Never Forget

Never Forget
Give me time



"Dino kamu mau kemana. Aku minta maaf soal apa yang terjadi sama papa. Aku gak tahu apa-apa." Ucap Naomi. Ia mencegah Dino pergi. Dino membereskan semua pakaiannya dan memasukkannya dalam koper.


"Aku akan tidur di kamar anak-anak. Aku gak bisa tidur sekamar sama kamu." Ucap Dino dingin padanya.


"Kita harus bicara, jangan pergi Dino." Ucap Naomi. Dino berbalik dan mengiyakan ajakan Naomi untuk bicara. "Ayo kita bicara. Apakah Mama dan Om Togaya tahu kalau kamu Hamil saat itu?" Naomi masih terdiam. Ia mengangguk, dan itu artinya mereka memang tahu Naomi hamil.


Dino lalu menanyakan Apa yang Ratih lakukan pada Naomi? Apakah dia meminta Naomi melakukan sesuatu? Naomi lalu mulai bercerita, jika Ratih meminta Naomi mengugurkan bayi ini atau membawanya pergi bersamanya dan jangan mengganggunya lagi. Mendengar itu, Dino seperti tersambar petir. Mama yang selama ini begitu baik dan melindunginya tega memberikan pilihan itu kepada wanita yang jelas-jelas sedang mengandung bayinya.


"Aborsi? Mama aku minta kamu aborsi? Kenapa kamu gak bilang saat kita ketemu. Kenapa kamu gak bilang Domi anak aku? Why Naomi." Dino marah besar pada Naomi.


"No, ini udah masa lalu. Sekarang kita sudah berkumpul." Naomi memegang tangan Dino namun laki-laki itu menghempaskan ya. "Masa lalu? Ini tentang kita, tentang anak kita, Domi? Kalau ada apa-apa waktu itu sama kamu dan anak kita, aku harus apa? menyesalinya seumur hidup!" Mereka bertengkar hebat.


"Dino, kenapa kamu anggap aku wanita lemah. Aku bisa melindungi anak kita!" Naomi semakin membuat Dino marah. "Lalu, kalau kamu bisa melindungi dia. Tidak mungkin kamu terluka, kamu patah tulang dan kemarin kamu hampir tenggelam. Bagaimana kalau hal buruk itu terjadi, apa yang harus aku lakukan? Membalas dendam lagi pada orang yang mencelakai mu?" Dino mencengkram lengan Naomi kuat sampai wanita itu mengeluh. "Nom, mudah untuk membalas tapi apakah bisa membuat semuanya kembali lagi? Kenapa kamu gak cerita semua."


"Aku gak mau kamu bertengkar dengan mamamu." Balas Naomi. "Lalu, mengorbankan dirimu. Aku tidak akan bertengkar tapi aku mencari solusinya dan akarnya. Aku pernah bilang kamu jangan tutupi dari aku. Kita harus selesaikan sama-sama."


"Siapa yang memberitahumu semua ini?" Tanya Naomi. "Om Togaya, aku sudah tahu semuanya, aku menunggumu untuk jujur. Aku jujur dan cerita semua sama kamu tapi kenapa kamu gak bisa?" Tanya Dino ia sangat emosional. "Aku cinta kamu, No. Aku gak mau kamu susah dan kecewa, sedih. Aku cuman mau keluarga kita bahagia."


"Kamu gak pernah berubah, selalu menyembunyikan semua dari aku. Maaf Nom. Malam ini, aku tidak bisa bersama kamu." Dino meninggalkan Naomi.


Naomi dan Dino berpisah mereka butuh waktu satu sama lain untuk bisa menenangkan diri.


Nom! Semoga kamu belajar dari sini - Dino Bratayudha.


"Dino!" Panggil Naomi, tiba-tiba Dino mendengar suara orang jatuh. "Naomi!" Dino berlari menghampiri Naomi. Saat Dino mengendong Naomi dia melihat terdapat bercak darah dilantai. "Nom... wake up!" Ia langsung membawa Naomi ke rumah sakit terdekat. Ia terus memandangi tangannya yang terdapat bekas darah. Ia kembali teringat saat dulu, ia mendapati Naomi keguguran setelah jatuh dari tangga kantornya. Saat itu Naomi mengeluh kesakitan.


"Masa trisemester pertama ini sangat penting. Bapak harus lebih sabar dan membantu Ibu Naomi terhindar dari stress." Ucap Dokter itu padanya.


"Dokter, istri saya hamil?" Dokter itu lalu memberinya selamat, "Selamat anda akan jadi seorang ayah."


Aku akan jadi ayah...