
Bab 32.
Sai dan pasukannya kini sedang mempersiapkan kuda, mereka akan pergi mengejar jendral. “Aku tidak suka ini” gerutu Wen, “memangnya ada apa penasehat?” tanya Kiba, “apa kau tahu dimana lokasi pasar malam?” Wen bertanya balik, Kiba menggeleng, “pasar malam berada didalam Lembah Kabut, tempat berkumpulnya para bandit, tempat itu tidak memiliki aturan” jawab Wen yang membuat para pasukan terdiam.
“Semuanya dengarkan aku, aku akan menjelaskan rencana pengejaran” Sai mengeluarkan gulungan “kita akan membagi menjadi dua regu, regu pertama adalah aku, Niki, Kiba, penasehat, Cuo, dan Yeo. Kiba kau bergerak paling depan, memantau akan adanya jebakan atau tidak, kemudian penasehat akan berada ditengah dilindungi Cuo dan Yeo, sedangkan aku dan Niki akan berjaga dibelakang” Sai menjelaskan “kemudian regu kedua, Hin dan Tang, Hin kutugaskan untuk membawa Tang kembali ke gunung emas, apa kalian semua mengerti?” lanjut Sai, “siap laksanakan!” jawab para pasukan. Yeo sempat terdiam sejenak, mengetahui Lembah Kabut adalah tempat mengerikan, pada saat itu ia berharap ada diposisi Hin.
Sebuah pondok megah di Lembah Kabut, orang-orang menyebutnya pasar malam (tempat perdagangan gelap). Zazu sedang bersantai ditemani Lilia dan beberap arak, “tuan Zazu, lama tidak berjumpa” Chung masuk kedalam pondok, Kidan mencabut salah satu pedangnya dan menodongkannya kearah Chung “jika kau membawa barang sampah lagi, kubunuh kau!”, Chung tampak pucat “tenang-tenang, kali ini aku mendapatkan tangkapan bagus”. Kini Zazu mengasingkan dirinya ke Lembah Kabut dan menjalankan pasar malam, ia membangun kerajaanya disana.
Kandang penangkapan dibawa masuk, kandang itu masih ditutupi kain, “buka kainnya” perintah Chung, kain penutup dibuka, Zazu tertawa dengan sangat kencang saat melihat isi dari kandang itu, Kang yang diikat tidak berdaya. Zazu berjalan kearah kandang “jendral Kang, seorang jendral arogan yang ingin memburuku hingga ke neraka, lihat dirimu sekarang!” Zazu menendang kandang itu hingga terbalik, para perempuan di dalam kandang berteriak ketakutan, sedangkan Kang hanya bisa tertunduk terdiam. “Kali ini aku menyukai tangkapan mu, bawa gadis-gadis itu keluar, kandang ini khusus untuk jendral terhormat kita” Zazu tertawa lepas.
Hari sudah mulai gelap, pasar malam sudah mulai ramai, senjata, obat-obatan, dan juga wanita, semua diperdagangkan disana. Kereta kuda Kulu baru saja memasuki pasar malam, Kulu turun dari kereta kuda bersama Shee, “selamat datang tuan, saya bisa membantu mencari barang yang tuan inginkan” sambut seorang perempuan bernama Ann, pelayan di pasar malam. Kulu tersenyum, ia sempat tertarik dengan kecantikan Ann “aku ingin langsung bertemu dengan tuan Zazu”, Ann tersenyum “mari saya antar” kemudian berjalan masuk kedalam pondok diikuti Kulu dan Shee.
Diluar Lembah Kabut, Sai dan pasukannya masih memantau dari kejauhan “malam ini sangat ramai, jika sampai terjadi pertarungan kita tidak akan bisa keluar” Kiba memantau melalui teropong, “kita juga harus memastikan terlebih dahulu posisi jendral, tidak bisa sembarang masuk” Sai berpikir sejenak “baiklah dengarkan aku, kita akan berbaur, Cuo dan Yeo, kalian tetap bersama penasehat, aku dan Niki akan masuk mencari posisi jendral, jika menemukannya akan ku nyalakan petasan asap, sedangkan Kiba, kau bersiap dijalur keluar, siapkan perangkap, kita harus mempersiapkan yang terburuk” Sai menjelaskan, para pasukan mengangguk.
Ann mengantarkan Kulu masuk kedalam pondok, Zazu sedang bersantai ditemani beberapa botol arak “wah wah, lagi-lagi seorang jendral” sambut Zazu, “aku datang bukan sebagai jendral” kata Kulu langsung pada intinya, Zazu memberi isyarat meninggalkan ruangan, kini hanya tersisa mereka berdua. “Apa yang membuatmu jauh-jauh kemari?” Zazu mempersilahkan duduk, menuangkan segelas arak, “aku membutuhkan bantuan mu untuk menggulingkan kekaisaran” kata Kulu sembari meminum araknya.
Kulu tersenyum “kau mungkin merasa dirimu hebat Zazu, tetapi jangan lupakan jika aku seorang jendral, pasukan istana siap menyerbu tempat ini dan meruntuhkan kerajaanmu”, Zazu meminum araknya “dan sebaiknya kau tidak lupa jika kau berada di wilayahku, belum tentu kau sempat menginjakan kali keluar dari sini!” Zazu mengambil goloknya dan bermaksud menebas Kulu, Kulu mengeluarkan pedangnya dan menangkis serangan itu.
Suara kegaduhan terdengar sampai keluar pondok, Shee bermaksud mengecek kedalam, tetapi Kidan mencabut salah satu pedangnya dan mengacungkannya “sebaiknya kau tidak mengganggu saat negoisasi sedang berjalan”, Shee terdiam tidak bisa melakukan apa-apa, Lilia hanya tersenyum melihat itu.
Sai dan Niki kini sedang berbaur di pasar malam, melihat - lihat sekitar mencari tempat disembunyikannya Kang. “Tempat ini terlalu ramai” gerutu Niki, “tenang saja, seorang jendral tidak mungkin dipertunjukan secara sembarangan, kita hanya perlu menunggu waktu” jawab Sai sembari masih melihat - lihat sekitar. Masih melihat sekitar, tiba - tiba Ann datang menghampiri “selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu?” sapa Ann, “tidak ada” jawab Niki, “tunggu!” potong Sai “dimana kami bisa menemukan barang - barang khusus?” Sai memberikan dua keping perak, Ann tersenyum “ikutlah denganku”.
Ann mengantar mereka kesalah satu gudang “pelelangan ini seharusnya dilakukan pada tengah malam, tetapi aku mempersilahkan kalian untuk melihat - lihatnya terlebih dahulu”, Sai dan Niki bergegas melihat sekeliling gudang, mereka tidak ingin membuang - buang waktu. Cukup lama melihat - lihat, tetapi mereka tidak menemukan apa - apa, “hei apa yang kalian lakukan disini?!” beberapa penjaga masuk kedalam gudang “kau berulah lagi ya Ann!” salah satu penjaga menjambak rambut Ann, Sai dan Niki saling tatap memberi isyarat, kemudian menyerang para penjaga.
Para penjaga dilumpuhkan dengan mudah, “terima kasih” kata Ann sembari menghapus airmatanya yang sedikit menetes, salah satu penjaga bangkit berdiri dan melarikan diri “tolong ada penyusup, siapkan pasukan!” teriak penjaga itu saat keluar dari gudang. “Sial! Kita ketahuan” Sai mencabut pedangnya “kami mencari tahanan seorang jendral, apa kau mengetahuinya? Kami sudah tidak punya banyak waktu”, Ann berpikir sejenak “jendral? sepertinya ada seorang laki - laki yang dibawa hari ini dan tuan menyimpannya di pondok penyimpanan khusus” – “kemungkinan itu jendral, Niki kau pergilah dengan perempuan ini ketempat jendral, berikan tanda pada yang lainnya, aku akan mengulur waktu” Sai melompat keluar dari jendela, “itu orangnya!” para penjaga mulai mengejar Sai, “kita tidak punya banyak waktu!” Niki menarik lengan Ann berlari keluar darisana.
Zazu dan Kulu masih bersitegang didalam pondok, pintu pondok dibuka “ada keributan diluar, mereka masuk ke gudang penyimpanan!” Kidan membawakan kabar, “sial! Dia pasti mengincar Kang, cepat amankan kandangnya!” perintah Zazu, Kidan segera beranjak pergi. “Apa maksudmu dengan Kang?” Kulu mengacungkan pedangnya, Zazu tertawa “sepertinya kau bukan satu - satunya jendral disini”, Kulu terdiam mendengar jawaban Zazu.