kedua pria sedang berjalan ke arah mereka. Dan salah satunya adalah Edward.
"Kamu tenang aja. Mereka aman kok. Gak apa-apa. Calvin sahabat aku. Kalo Edward udah punya pacar, dia gak akan apa-apain kamu." Jawab Sandra sambil menarik lengan Clara. Edward hanya tersenyum sinis ketika ia menatap Clara dari kejauhan. Clara salah tingkah. Ia tidak enak duduk dan terus mengganti posisi duduknya. Edward sudah punya pacar? pasti pacarnya cantik. Baguslah, setidaknya pria itu tidak akan mengganggunya untuk saat ini.