
"Ok! Semuanya di jalankan sesuai jadwal. Pastikan untuk menambah tingkat keamanan untuk para pekerja." Tegas Dino dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh penanggung jawab proyek pembangunan gedung Wonderland. "Dino ..." Panggil Togaya, ia terlihat panik. "Mama kamu hilang. Bi Minah menghubungi Om. Katanya ada segerombolan orang bertopeng hitam mengancam dan membawa Mbak Ratih pergi." Ia terlihat panik sambil menceritakan semua yang di katakan Bi Minah. Tiba-tiba seorang meneleponnya, nomor tidak di kenal dan private number. "Angkat Om." Tegas Dino. Jangan berani hubungi polisi, atau kamu akan menyesal. Mama kamu tidak akan selamat. Tunggu sampai telepon selanjutnya ancam seorang laki-laki. "Siapa kamu! Berapa uang yang kamu minta. Jangan sakiti mamaku!" Dino merampas ponsel itu dan membantingnya ke tanah. "Sialan!" Teriaknya.
"Alvin, Reihan. Apa kita pernah memecat orang secara tidak terhormat? atau apakah kita pernah menggunakan cara kotor untuk mendapatkan tender? Atau apakah ada lawan kita yang licik baik itu di BI Group atau Plofa." Dino begitu marah. "Sepertinya tidak ada. Kita selalu menjalankan semua sesuai aturan." Balas Reihan. "Lalu siapa! Tapi dia gak minta uang pasti bukan uang tujuannya. Kita tunggu sesuai permintaan mereka. Jangan gegabah apalagi hubungi polisi." Perintahnya.
Meskipun gelisah Dino memilih untuk tetap menunggu dengan sabar. "Hallo Oma, Bagaimana Naomi. Apakah dia sudah bangun?" Tanyanya. "Apa Oma? Aku akan segera kesana." Wajah Dino berubah panik. Tiba-tiba ia menerima massage, Selamatkan anak kamu! Jangan lapor polisi.
"Ada apa Dino!" Tanya Togaya. "Naomi pergi dari rumah sakit sendirian dan ini ... Naomi pasti menemui orang ini. Alvin, tolong lacak nomor ini." Pintanya sebelum pergi. "Alex, it's me! I want you to mobilize all your people to find someone for me." Dia langsung pergi menemui Oma Murni dan memintanya untuk tenang. Ia meminta Oma untuk pulang ke rumah dan dia akan pergi mencari Naomi.
"Oma tenang aja. Aku akan mencari Naomi dan anak-anak. Aku pasti akan membawa mereka kembali." Ia mencoba menenangkan Oma Murni.
...****************...
Naomi sampai di sebuah gedung yang sudah lama tidak di pake dan kosong. "Halllo... Siapapun kamu yang mengirimkan massage ini. Aku sudah datang ke sana sesuai keinginan kamu. Dimana Mama Ratih, Milka dan Domi."
"Naomi! Naomi! Akhirnya kita bertemu lagi." Suara itu menyambut ke datangan Naomi. "Kamu!" Ucapnya lalu tiba-tiba pandangannya gelap. Samar-samar, "Aku kembali merebut apa yang menjadi milikku." Ucap Wanita itu menutup mulut Naomi dengan solatip hitam. Orang itu, juga menyuruh agar Naomi di pindahkan ke sebuah ruangan yang gelap.
"Jaga dia baik-baik! Jangan sampai terjadi sesuatu dengan dia sebelum waktunya." Pesan wanita itu. "Semua udah di urus, Samantha." Lapor Serra. "Bagus, Serra. Rencana kita akan berjalan dengan sempurna. Sekarang Dino pasti lagi kesusahan mencari istrinya. Dino ini adalah hadiah pertemuan kita." Samantha lalu menghubungi rekannya yang lain untuk memastikan semuanya aman.
Sementara itu, Naomi yang dikurung di dalam ruangan merasa ketakutan. Dino! Tolong aku! Aku takut! Dino tolong! Dino! Naomi jatuh pingsan setelahnya. "Naomi!!" Spontan Dino berteriak. Ia merasa Naomi seperti memanggilnya "Where are you? I will find you." Ia terus berjalan berbekalkan GPS di ponselnya. GPS itu terhubung oleh GPS location yang di share oleh Naomi hingga akhirnya dia tiba di sebuah Gedung kosong.
"Gedung ini bukankah milik keluarga Samantha." Ucap Dino. Tapi dia harus berhati-hati. Dia melihat banyak orang berjaga di sana. Dino mulai mengendap-endap lalu mengintip dari balik jendela yang ada di gedung itu.
"Jangan harap kamu bisa keluar dari sini." Ancam orang tersebut langsung menghajar Dino. Awalnya, Dino bisa melawan mereka namun pada akhirnya ia kalah dan ikut di sekap. Ia dimasukkan dalam ruangan yang sama dengan Naomi.
"Naomi! Naomi! Bangun it's me. Dino." Naomi terbangun dengan mata sayup-sayup.
"Dino, kamu bisa lihat aku. Ada cahaya. Sebelumnya disini sangat gelap, aku takut."
"Kamu tenang aja, tadi sebelum masuk aku membuat lubang, kebanyakan disini jendelanya masih di segel dengan menggunakan kayu. Aku cuman perlu gergaji untuk kecil untuk membuatnya."
"Dino ... maafin aku. Aku bertindak sendiri." Ia menyesal. "It's ok. Kamu memang pemberani. Kita lewati ini bersama. Kita selamatkan mama dan anak kita sama-sama." Dino mendekatkan dahinya kepada Naomi.
"Hi! Kalian berhenti bermesraan disini. Ikut kami!" Orang-orang itu lalu menarik mereka berdua dengan menutup kepala mereka. Mereka berusaha untuk melepaskan diri.
"Halllo Dino! Kita bertemu lagi.." Suara itu terdengar begitu khas di telinganya semakin jelas setelah mereka membuka penutup kepala yang dipake Dino dan Naomi.
"Kamu...." Ucapnya dengan tangan terikat kuat.
"Aku akan menyelesaikan semua masalah kita." Ucap Wanita itu melambaikan tangan pada Dino. Di sisi kanannya ada mama dan juga anak-anaknya.