
"Dino! Milka kabur!" Ucap Ratih membangunkan tidurnya. Ia segera bergegas kembali ke Rumah sakit dan mencari keberadaan Milka. Ia mencari hampir ke seluruh tempat dan akhirnya mengetahui bahwa Milka pergi bersama Pak Beben. Ia mengetahui dari GPS dan pesan dari supirnya itu.
"Pak, kenapa baru hubungi sekarang? Saya dan yang lain udah panik mencari dari tadi pagi. Sekarang posisi Milka dimana?" Tanya Dino panik, ia ingin segera menyusul Milka setelah mengetahui detail alamatnya.
"Milka lagi liat lomba fashion show den." Ucap Pak Beben. "Dia mau cari mamanya katanya." Ucapnya lagi.
"Pak tunggu di sana saya akan segera menyusul." Dino segera bergegas menuju ke lokasi itu. Lokasi yang sama dengan Naomi dan Domi. Mereka berdua mengikuti lomba fashion show. Satu persatu keluar dari bawah panggung. Domi dan Naomi keluar dan mereka berjalan di catwalk, selayaknya seorang model.
"Mama ...." Teriak Milka. "Mamaa...." Teriaknya lagi. Ia meminta Pak Beben menggendongnya. Namun tiba-tiba panggung runtuh dan Naomi serta Domi terjatuh. Domi terluka di bagian kepalanya. Sementara, Naomi pingsan. Semua menjadi ribut dan berhamburan bersamaan dengan Dino sampai di mall itu. Ia melihat kejadian itu dan panik mencari Milka.
"Milka...." Teriaknya berulang-ulang. "Papa.." Teriak Domi dan di dengar oleh Dino. "Domi..." ucapnya dan segera menolongnya. Tubuh Domi sudah basah oleh darahnya. Ia tak lagi memperdulikan siapa Domi. Ia langsung memeluk dan membawanya ke rumah sakit.
Naomi yang akhirnya sadar panik setelah tidak menemukan Domi dimanapun. Oma Murni dan Gilang akhirnya menyusul ke rumah sakit setelah mendapat kabar tersebut.
"Suster, tolong lepasin saya. Saya mau cari anak saya. Namanya Domi." Pinta Naomi sambil menangis dan menahan sakit di kepalanya. Kepalanya di perban dan tangannya juga. "Ibu, tenang. Anak ibu sedang di tangani oleh Dokter. Saya antar ibu ke sana."
Di UGD, Naomi melihat Dino bersama Domi. Ternyata Dino yang menyelamatkan Domi. "Naomi." Panggil Oma Murni di susul oleh Gilang yang berada di belakangnya. Tak lama, seseorang memanggil nama Dino. "Aden Dino ..." Panggil Pak Beben di depan Oma Murni dan Gilang. Mereka saling bertatapan satu sama lain melihat Dino di depan mereka.
"Apakah Dino tahu, Domi anaknya?" Tanya Gilang. Tidak! Jawab Naomi menggeleng.
"Papa...." Teriak Milka memeluknya. "Milka, takut papa kenapa-kenapa?" Tambah Milka dan di susul oleh Ratih. "It's ok, mom. Tadi aku bantu seorang anak yang jadi korban. Milka kamu baik-baik saja?" Tanya Dino memeriksa keadaan anaknya.
"Keluarga pasien Domi." Panggil Dokter.
"Iya, saya ibunya." Teriak Naomi. Dino dan keluarganya menoleh termasuk Samantha yang hadir di situ. Dino melihat Naomi di depan matanya. Jantungnya berdetak dengan kencang.
"Pasien harus segera di operasi dan memerlukan transfusi darah dari keluarga. Stock darah yang sesuai dengan darahnya sudah habis dan langkah." Ucap dokter itu. Naomi langsung bersujud dan meminta tolong kepada Dokter itu untuk menyelamatkan anaknya.
"Naomi, Domi akan baik-baik saja. Ayahnya sudah ada disini. Oma, Gilang Karena kalian sudah disini, aku permisi dulu..." Ucap Dino.
"Tunggu!" Naomi mencegahnya. "Kamu boleh pergi setelah mendonorkan darah kamu." Ucapnya. Ia menarik kaki Dino untuk mencegahnya pergi.
"Naomi, lepaskan anak dan cucuku." Teriak Ratih. Samantha langsung mengambil Milka dan menarik tangan kanan Dino. "Jangan ganggu calon suamiku." Pinta Samantha.
"Calon suami. Jangan mimpi kamu!" Ucapnya mengamuk dan menjambak rambut Samantha. "Dia suami aku...." Teriaknya. Mereka lanjut bertengkar di depan Dino dan yang lainnya.
"Kamu laki-laki tak bertanggung jawab. Seorang Dino Bratayudha, seorang CEO terkenal gak lebih dari seorang suami dan ayah yang tidak bertanggung jawab." Teriak Naomi membuat Dino terganggu.
"Naomi, stop! Jangan buat keributan... Hubungan kita udah berakhir. Kamu lupa kita sudah bercerai... Jangan ganggu hidup aku lagi.." Pinta Dino ia mulai kesal.
"Mengganggu, kamu pantas aku ganggu. Kamu bertanggung jawab atas Domi." Kalimat ini semakin membuat Dino kesal. "Naomi, kamu jangan nyebelin ya... Aku gak mau berantem." Dino melepaskan tangan Naomi darinya.
"Aku bilang kamu gak boleh pergi." Naomi menghadangnya lagi. "Naomi, ada Gilang disini kenapa musti aku!" Ucapnya.
"Gilang gak ada urusannya sama Domi. Kamu harus tetap disini karena kamu adalah ayahnya. Dino Bratayudha."
"Apa kamu bilang, aku ayahnya? Aku .. Naomi .. Domi anak aku?" Ucapnya terbata-bata.
"Aku baru tahu, aku mengandung Domi setelah kamu pergi. Usianya tahun ini 5 tahun sama seperti Milka. Golongan darahnya sama dengan kamu Ab. Dino kamu harus tolong anak kita .." Pinta Naomi. "Aku gak mungkin bohong, Domi anak kita."
"Domi anak kita ... Anak aku... Naomi malam itu ..." Dino menghela napasnya panjang. Ini begitu tiba-tiba untuknya. Domi yang selama ini dia sangka anak Gilang ternyata anaknya.
"Bohong! Mama gak percaya Dino. Ayo kita pulang. Mama akan lakukan tes DNA." Ratih mendorong Naomi dan menamparnya.
"Jangan kamu sakiti lagi anak saya. Jangan mentang-mentang kalian pernah menikah jadi kamu bisa mempermainkan dia lagi. Ayo pulang Dino! Dia hanya penipu." menarik anaknya, dia tak ingin Dino terjebak lagi oleh Naomi. Sudah cukup baginya melihat Dino menderita karena Naomi dan keluarganya.
"Ma, Naomi gak bohong. Dino memang ayah Domi." Ucapnya. "No, aku mohon selamatkan anak kita" Ucapnya, ia bersujud dan memohon pada Dino.
"Ma, aku aka selamatkan Domi lebih dulu. Mama tunggu disini."
"Dino, aku yakin kamu tahu dia anak kamu." Teriak Naomi.
"Domi, anak aku. Anak aku dan Naomi!" Ia melihat Dino yang terbaring lemah di sampingnya. Air mata mengalir dari kedua matanya, "Domi maafkan papa. Papa baru tahu tentang kamu." Ia menutup mulutnya karena tidak ingin ada yang mendengar tangisannya.
"Kamu gak perlu kuatir, Papa ada disini. Nak Kamu harus segera sembuh dan kita akan berkumpul lagi kamu, papa dan Milka." Dino menyeka air matanya. "Maafin papa karena baru tahu kamu lahir, nak." Ucapnya lagi penuh penyesalan sambil memejamkan mata, ia berusaha menahan tangisannya. Ia ingat sempat tidak suka dengan anak ini karena mengira anak ini milik Gilang.
Aku adalah seorang ayah muda dengan dua malaikat, seorang anak laki-laki dan perempuan. Hidupku kini sudah sempurna.