Never Forget

Never Forget
Final of Revenge! (Part 1)



Awal pertemuan Serra dan Samantha adalah permulaan semua ini. Delapan bulan yang lalu semua bermula.


Samantha tidak sengaja melihat Serra bersembunyi di balik dinding dan memperhatikan Naomi dari jauh. Pakaiannya lusuh, rambutnya berantakan sambil memeluk sebuah tas kain yang kotor. Saat itu, Naomi dan Dino sudah bersama. Setelah Naomi masuk ke dalam toko, Serra buru-buru keluar dan mendekati mobil Naomi. Ia mengeluarkan paku dan menusukkannya pada semua ban mobil Naomi lalu melarikan diri. Satu ketika, Samantha tak sengaja bertemu lagi dengan Serra. Ia dikejar-kejar orang-orang karena dikira pencuri padahal dia di fitnah.


"Tolong! bukan saya Pak. Saya tidak tahu apa-apa." Ia memohon kepada semua orang meskipun menangis, tidak ada yang percaya. Orang-orang itu berniat untuk menghukumnya sepihak namun beruntung Samantha datang membantu. Ia bahkan membayar semua ganti rugi yang di minta, memberi Serra makan dan membelikannya pakaian. Samantha ingat wanita ini adalah orang yang mengerjai Naomi hari itu. Ini adalah kesempatan bagus baginya.


"Serra, kamu kenal orang ini?" Ia menyodorkan foto Naomi dan Dino bersama keluarganya. "Dia adalah wanita yang paling aku benci." Ucap Serra. "Aku dan dia, kami besar di Panti asuhan yang sama. Tapi semenjak dia datang ia merebut semua perhatian dan tempat yang seharusnya menjadi milikku. Dia selalu beruntung sementara aku selalu menderita. Aku sangat membencinya."


"Kamu ingin membalasnya? Aku bisa membantu mu." Samantha langsung mengajaknya kerjasama. "Apa untungnya?"


"Kalau kamu berhasil, kamu bisa hidup seperti Naomi. Hidup menjadi menantu keluarga Bratayudha." Samantha mencoba membodohi Serra dengan iming-iming kekayaan. Serra memang sudah bosan hidup miskin dan ingin hidup dalam kegemilangan harta. "Baik .. apapun akan aku lakukan untuk mengantikan tempat Naomi." Semenjak hari itu, Samantha adalah angel dalam hidup Serra. Ia merubah Serra dari Upik abu menjadi Cinderella, wanita berkelas. Samantha juga yang memasukkan Serra ke sekolah Domi dan Milka untuk menjadi gurunya. Ia juga memberitahu Serra semua anggota keluarga Dino dan Ratih. Mereka terus mempersiapkan diri sampai akhirnya Dino memperkenalkan Naomi dan mencampakkannya. Kesempatan emas lainnya, Ratih masuk ke rumah sakit.


Setelah menyusun strategi. Samantha mengantarkan Serra untuk menjumpai Ratih di rumah sakit. "Wanita yang di dalam itu adalah Mamanya Dino, dia bisa menjadi alat kita untuk menyingkirkan Naomi. Masuk dan bujuk dia sesuai apa yang aku infokan."


Serra masuk ke dalam ruangan itu, "Dino ..." panggil Ratih spontan. Ia berjalan mendekati Ratih, "Aku bukan Dino.." Wanita itu berdiri dengan berani di depan Ratih, wajahnya ditutupi oleh masker scuba hitam. "Saya adalah orang yang bisa membantu Tante menyingkirkan menantu Tante. Naomi" Ia membuka maskernya.


"Saya berharap tante bisa membantuku, sebagai imbalannya Tante bisa memisahkan mereka berdua." Ucapnya memberi penawaran pada Ratih.


"Tante yakin bahkan Dino tidak ada disini. Naomi sudah mencuci otaknya untuk membenci Tante." Wanita itu tak habis akal, dia mencoba menyudutkan api kebencian Ratih. Ia mengingatkan Ratih bagaimana menderitanya dia dan rasa kehilangan wanita itu karena suaminya yang telah pergi.


"Siapa Kamu?" Ratih kaget, wanita itu tahu banyak tentang keluarganya.


"Saya adalah orang yang sangat membenci Naomi dan rela melakukan apapun untuk menyingkirkan dia. Saya akan membantu Tante."


"Saya tidak ingin berhubungan dengan kamu. Sekarang kami keluar. Saya tidak akan menyakiti menantuku." Tolaknya dengan tegas. Tapi wanita itu tidak bergeming, "Yakin?" ucapnya sambil tersenyum dibalik masker. Ratih sekali lagi mengatakan, tidak! Ia lalu mengambil tombol bel untuk memanggil suster. "Cepat pergi sebelum suster datang." Usirnya. Anda! akan menyesal katanya. Serra kesal rencananya Gagal begitupun dengan Samantha. Tapi Samantha tidak habis akal.


Ia mengirimkan massage ke pada Ratih, dan memberitahunya bahwa kematian Hendrik adalah karena Nino kakak Naomi. Membaca itu langsung tersulut kemarahan Ratih. Tak berapa lama Serra kembali masuk dan dimulailah kerja sama mereka. "Saya akan membantu Tante sebaik mungkin."


"Kamu guru sekolahnya Milka dan Domi? Besok mereka akan datang kesini bersiaplah." Ucap Ratih.


Semenjak itu, Ratih terus menyakiti Naomi secara diam. Dia sengaja menjatuhkan ponselnya di atas lantai yang sudah ia tuang minyak terlebih dahulu. "Nomi, tolong mama. Ponsel mama jatuh." Panggil Ratih. "Sebentar ma, Naomi ambilkan." Karena lantainya licin membuat Naomi jatuh. Ia juga menyuruh semua CCTV hari itu untuk di hapus.


"Besok, keluarga kami akan berlibur ke Bali. Saya akan kirimkan tiket pesawat untuk kamu." Ucap Ratih pada Serra.